Welcome

Berawal dari ketiadaan, kita berpikir dan belajar untuk menciptakan. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat. "Mari berbagi manfaat" #Give thank to Allah, the Creator of all things.
Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah. Show all posts

Sunday, December 11, 2022

Hadits Arba'in ke-42 Luasnya Ampunan Allah

 



Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Tabarak wa Ta’ala berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli. Hai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu membumbung sepenuh langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni dan aku tidak peduli. Hai anak Adam! Seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan apapun, pasti Aku akan menemuimu dengan sepenuh bumi pula ampunan. (HR. Tirmidzi No. 3540)

Ada tiga kandungan hadits Arbain ke 42 yang bisa diambil hikmahnya yakni:

1. Doa dan Pengharapan

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Aku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah ayat 186)

2. Perbanyak Istighfar

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Nuh: 10)

3. Larangan Menyekutukan Allah

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa ayat 48).

Dosa sebesar apapun jika seseorang hamba mengakuinya dan bertobat kepada Allah niscaya Dia akan mengampuninya, dan begitupun dosa kecil pasti Allah akan mengampuni dosa tersebut⁣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ⁣
Perlu di ketahui, banyak manusia lalai akan dosa kecil sehingga ia lupa untuk meninggalkannya dan terus menerus ia melakukannya⁣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ⁣
Sebesar apapun dosamu terhadap Allah jangan sekali-kali berputus asa pada-Nya. Allah tidak berpaling dari kamu selama kamu tidak berpaling dari-Nya⁣ dan tidak menyekutukan-Nya.

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar ayat 53)⁣

Ampunan Allah itu lebih besar dari gunung-gunung. Lebih luas dari samudera. Dan lebih banyak dari buih di lautan⁣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ⁣
Jangan berputus asa dari ampunan Allah. Sebab sebelum nafas berada di ujung kerongkongan, pintu taubat masih terbuka lebar. Tetap sabar dan tetap berusaha memperbaiki diri. Jika berdosa teruslah bertaubat. Basahi lisan dengan istigfar. Ikuti kesalahan dengan kebaikan-kebaikan⁣

عَمْرِو بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَبَلَةَ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ حَدَّثَنَا حَرَمِيُّ بْنُ عُمَارَةَ حَدَّثَنَا شَدَّادٌ أَبُو طَلْحَةَ الرَّاسِبِيُّ عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَجِيءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَاسٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ بِذُنُوبٍ أَمْثَالِ الْجِبَالِ فَيَغْفِرُهَا اللَّهُ لَهُمْ وَيَضَعُهَا عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى فِيمَا أَحْسِبُ أَنَا قَالَ أَبُو رَوْحٍ لَا أَدْرِي مِمَّنْ الشَّكُّ قَالَ أَبُو بُرْدَةَ فَحَدَّثْتُ بِهِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ أَبُوكَ حَدَّثَكَ هَذَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ نَعَمْ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Amru bin 'Abbad bin Jabalah bin Abu Rawwad Telah menceritakan kepada kami Harami Ibnu 'Umarah telah menceritakan kepada kami Syaddad Abu Thalhah Ar Rasibi dari Ghailan bin Jarir dari Abu Burdah dari bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Di hari kiamat kelak, sekelompok dari kaum muslimin akan datang membawa dosa mereka sebesar gunung. Lalu Allah mengampuni dosa-dosanya, kemudian dibebankan-Nya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani." (Itu menurut perkiraanku). Rauh berkata; 'aku tidak tahu dari siapa keraguan ini.' Abu Burdah berkata; Maka hal ini aku ceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz. Lalu dia bertanya; 'Apakah Bapakmu menceritakan hal ini dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam? aku menjawab; 'Ya.' (HR. Muslim No. 4971)

Kalam UPA 12/11/2022 5:30:00

Saturday, September 15, 2012

Memperbaiki diri sebelum memperbaiki sistem


Di antara prioritas yang dianggap sangat penting dalam usaha perbaikan (ishlah) ialah memberikan perhatian terhadap pembinaan individu sebelum membangun masyarakat; atau memperbaiki diri sebelum memperbaiki sistem dan institusi. Yang paling tepat ialah apabila kita mempergunakan istilah yang dipakai oleh al-Qur’an yang berkaitan dengan perbaikan diri ini; yaitu:
“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keaduan yang ada pada diri mereka sendiri…” (ar-Ra’d: 11)
Inilah sebenarnya yang menjadi dasar bagi setiap usaha perbaikan, perubahan, dan pembinaan sosial. Yaitu usaha yang dimulai dari individu, yang menjadi fondasi bangunan secara menyeluruh. Karena kita tidak bisa berharap untuk mendirikan sebuah bangunan yang selamat dan kokoh kalau batu-batu fondasinya keropos dan rusak.

