Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Wednesday, May 7, 2014
Gara-gara Slilit,Sang Kiai Disiksa Oleh Allah
Diceritakan seorang Kyai Fulan, beliau sangat masyhur di daerahnya, bukan saja kealiman ilmunya tetapi budi pekertinya juga sangat baik. Suatu saat sang Kyai diundang kenduri oleh warganya, maka beliau bergegas menghadiri undangan tersebut dengan mengajak seorang Santri sebagai pendamping. Jamuanpun dihidangkan Kyai juga tidak ketinggalan menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Selesai makan sang Kyai merasa ada “sesuatu” yang mengganggu pada giginya, ya ada sisa daging yang menyelilit, Kyai sudah berusaha menghilangkan “slilit” tetapi gagal dan rupanya tidak ada alat untuk digunakan menghilangkan slilit itu.
Setelah selesai sang Kyai segera pulang, tapi dia masih terganggu oleh slilit, karena terganggu maka sang Kyai berusaha mencari alat untuk menghilangkan slilit itu. Di sebuah perkebunan beliau melihat pagar dari bambu, tanpa pikir panjang beliau memerintahkan santrinya untuk mematahkan bambu, yang akan digunakan menghilangkan slilitnya. Waktu terus berjalan, kemudian sang Kyai Fulan meninggal dunia.
Suatu hari sang santri yang dulu mengantar sang Kyai berziarah, entah mengapa sang santri tertidur di makam sang Kyai. Ditengah tidurnya sang santri bermimpi bertemu dengan sang Kyainya. “Assalamu’alaikum wahai Kyai!” kata Santri. “Walaikum Salam santriku” Jawab Kyai. “Waduh Kyai kenapa badan Kyai seperti ini? Bukankah Kyai ahli ibadah” Tanya santri penasaran karena melihat badan kyainya penuh sisa cabukan. “Oh santriku…, memang aku ahli ibadah, namun kau masih ingatkan waktu pulang dari kenduri…, aku mencuri bambu, dan rupanya sipemiliknya tidak rela…., sehingga aku disiksa demikian” Kata sang Kyai sambil menunjukkan luka-luka di badannya. “Santriku … tolong aku …, mintakan kehalalan dari pemilik kebun yang kucuri pagar bambunya…”Kata Kyai sambil menangis.
Sang santri terjaga dari tidurnya, ia segera pulang dan menemui pemilik kebun yang dulu pagar bambunya dicuri sang Kyai. Sang santri menceritakan hal ihwal yang menimpa pada Kyainya, Kemudian pemilik kebun menghalalkan apa yang telah diambil sang Kyai. Pada waktu yang lain sang santri bermimpi bertemu dengan sang Kyai. Dalam mimpinya kali ini sang santri melihat wajah sang Kyai berseri-seri dan tubuh yang bersinar-sinar. Rupanya setelah sang pemilik kebun menghalalkan, maka Allah pun juga mengampuni dosanya. Marilah kita renungkan cerita di atas, agar kita terhindar dari perbuatan yang tidak terpuji, meskipun itu sangat sepele.
Friday, October 12, 2012
Bersihkanlah Hati Agar Meraih Keberkahan-Nya
Hudzaifah.org
- Hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan,
kesuksesan, kemenangan, kedamaian, dunia akhirat. Sungguh sukses
beruntunglah hamba Allah yang suci hatinya. Hati yang suci akan mudah
mengakses, menerima, hidayah - petunjuk Allah, rahmat - kasih sayang
Allah, maghfirah - ampunan Allah, inayah - pertolongan Allah, dan berkah
demi berkah.
Yang kedua, hati yang bersih, do'a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih hatinya, bening.
Kemudian yang ketiga, hati yang bersih, subhanallah, kalau ia bicara, bicaranya pun menjadi hikmah. Qoulan tsakila, kata-kata yang berbobot.. Dan kalau hamba Allah yang hatinya bersih itu bicara, orang akan mendengar, orang akan menyimak, dan mudah mendapatkan hikmah, al ilmu dari mereka yang hatinya bersih.
Hati yang bersih, subhanallah, bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash, sabar, syukur, qona'ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih mudah meraih kekhusyu'an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan perbaikan.
