Welcome

Berawal dari ketiadaan, kita berpikir dan belajar untuk menciptakan. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat. "Mari berbagi manfaat" #Give thank to Allah, the Creator of all things.
Showing posts with label Do'a. Show all posts
Showing posts with label Do'a. Show all posts

Sunday, August 19, 2012

Prasangka dan Pikiran Negatif



"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujuraat: 12)

Sahabat, jauhilah prasangka. Sebab prasangka itu membutakan hati. Engkau tak akan bisa melihat kebaikan pada diri orang lain, seberapa benderang pun kebaikan itu. Sebab mata kitalah yang telah tertutup oleh hitamnya prasangka. Yang tampak hanyalah sisi buram dari setiap orang, setiap peristiwa, bahkan terkadang juga pada Ketetapan Allah. Lalu kita ini menjadi manusia yang sombong dan berjalan di atas keangkuhan. Meskipun kita sendiri merasa telah berada di jalan yang benar.


Sahabat, menyampaikan kebenaran keyakinan kita itu harus. Tapi menghargai keyakinan orang lain itu juga mesti. Biarlah manusia-manusia lain disekitar kita yang menilai dan memutuskan. Tugas kita hanyalah menyampaiakan kebenaran yang kita yakini dan membuktikannya dengan tindakan yang kita lakoni. Dan jika pun semua orang berbeda dengan keyakinan kita, maka disitulah ujian integritas diri yang sesungguhnya. Dan kita tak perlu terprovokasi. Tak perlu emosi. Apalagi hingga mencaci maki.


Sahabat, tak bisakah kita hidup dalam kesederhanaan? Sederhana dalam mencintai dan juga sederhana dalam membenci. Menyikapi perbedaan dengan lebih arif dan berjiwa besar. Menyambut kritikan dengan senyuman. Atau menjawab tuduhan dengan kesantunan. Sebab api yang dijawab dengan api pula hanya akan membakar apa saja disekitar kita. Padahal api itu membutuhkan air untuk menyiraminya. Memadamkan amarah agar terlihat hakikat persoalannya.


Prasangka yang diperturutkan berpotensi mendorong orang untuk mencari-cari kesalahan saudaranya, atau minimal menggunjingkannya. Dan hal ini dapat menjadi awal terputusnya tali persaudaraan.

Ada sebuah cerita bahwa ada sepasang suami isteri yang dikarunia bayi laki-laki yang sangat tampan, karena sayangnya, cinta kasih suami isteri tersebut tercurah sepenuhnya pada si bayi. hingga suatu ketika, si isteri menitipkan pengasuhan bayi tersebut pada suaminya saat ia hendak pergi mandi.

Saat sedang mengasuh bayi kecilnya, datanglah seorang utusan yang meminta bapak itu untuk segera menghadap raja. Dengan segera si bapak bergegas pergi, dan meninggalkan bayinya di tengah rumah. beruntung keluarga ini memiliki tupai cerdik yang dengan setia menunggui sang bayi.

Tak lama kemudian muncul seekor ular berbisa yang hendak memangsa si bayi. Maka terjadilah pertempuran sengit antara tupai dengan ular, hingga akhirnya si ular terbunuh dengan leher hampir putus.

Beberapa saat berlalu, bapak itu pulang ke rumah. Ia sangat terkejut melihat sang tupai menerobos dari balik pintu dengan mulut berlumuran darah. Dalam hatinya, timbul prasangka bahwa tupai peliharaannya telah berbuat jahat pada putranya. Tanpa berpikir panjang, lelaki itu menghujamkan tongkatnya ke kepala tupai. binatang malang itu pun mati seketika dengan kepala hancur.

Namun, tatkala masuk ke dalam rumah, ia mendapati bayinya masih dalam keadaan sehat. Dan disampingnya tergolek bangkai seekor ular berbisa berlumuran darah. Lelaki itu segera sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya: membunuh tupai yang nyata–nyata telah menyelamatkan nyawa anaknya.

Kisah yang diungkapkan Ibn Al-Muqaffa’ dalam Kalilah wa Dimnah (Fabel–Fabel Kehidupan) tersebut menggambarkan bahwa prasangka selalu membawa penyesalan serta akibat yang tidak menyenangkan. Bila sudah berprasangka orang akan “merasa” dan “bertindak” tanpa landasan yang kuat, sehingga apa yang dilakukannya tidak dapat dipertanggung jawabkan.