Saturday, June 16, 2012

Membalas Keburukan dengan Kebaikan


Suatu ketika pelayan Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan bahwa seseorang telah menjelek-jelekkan namanya. Mendengar hal tersebut, sang Imam kemudian memanggil pelayan dan memintanya untuk memberikan kurma pada orang tersebut. Pelayan berkata, “wahai imam, bukankah dia telah menjelekkanmu di hadapan orang banyak. Tapi kenapa engkau malah memberinya kurma?” Sang imam pun menjawab, “Bukankah sudah sepantasnya aku memberikan hadiah bagi orang yang telah membuat diriku di sisi Allah SWT”.

“Apa maksud semua ini wahai Jibril?” Tanya Rasul SAW pun ketika turun ayat: “Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (Al-A’raf: 199).  Jibril pun menjawab, “Wahai Rasul Allah, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang menzalimimu, memberi kepada orang yang pelit kepadamu, dan menyambung silaturahim kepada orang yang memutuskannya denganmu”.

Friday, January 20, 2012

Wanita ini Cantik





 

1. Cantik Itu... Inner Beauty
Wanita (Ukhti) yang berwajah cantik itu indah. Tapi sesungguhnya
kecantikan itu bukan sekedar cantik jasmani, tapi juga cantik
secara batiniah (hati dan pikiran). dan inilah yang disebut Inner Beauty.

Lalu bagamana caranya seorang wanita memiiki inner beauty? yaitu dengan berperilaku sebagai seorang muslimah yang

Wednesday, January 4, 2012

Perangkat Dakwah



Bekerja di ladang dakwah telah memberikan banyak hikmah dan pelajaran kepada kita semua. Semakin hari semestinya kita menjadi semakin dewasa, karena dimatangkan oleh peristiwa demi peristiwa, oleh benturan, oleh gesekan, oleh program yang berkesinambungan.

Ketika dakwah mampu menghimpun para aktivis dalam sebuah tatanan, sesungguhnya pada dirinya terkandung dua sisi sekaligus. Pertama sisi potensi yang melimpah ruah, oleh karena dakwah akan dikuatkan oleh berbagai potensi yang dibawa oleh setiap aktivis. Namun pada sisi lainnya, terdapat pula peluang terjadinya gesekan tingkat tinggi, karena semua orang memiliki kemampuan yang setara untuk memimpin dan menempati posisi strategis.

Friday, December 23, 2011

Cinta, Tujuh Tingkatan Cinta



Umar bin Khothob pernah berkata kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah sesungguhnya Engkau lebih aku cintai daripada seluruh manusia kecuali diriku sendiri.”

Rasulullah menjawab : ”Tidak wahai Umar. Hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Rasulullah memberi petunjuk agar Umar mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan puncak cintanya. Dan inilah cinta yang sempurna.
Setelah memahami makna cinta, untuk itu marilah menelusuri tingkatan-tingkatan cinta.

Al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata sesungguhnya cinta memiliki 7 tingkatan, di antaranya adalah :

Monday, December 19, 2011

7 Tahapan Dakwah Fardiyah

Judul Buku : 7 Tahapan Dakwah Fardiyah
Judul Asli : Nahwa Jil Muslim Adda’wah Ilallah Da’wah Fardhiyah
Penulis : Syaikh Mushthafa Masyhur
Penerjemah : Hamim Thohari, B.A. IRKH (Hans)
Penerbit : Al-I’tishom Cahaya Umat, Jakarta Timur
Tahun : 2001
Ukuran Buku : 55 ha1; 10,5 cm x 16 cm
ISBN : 979-96041-2-5
Edisi Cetakan : Cetakan IV, Juli 2004




Merekrut manusia ke jalan Allah SWT merupakan amaliyah yang mahal. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, di antaranya melalui dakwah fardiyah. Banyak pengalaman orang lain dalam merekrut orang melalui dakwah fardiyah. Terkadang memang melakukan dakwah fardiyah memerlukan kiat tersendiri.

