Buku Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab?
adalah karya Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi, menantu Hasan
Al-Banna. Buku ini membahas kemunduran umat Islam dalam perspektif yang
berbeda.
Kemunduran umat Islam, menurut banyak sejarawan
dimulai saat jatuhnya kota Baghdad di tangan Hulagu Khan pada tahun
1250 M. Ini pertanda yang awal dari berakhirnya supremasi Khilafah
Abbasyiyah dan titik awal kemunduran umat Islam di bidang politik dan
peradaban Islam yang selama berabad-abad lamanya menjadi kebanggaan
umat.
Pada masa kekhilafahan Islam dipegang Daulah
Utsmaniyah, sesungguhnya usaha memajukan peradaban Islam dimulai
kembali dan memang ada masa-masa kejayaan pada rentang waktu itu.
Seperti kemenangan Muhammad Al-Fatih dalam memfutuhkan Konstantinopel
dan lain-lain. Namun belum sampai pertengahan masa daulah Utsmaniyah
bertahan, penurunan terjadi kembali dan semakin mundur.
Sejak
abad 14 H, banyak ulama, pemikir Islam dan harakah Islamiyah yang
mencangkannya sebagai masa kebangkitan. Namun Muhammad Said Ramadhan
Al-Buthi –dengan menulis buku ini- justru mengisyaratkan bahwa
sekarangpun umat Islam masih berada dalam masa kemunduran. Dan
karenanya perlu dicari solusinya.
Siapakah Muhammad Said Ramadlan Al-Buthi?
Said
Ramadhan Al-Buthi adalah salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin yang juga
menjadi menantu Hasan Al-Banna. Beliau seorang ulama berpengaruh di
Syria yang cukup produktif menulis buku. Karyanya yang paling fenomenal
adalah Fiqhus Sirah. Selain Fiqhus Sirah dan buku ini, Man al-Mas-uul
'an Takhallufil Muslimiina, karya beliau antara lain :
1.
Muhadharat Fil Fiqhil Muqharin Ma'a Muqaddimati Fi Bayani Asbabi
Ikhtilafi al-Fuqaha' Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin
(Problematika Dalam Fiqh Muqarin, Sebab Terjadinya Perbedaan Fuqaha',
dan Pentingnya Mempelajari Fiqh Muqarin)
2. Al-Islam Maladz Kulli
Mujtama'at Insaniyyah; Limadza Wa Kaifa? (Islam Tempat Berlindung
Seluruh Masyarakat Sosial; Mengapa dan Bagaimana?)
3. Al Jihad Fil Islam; Kaifa Nafhamuhu ? Wa Kaifa Numarisuhu? (Jihad dalam Islam; Bagaimana Kita Memahami dan Melaksanakannya?
4. Salafiyyah; Marhalah Zamaniyyah Mubarakah La Madzhab Islami
5. Al 'Uqhubat Islamiyyah; Wa 'Aqduhu al-Tanaqhudhu Bainaha Wa Baina Ma Yusamma Bithobi'ihal
6. Hurriyatul Insan Fi Dhilli 'Ubudiyyahatihi Lillah (Kebebasan Manusia Dalam Beribadah)
7. Difa' 'An Islam Wa Tarikh (Belaan Terhadap Islam dan sejarah)
8. Al Islam Wa 'Asru; Tahaddiyat Wa 'Afaq (Islam dan Modernisme; Sebuah Tantangan dan Harapan)
Apa Diferensiasi Buku Ini?
Banyak
buku mengenai kemunduran umat Islam yang telah ditulis. Baik oleh
penulis muslim maupun para orientalis. Buku-buku itu mencoba menganalisa
mengapa terjadi kemunduran umat Islam dan mencoba menawarkan solusinya
berupa upaya kebangkitan umat.
Buku-buku yang ditulis
oleh orientalis –khususnya-, menghasilkan kesimpulan bahwa kemunduran
umat Islam yang bersamaan dengan kemajuan Barat, adalah karena tradisi
keagamaan yang cenderung membatasi umat Islam. Pendapat ini dipaparkan
di awal buku, pada bab I, dan ditolak oleh Said Ramadhan Al-Buthi
dengan menunjukkan argumentasi di mana letak kesalahannya.
Buku
Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab? ini mencoba
memadukan antara dalil naqli dengan argumentasi ilmiah dalam membahas
kemunduran umat Islam, siapa yang bertanggungjawab, dan bagaimana
solusinya. Akan kita temui dalam buku ini banyak catatan kaki yang
berisi data pendukung argumentasi Said Ramadhan Al-Buthi. Dalam isi
buku juga ditampilkan data-data modern seperti perkembangan pemakaian
teknologi rumah tangga di Prancis (mewakili Eropa) dalam rentang 25
tahun dibandingkan dengan Arab yang tertinggal 5 tahun.
Mengapa Masa Sekarang Masih Disebut Masa Kemunduran?