Pantas bila Rasullullah SAW menyamakan prasangka dengan kedustaan. “Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta,” demikian bunyi hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah.

Dalam Al Quran, Allah SWT dengan tegas melarang hamba-Nya untuk berprasangka buruk (su’udzhan). “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al Hujuraat 12).

Mengomentari ayat tersebut Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengungkapkan bahwa Allah SWT melarang orang-orang beriman berprasangka buruk (su’udzhan), yaitu melakukan tuduhan dan sangkaan terhadap keluarga, kerabat, ataupun siapa saja yang tidak pada tempatnya, karena hal itu termasuk perbuatan dosa. “Maka jauhilah banyak prasangka itu sebagai sebuah kewaspadaan,” ungkap Ibnu Katsir lebih lanjut.

Abdul Hamid Al-Bilali mengungkapkan bahwa prasangka tidak akan terlepas dari dua kondisi:
Kondisi pertama, untuk sesuatu yang dapat diketahui dan diperkuat dengan dalil dan bukti-bukti. Sangkaan atau dugaan dalam kondisi ini boleh untuk dijadikan hukum. bahkan, sebagian besar hukum-hukum syariah dibentuk atas dasar praduga semacam itu, seperti qiyas, riwayat satu orang, dan dan sebagainya seperti nilai-nilai kebaikan dan undang-undang peradilan.

Kondisi kedua, adalah prasangka atau praduga yang tidak berlandaskan dalil dan bukti-bukti. Kondisi semacam ini tidak lebih dari dugaan kosong belaka, dan tidak layak dijadikan landasan untuk menerapkan hukum. Sebenarnya, prasangka jenis kedua inilah yang tidak dilandaskan pada bukti yang akurat dan korelasi dominan, dan tidak boleh kita lakukan dan wajib hukumnya untuk kita jauhi.

Pertanyaannya, mengapa Allah dan Rasul-Nya melarang kita berprasangka (buruk)? Islam adalah ajaran yang lebih mendahulukan pencegahan dari pada pengobatan. Islam akan bersikap tegas dalam memotong hal-hal yang berpotensi menimbulkan mudharat yang lebih besar. Demikian pula dengan prasangka. Walau tak tampak secara langsung di permukaan, tapi ia berpotensi menggiring manusia pada perbuatan dosa yang lebih besar.

Prasangka dapat pula melahirkan sikap munafik. Dalam arti apa yang diucapkan dan dilakukan bertentangan dengan kehendak hati. Lain di bibir lain di hati. Bisa jadi saat berinteraksi dengan orang yang kita sangkai, kita berkata sesuatu padahal hati kita menyangkal atau meragukannya. Prasangka dapat bisa menyebabkan orang berdusta dan mengabaikan amanah khususnya dari orang yang diprasangkai. Padahal, kemunafikan adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah.

Yang tak kalah bahayanya, prasangka bisa membuat hubungan interpersonal menjadi kurang hangat. Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan bahwa semua amal dan prilaku diawali oleh persepsi dan cara pandang seseorang.

Prasangka buruk hakikatnya adalah pikiran negatif. Dan, perilaku seseorang sangat ditentukan oleh pikirannya. Karena itu, ketika seseorang berprasangka buruk, maka setiap gerak dan prilakunya akan menampakkan hal yang buruk juga. Termasuk raut muka, gerak tabuh, ucapan, dan tingkah lakunya.

Prasangka timbul akibat tidak lengkapnya informasi yang sampai tentang seseorang. Akibatnya si penerima informasi hanya menduga-duga bahwa orang yang dilihatnya seperti A, B, atau C. Tidak ada kepastian. Karena itu, cara efektif untuk meminimalisasi prasangka adalah dengan menyerap informasi secara lengkap, tidak sepotong-potong. Dalam bahasanya Aa Gym, informasi yang diserap harus memenuhi kriteria BAL (benar, akurat, dan lengkap).

Kedua, prasangka bisa timbul karena pencitraan buruk terhadap seseorang. Karena itu Allah SWT merancang “formula tabayyun” agar umatnya tidak jatuh pada prasangka akibat kedengkian orang-orang fasik. Difirmankan, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujuraat : 6).