Berikut ini kiat praktis dakwah fardiyah :

30 Memo Buat Para Aktivis Dakwah

Judul : 30 Memo Buat Para Aktivis Dakwah
Judul Asli : Tsalatsuna waqfah fi fanni ad-da’wah
Penulis : Dr.Aidh Abdullah Al-Qarni, MA
Penerjemah : Hanif Yahya
Penerbit : Pustaka Nawaitu, Jakarta
Tahun : 2005
Ukuran : 96 ha1; 11,5 cm x 17,5 cm
ISBN : 979-3736-04-6
Edisi : Cetakan I, Januari 2005
Bahasa : Indonesia



Berdakwah adalah seni yang hanya mampu dilakoni dengan baik oleh para Da’i yang tulus, sebagaimana halnya seni dibangun oleh para Arsitek yang profesional dan seni kerajinan bagi para pengrajin yang terampil. Untuk itu, sudah semestinya para Da’i mengemban problematika dakwah dan piawai di dalam menyajikannya kepara para audiens (mad’u) karena mereka menempati posisi pewaris Rasulullah saw.
Oleh karena itu, para Da’i harus memperisai diri mereka dengan beberapa etika sehingga benar-benar menjadi para utusan yang membawa petunjuk dan lentera kebenaran serta kebaikan yang melaksanakan risalah sesuai dengan tuntunan Allah. (cover belakang)

Lebih tepat memang jika buku ini disebut buku saku, sebab buku ini bagi saya pribadi sangat sederhana tetapi mencakup banyak hal bersifat ‘how to’ untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, tidak salah jika buku ini dibawa kemana-mana sebagai pengingat diri jika suatu saat seorang Da’i mulai melenceng dari fungsinya.

Memo buat aktivis dakwah itu ada 30 poin, yaitu sebagai berikut:

Friday, December 16, 2011

Do'a Rabitah

Berta'aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta,
sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta'awun (kerja sama).
(Imam Hasan al-Banna)



Cinta itu satu amanah. Ya.. karena Ia bukan hak mutlak milik kita. Cinta adalah milik Allah, Tidak wajar jika kita jadikan amanah untuk memusnahkan atau memungkiri amanah yang lain. Kita hamba ciptaan Allah yang dijadikan berpasang-pasangan. Kita hanya meminjam anugerah Allah itu, namun bila tiba masanya kita pasti akan berpulang kembali pada-Nya. Cinta yang hakiki datangnya dari Allah SWT semata-mata. bila aku adalah cinta yang kau dambakan selama ini, maka cintailah Allah lebih dari diriku. kasihilah Allah lebih dari segala-galanya kerana hidup dan matimu hanyalah bersama-Nya.

Tuesday, December 13, 2011

Belajarlah Bercinta Seperti Salman Al-Farisi



 Di saat Salman Al-Farisi merasakan sudah layak baginya untuk menyempurnakan separuh daripada agama, dia sudah siap untuk melamar seorang gadis solehah dari kaum Ansar, yang selalu meniti di bibir para pemuda di Kota Madinah.
Memperolehi cinta wanita solehah itu ibarat membelai cinta para bidadari di Syurga. Wanita solehah itu telah menambat hatinya untuk menuntun karya-karya indah bak lakaran pelangi, penuh warna dan cinta.
Beliau menjemput sahabat karibnya, Abu Darda’ sebagai teman bicaranya ketika bertemu keluarga wanita solehah itu.

“Subhanallah.. Alhamdulillah”

Terpancul kata-kata dari mulut Abu Darda’, tanda ta’ajub dan syukur di atas niat suci temannya itu. Dia begitu teruja kerana dapat membantu temannya dalam hal baik sebegini.

10 MUWASAFAT TARBIYAH


Mungkin, saya udah pernah memposting isi yang sama di blog saya sebelumnya, tetapi tidak ada salahnya jika kita mengingat-ingat kembali karakter-karakter seorang muslim/muslimah sejati menurut Syekh Asy Syahid Hasal Al Banna ini. Karakter ini merupakan pilar-pilar terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.

Thursday, December 8, 2011

Ikhlas dan Beberapa Perusaknya


 
Pentingnya amalan hati


Secara umum amalan hati lebih penting dan ditekankan daripada amalan lahiriyah. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah mengatakan: "Bahwasanya ia meru pakan pokok keimanan dan landasan utama  agama, seperti mencintai Allah Subhannahu wa Ta'ala dan rasulNya, bertawakal kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , ikhlas dalam menjalankan agama semata-mata karena Allah Subhannahu wa Ta'ala , bersyukur kepadaNya, bersabar atas keputusan atau hukumNya, takut dan berharap kepadaNya,.." dan ini semua menurut kesepakatan para ulama adalah perkara wajib (Al fatawa 10/5, juga 20/70)

Monday, September 19, 2011

Resensi Buku Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna



Hasan Al-Banna adalah seorang mujahid dakwah yang tidak hanya mewariskan Ikhwanul Muslimin yang kini menjadi gerakan Islam terbesar di dunia. Ia juga mewariskan pemikiran-pemikiran yang sangat berharga bagi dunia Islam, tidak hanya bagi Ikhwan. Kontribusi pemikirannya telah memenuhi ruang sejarah tersendiri yang sampai kini terus dikaji dan diadopsi banyak gerakan Islam. Begitupun pemikirannya dalam bidang politik.