Berangkat
dari definisi "kemunduran" Said Ramadhan Al-Buthi berpendapat bahwa
masa sekarang pun umat Islam masih mengalami kemunduran. Kemunduran
dalam buku ini didefinisikan sebagai kata yang mencakup berbagai bentuk
kelemahan, kebodohan atau kekurangan dalam kehidupan suatu umat.
Kemunduran itu sendiri menjangkit ke dalam persatuan atau kepercayaan
umat muslim sehingga kekuasaan Zionisme Yahudi, misalnya, dengan
mudahnya merebut tanah Palestina. Bahkan, kemunduran bisa saka terjadi
akibat adanya stagnasi ilmiah dan keengganan umat untuk mengeksploitasi
kandungan bumi.
Di sisi lain, bangsa asing berupaya mencari berbagai cara untuk mencapai puncak kemajuan ilmu pengetahuan.
Sebab Kemunduran Umat Islam
Pada
banyak tempat Said Ramadhan Al-Buthi menyebutkan bahwa kemunduran umat
Islam bukan karena agamanya, bukan karena Islam. Kemajuan suatu bangsa
terdahulu juga tidak serta merta meminggirkan agama, sejarah atau
tradisinya.
Sebaliknya, Islam justru menjamin kemajuan
umatnya, ketika Islam diaplikasikan dengan benar. Itu yang pernah
terjadi pada Mit Ghorm Local Saving Bank, yang diambil Said Ramadhan
Al-Buthi sebagai contoh. Mit Ghorm Local Saving Bank merupakan sebuah
bank di Mesir yang mempraktikkan sistem Islam dengan meninggalkan bunga
yang tidak lain adalah riba. Bank ini sukses dan mengalami kemajuan
pesat dalam waktu singkat. Meskipun kemudian ia tidak didukung akibat
kepentingan politik rezim penguasa.
Said Ramadhan Al-Buthi
kemudian menjelaskan secara detail faktor-faktor kemunduran umat Islam
dalam bab III. Pertama, Instabilitas mental dan rasional. Yaitu segala
bentuk kekacauan dalam jiwa dan pemikiran. Kekacauan ini bermula dari
pengalaman sejarah yang bertemu dengan infiltrasi pemikiran ekstern.
Ketika daulah Utsmaniyah selama beberapa kurun mencapai puncak
kekuasaan dan kejayaannya, lambat laun mengalami kemunduran akibat
ketimpangan intern dan makar zionis. Umat yang terfragmen dalam
beberapa kelompok saling bermusuhan sehingga semakin merapuhkan daulah.
Sementara itu Eropa bangkit dengan pesat, sambil "membiuskan"
pemikiran bahwa kemajuan mereka adalah karena meninggalkan tradisi
lama, termasuk agama. Ini yang membuat umat Islam secara internal
semakin kacau pola pikirnya dan kemunduran semakin tak terhindarkan.
Kedua,
Tidak adanya rencana secara matang. Maksudnya adalah ketiadaan
programisasi yang menjadi bagian terpenting dari sebuah metodologi yang
bersifat kompleks. Ketiadaan ini menjadi sistemik, bukan saja karena
kurangnya intelektual dan pemimpin umat yang memikirkan secara strategis
bagaimana memajukan umat ini, tetapi juga kondisi pendidikan umat
Islam yang pelulusannya bersifat despostis.
Ketiga,
Hilangnya positivisme diantara sektor-sektor umat. Secara nyata kondisi
ini bisa dipahami sebagai hilangnya solidaritas diantara semua level
yang ada, yang seharusnya membudayakan nilai-nilai positif sebagai
penopang utamanya.
Keempat, ketiadaan unsur-unsur
pendidikan beserta nilai-nilai budaya demi memerangi keterbelakangan.
Dan kelima, terpecahnya persatuan. Di mana fanatisme yang meracuni
banyak kelompok dan melahirkan sikap merasa paling benar dan berhak
eksis serta mendominasi lebih dari entitas yang lain.
Solusi yang Ditawarkan
Bab
IV, bab terakhir, justru merupakan bab terpendek dalam buku ini.
Sehingga solusi yang dimuat dalam buku ini pun bersifat umum dan tidak
mendetail. Inilah barangkali yang menjadi kelemahan buku ini. Said
Ramadhan Al-Buthi menyimpulkan bahwa solusi itu tidak lain adalah
kembali kepada Islam. Bukan justru sebaliknya, mengaitkan kemunduran
umat Islam dengan ajarannya. Dengan memahami Islam pula, kita bisa
membedakan Islam dan sejarah umatnya. Islam yang merupakan rahmatan lil
alamin, jalan yang dibentangkan Allah kepada hamba-Nya, adalah jalan
pasti untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.
Judul Buku : Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Judul Asli : Man al-Mas-uul 'an Takhallufil Muslimiina
Penulis : Dr. Muhammad Sa'id Ramadlan Al-Buthi
Penerjemah : M. Burhanuddin - Muallimin
Penerbit : Mashun, Kelompok Masmedia Buana Pustaka, Sidoarjo
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Maret 2009
Tebal Buku : 151 halaman
sumber:
dari sini