Tabayyun dapat diartikan sebagai klarifikasi, uji kebenaran, atau mengecek ulang tentang kebenaran sebuah berita. Sikap kritis itu diperlukan untuk menghindari fitnah yang akhirnya akan menimbulkan penyesalan dikemudian hari sebagai dampak dari informasi yang salah.

Ketiga, prasangka timbul dan akan tumbuh subur dalam hati yang kotor. Maka, langkah paling mendasar untuk meminimalisasi lahirnya prasangka adalah dengan menjaga kesucian hati. Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Quran mengungkapkan bahwa putihnya hati yang tidak tercoreng prasangka buruk akan membebaskan manusia dari kegamangan dan keraguan; juga melahirkan ketenangan yang tidak tercemari kekhawatiran. “Alangkah indah kehidupan yang terbebas dari prasangka dan praduga kosong!,” demikian ungkapnya.

Melihat fenomena kita di Indonesia sekarang ini sangatlah banyak hal-hal yang negatip muncul akibat prasangka tadi, contohnya saudara sekandung bisa saling bunuh, orang tua dan anak demikian juga, bahkan antara sesama teman juga terjadi demikian. Dan memang dampak dari sifat ini sangatlah merugikan. Marilah kita introspeksi diri kita agar jangan sampai jatuh dalam sifat jelek tersebut. ?

Tuesday, January 3, 2012

Do'a Indah nan Mulia untuk Calon Istri

 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Wahai Calon Istriku….

Bagaimana kabarmu hari ini? sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya dengan bermunajat kepada-Nya? Sudahkah kau bulatkan azzammu untuk istiqomah melangkah di jalan-Nya?



Calon Istriku….
Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah rizqimu dengan sungguh-sungguh. Aku mengantarmu dengan selempang doa yang tersampir di bahu angin.

Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu. Penuhi pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.

Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada-Nya, agar Ia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.

Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.


Calon Istriku….

Inilah goresan pena dari sang ikhwan (ana) yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai-Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

Yaa…… Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam

Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas

Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku

Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku

Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau

Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi

Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shalehah ketika aku berada di sisinya

Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal

Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal

Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa

Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang

Ya.. Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu

Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya

Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya

Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya

Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha, Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.

Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,

Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,

Membangun keturunan yang sholeh,

Membangun peradaban,

dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat

Karena aku sadar aku bukanlah

orang yang semulia abu bakar Radhiyallahu,

Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,

Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu

Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.

Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman

yang punya cita – cinta.

Ya….. Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku

Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga

Berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku

Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dari-Mu

Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya

Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya

Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,

Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik

Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap

Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat

Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….

#Astaghfirullah :( , Wallahu’alam bisshowab...



Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan do'aku dikabulkan-Nya untuk mendapatkan istri yang sholehah dan hanya dialah yang ada dalam do'aku.

Semoga ini bermanfaat untuk ikhwan yang lainnya dan juga sebagai pengingat untuk meluruskan visi kehidupan…^_^ Aamiin.

Monday, January 2, 2012

Surat Cinta Untuk Calon Istriku



 


*Kesamaan tokoh dan karakter dalam kartun ini hanyalah fiksi belaka.

 *et dah ada-ada bae ya, kayak gini aja pake diomongin.. emang penting apa ya? hehehe
:D

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Dear Calon Istriku,


Apa kabar imanmu hari ini?
Sudahkan harimu ini diawali dengan syukur?
Karena dapat menatap kembali fananya hidup ini..
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu
Atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Istriku..
Tahukan engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa,

Agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak..
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi,
Namun kini kurasakan diri ini lebih baik..

Kadang aku bertanya-tanya,
kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku..
Bagian terapuh diriku..
Namun kini aku tahu jawabannya..

Allah tahu dimana tempat yang paling tepat
Agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya.


Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh,
Sehingga saat kelak kita bertemu,
Kau bangga telah memiliki aku di hatimu..

Calon Istriku..

Entah..
Dimana dirimu sekarang..
Tapi aku yakin Allan pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku..
aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh..
Hingga akupun bangga memilikimu kelak..

Apa yang kuharap darimu adalah kesalihan..
Semoga sama halnya dengan dirimu..
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku..
Hanya kesia-siaan yang akan kau dapati..