Thursday, September 15, 2011

Wanita




Rasulullah saw bersabda, ''Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan paling indah adalah wanita salehah.'' (Hadist riwayat muslim).

Hadist ini menunjukkan bahwa betapa islam memandang tinggi kedudukan wanita dalam kehidupan global.

Berdasrkan Al-Qur'an, wanita digambarkan dengan tiga fungsi.

Pertama, Wanita diangap sebagai fitnah dan musuh, andaikan tidak di didik dan diasuh serta dibentuk menurut syariat islam

Thursday, September 8, 2011

Amal Berbuah Cinta Allah

Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadi kekasih Allah. Seorang hamba yang menjadi kekasih Allah pasti akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amal saleh merupakan fondasi utama yang akan mengantarkan kita menjadi kekasih-Nya. Lalu, bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan bisa mengantarkan pada cinta Allah SWT? Paling tidak ada lima kiat yang harus kita lakukan.

Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta. Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening dan jernih. Cinta sebagai media untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepadanya bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk shalat, doa, zikir, dan membaca Aquran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisiten dalam berpegang teguh pada ajaran Islam.

Pengetahuan Al Qur'an



Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Alquran adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang semuanya terbukti benar.

Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Alquran bukanlah perkataan manusia.

Monday, August 29, 2011

Teknik Terdasyat Melamar Calon Istri



"Jangan pernah menunggu pasangan yang sempurna baru kau mau menikahi seorang pria, tapi menikahlah denganku maka insya Allah kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu. Sebab aku adalah pria, dan engkau adalah wanita."


Wahai Ukhti, Hidup adalah pilihan. Dan setiap pilihan pasti mengandung dan mengundang resiko yang tak bisa dipilih, sebab resiko itu sudah satu paket dengan pilihanmu...

Dan aku memilihmu sebagai istriku. Artinya, aku siap menerima kekuranganmu sebab ku yakin bahwa dibalik kelebihan itu pasti ada kekurangan. Memilih itu "Ada apanya" tapi menerima resiko itu "Apa adanya". Kekurangan itulah yang menyebabkan kelebihan-kelebihan itu hadir dalam dirimu.

So, maukah engkau menjadi istriku? Aku mau loh menjadi suamimu ...

Tidak masalah, berapa kali pun engkau menolak cintaku, yang penting berapa kali aku bangkit dari setiap penolakan, untuk menyatakan tingkat keaslian cintaku padamu. Memang aku tak "jatuh cinta" kepadamu, tapi aku "bangkit cinta" kepadamu. Bagiku, jatuh itu biasa, tapi bangkit itu luar biasa. Dan engkau adalah wanita yang luar biasa, bukan wanita yang biasa di luar.

Kalau kau menolakku karena kau melihatku terlalu banyak kekurangan, maka yakinilah bahwa dibalik kekurangan itu ada kelebihan. Semakin pandai kau menemukan kekuranganku, maka engkau semakin takjub kelak dengan kelebihan-kelebihanku... tapi tentunya, bukanlah takjub yang melahirkan ujub, tapi takjub yang melahirkan ijab dan ajib...

Sudahlah, tak perlu lagi kau tolak cintaku. Terima saja lamaranku ini. Semakin banyak kau menolak, maka semakin aku yakin bahwa kau segera menjadi milikku. Semakin sulit aku mendapatkanmu maka semakin tinggi cintaku padamu. So, Tak perlu kau tolak lagi, sebab cintaku sudahlah tinggi.

Astaghfirullaahal 'aziim...

Sudahlah ukhti, tak perlu aku banyak bertutur lagi, keraguanmu itu hanyalah membuat aku tambah yakin, dan keyakinanmu itu telah membuka pintu-pintu kebaikan. Tak mudah menahan cinta, itu sebabnya Allah jadikan nikah sebagai jalan keluar yang menjadikan cinta sebagai bumbu kehangatan di jalan dakwah ini...

Ukhti, belum tentu pelamar berikutnya lebih baik dariku.. maka terimalah jodohmu..
aku...