Aku masih haus akan ilmu..
Namun berbekal ilmu yang ada saat ini..
Aku berharap dapat menjadi suami yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu..

Wahai calon istriku..
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku..
Tak lain do'aku agar menjadi anak yang soleh..
Agar kelak aku dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat..

Namun nanti..
Setelah menjadi suamimu..
aku berharap menjadi pendamping yang soleh..
Agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadaramu..
Mendampingin dirimu yang solehah wahai istriku....

Aku ini pencemburu berat..
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku..
Aku rela..
Aku harap begitu pula dirimu..

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan..
Meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..

Calon Istriku.. yang di Rahmati Allah..

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita..
Takkan kunamai dengan gubuk derita..
Karena itulah markas dakwah kita..
Dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan Kasih kepada-Nya..

Ketika kelak telah lahir generasi peners dakwah islam dari pernikahan kita..
Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal..
Dengan ilmu yang bermanfaat..
Terutama dengan menanamkan pada diri mereka keta'atan kepada Allah Taala..

Bunga akan indah pada waktunya..
Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman..
Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya..
Bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku..

Kini aku sedang belajar menjadi orang yang lebih baik..
Meski bukan orang yang terbaik..
Tatapi setidaknya aku akan berusaha menjadi yang terbaik di sisimu kelak..

Calon Istriku..
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata..
Seperti kata orang..
Tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata..

Itulah yang kini kuhadapi..
Kelak saat kita tengah bersama..
Maka dsitulah kau akan memahami diriku yang juga akan belajar memahamimu..

Bersabarlah Calon Istriku..
Do'aku selalu..
Agar Allah memudahkan jalanmu tuk menjemputku sebagai bidadarimu.. Juga sebaliknya

Semoga Allah selalu Menjagamu..
Agar tak tersentauh yang bukan mahrammu..
Meski hanya Seujung kuku..

Agar bisa mempersembahkan dirimu seutuhnya untukku..
Seperti halnya aku..
Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya..
Hanya untukmu..

Sudah dulu ya Calon Istriku..
Salam Cintaku untukmu, wahai Calon Istriku.


Sekian
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..




***
 
*Buat yang nbaca jangan ngerasa galau gimana-gimana ya, 
Biasa aja... anggap aja hiburan hati :D hahai

Sumber: Youtube.com

Jika Aku Jatuh Cinta





Ya Allah, jika aku jatuh cinta..
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu..
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu..

Ya Muhaimin, jika aku jatuh hati..
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu..
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu..

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati..
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari bertaut pada-Mu..

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu..
rindukanlah aku pada seseorang yang merindukan syahid di jalan-Mu..

Ya Allah, jika kau menikmati cinta kekasihMu..
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu..

Ya Allah, jika aku jatuh hati kepada kekasih-Mu..
jangan, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan pangjang menyeru manusia kepada cinta-Mu.. jika aku terjatuh bangkitkan kembali hatiku Ya Allah agar iya tetap tegar di jalan-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-Mu..
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga meluapkan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu..

Amin.. Ya Rabbal Alamin..
***

*Buat yang nbaca jangan ngerasa galau gimana-gimana ya, 
Biasa aja... anggap aja hiburan hati :D hahai


Sumber: Youtube.com

Friday, December 16, 2011

Do'a Rabitah

Berta'aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta,
sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta'awun (kerja sama).
(Imam Hasan al-Banna)



Cinta itu satu amanah. Ya.. karena Ia bukan hak mutlak milik kita. Cinta adalah milik Allah, Tidak wajar jika kita jadikan amanah untuk memusnahkan atau memungkiri amanah yang lain. Kita hamba ciptaan Allah yang dijadikan berpasang-pasangan. Kita hanya meminjam anugerah Allah itu, namun bila tiba masanya kita pasti akan berpulang kembali pada-Nya. Cinta yang hakiki datangnya dari Allah SWT semata-mata. bila aku adalah cinta yang kau dambakan selama ini, maka cintailah Allah lebih dari diriku. kasihilah Allah lebih dari segala-galanya kerana hidup dan matimu hanyalah bersama-Nya.

Mario Teguh's Quotes

Quotes

Blogger Jogja

Traffic Exchange

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

Wibiya provides a web toolbar that enables blogs and websites to integrate the most exciting services and web applications into their blog or website.