Salam Motivasi


nb : Jangan gunakan teknik ini, kecuali dalam keadaan terdesak. Lebih baik dekati orang tuanya secara baik-baik. Ini hanyalah sekedar teknik tambahan, yang kalau digunakan belum pasti berhasil sesuai harapan Anda.



Memaafkan



Memaafkan itu indah
Memaafkan itu Sedekah
Memaafkan itu mengundang Maghfirah-Nya
Memaafkan itu mengundang Rahmah-Nya

Memaafkan itu nikmat
Memaafkan itu lezat
Memaafkan itu melapangkan perasaan
Memaafkan itu melapangkan kesusahan

Memaafkan itu membuka pintu-pintu cinta
Memaafkan itu membuka pintu-pintu dunia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu bahagia
Memaafkan itu membuka pintu-pintu surga

Memaafkan itu melepaskan masalah
Memaafkan itu melepaskan rasa resah
Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah
Memaafkan itu melepaskan lelah

Memaafkan itu melancarkan pernapasan
Memaafkan itu melancarkan hubungan
Memaafkan itu menambah ketampanan
Memaafkan itu menambah kejelitaan

Memaafkan itu mengikhlaskan
Memaafkan itu menyehatkan
Memaafkan itu mendewasakan
Memaafkan itu mencerdaskan

Memaafkan itu membersihkan diri
Memaafkan itu mengundang rejeki
Memaafkan itu menenangkan hati
Memaafkan itu mengundang ridho Ilahi


Wallahu a'lam


sumber

Sunday, August 28, 2011

Hening

 

Dalam sebuah keheningan malam, seekor anak kelinci tampak gelisah dalam lubang nyaman keluarganya. Entah kenapa, matanya sulit untuk dipejamkan. Pikirannya selalu menerawang ke arah gelap yang membuat suasana kian hening.

“Ayah, kenapa di sebagian hidup kita selalu ada malam yang membuat hening?” tanya sang anak kelinci kepada ayahnya yang tiba-tiba terbangun.

Setelah berpikir sebentar, sang ayah kelinci menjawab, “Begitulah Yang Maha Kuasa menciptakan keseimbangan dalam hidup kita. Ada saatnya kita bergerak, berlari, mencari makan, dan ada saatnya kita beristirahat.”

“Ayah, bukankah kita bisa istirahat dalam suasana terang?” sergah sang anak kelinci di luar dugaan ayahnya.

“Anakku, dalam diri kita ada ego, nafsu yang selalu memaksa kita untuk memenuhi kemanjaan-kemanjaannya. Kepuasannya tidak akan pernah berakhir hingga kita mati. Karena itulah, Yang Maha Bijaksana menciptakan malam untuk memaksa kita tidak lagi menuruti ego atau nafsu,” ucap sang ayah kelinci panjang.

“Tapi ayah, aku tidak bisa terlalu lama mengisi malam hanya dengan istirahat. Seperti yang kualami malam ini,” ungkap si anak kelinci lagi.

“Anakku, malam hanya bentuk dari sebuah keadaan. Isi yang utamanya adalah keheningan. Saat itulah, makhluk hidup seperti kita terpenjara alam ketidakberdayaannya. Dan saat itulah, kita tersadarkan dengan kesalahan, kekhilafan, kelengahan atas apa yang telah kita lakukan di siang tadi agar tidak lagi terulang esoknya. Itulah istirahat yang sebenarnya,” jelas sang ayah kelinci.

Hiruk pikuk kehidupan selama sebelas bulan dalam putaran satu tahun, seperti memenjara kita dalam ruang sempit yang dikuasai nafsu dan syahwat. Seluruh raga terus ingin bergerak memenuhi perintah syahwat untuk mendapatkan kepuasan sesuatu: harta, seks, kekuasaan, kepemilikan, dan sejenisnya.

Allah swt. memaksa hamba-hambaNya yang Ia cintai untuk sejenak berada dalam keheningan. Keheningan malam yang memberikan ruang bagi ruhani bergerak mengalahkan syahwat, untuk terbang ke langit meninggalkan hinanya tarikan dunia.

Dan, keheningan beberapa hari terakhir di bulan suci ini untuk melihat wajah dunia sebelas bulan kita apa adanya. Untuk sesaat, memenjarakan syahwat yang selama ini telah menjadi tuan dalam diri kita.

Sumber: http://www.eramuslim.com

Mario Teguh's Quotes

Quotes

Blogger Jogja

Traffic Exchange

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

Wibiya provides a web toolbar that enables blogs and websites to integrate the most exciting services and web applications into their blog or website.