Hati yang bersih, subhanallah, akan mendapat kedudukan yang mulia, maqoomammahmuudah. Hati yang bersih, subhanallah, pusat perhatian para malaikat. Seperti bintang di tengah malam, menyala-nyala, mengundang perhatian para malaikat. Sehingga malaikat mendekatinya dan terus memujinya dan mendoakannya, agar ia terus dalam kebersihan, dalam kesucian di hadapan Allah.
Kemudian hati yang bersih, subhanallah, akan membuat hati itu bercahaya. Hati yang bercahaya akan menerangi pikirannya, bicaranya, penglihatannya, pendengarannya, tubuhnya bercahaya. Hai akhlak yang mulia. Kemudian ia bercahaya, maka siapapun yang mendekati dirinya akan merasakan berkah dari cahaya yang ada pada dirinya. Jangankan dia, orang mendekat dia pun akan merasakan keberkahan-Nya. Kalau suami hatinya bersih, istrinya pun mendapatkan keberkahan. Kalau istri hatinya bersih insya Allah suami pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau orang tua bersih hatinya insya Allah anak-anaknya pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau pemimpin hatinya bersih insya Allah rakyat pun mendapatkan keberkahan dari kebersihan hatinya.
Hati yang bersih, firasatnya sangat tajam. Hati yang bersih, syaithon tidak dapat menguasainya, silau mata syaithon melihat hati hamba Allah yang bersih, karena memancar cahaya.
Karena itu kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita, diperbaiki akhlaq buruk yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita mendapatkan keberkahan demi keberkahan.
Yang kedua, hati yang bersih, do'a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih hatinya, bening.
Kemudian yang ketiga, hati yang bersih, subhanallah, kalau ia bicara, bicaranya pun menjadi hikmah. Qoulan tsakila, kata-kata yang berbobot.. Dan kalau hamba Allah yang hatinya bersih itu bicara, orang akan mendengar, orang akan menyimak, dan mudah mendapatkan hikmah, al ilmu dari mereka yang hatinya bersih.
Hati yang bersih, subhanallah, bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash, sabar, syukur, qona'ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih mudah meraih kekhusyu'an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan perbaikan.
Hati yang bersih, subhanallah, akan mendapat kedudukan yang mulia, maqoomammahmuudah. Hati yang bersih, subhanallah, pusat perhatian para malaikat. Seperti bintang di tengah malam, menyala-nyala, mengundang perhatian para malaikat. Sehingga malaikat mendekatinya dan terus memujinya dan mendoakannya, agar ia terus dalam kebersihan, dalam kesucian di hadapan Allah.
Kemudian hati yang bersih, subhanallah, akan membuat hati itu bercahaya. Hati yang bercahaya akan menerangi pikirannya, bicaranya, penglihatannya, pendengarannya, tubuhnya bercahaya. Hai akhlak yang mulia. Kemudian ia bercahaya, maka siapapun yang mendekati dirinya akan merasakan berkah dari cahaya yang ada pada dirinya. Jangankan dia, orang mendekat dia pun akan merasakan keberkahan-Nya. Kalau suami hatinya bersih, istrinya pun mendapatkan keberkahan. Kalau istri hatinya bersih insya Allah suami pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau orang tua bersih hatinya insya Allah anak-anaknya pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau pemimpin hatinya bersih insya Allah rakyat pun mendapatkan keberkahan dari kebersihan hatinya.
Hati yang bersih, firasatnya sangat tajam. Hati yang bersih, syaithon tidak dapat menguasainya, silau mata syaithon melihat hati hamba Allah yang bersih, karena memancar cahaya.
Karena itu kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita, diperbaiki akhlaq buruk yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita mendapatkan keberkahan demi keberkahan.
Monday, December 12, 2011
Jangan biarkan diri kita sempit hati
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, yang jernih, karena ternyata berat sekali menghadapi hidup dengan hati yang sempit.
Hati yang lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yang luas membentang, walaupun ada anjing, ada ular, ada kalajengking, dan ada aneka binatang buas lainnya, pastilah lapangan akan tetap luas. Aneka binatang buas yang ada malah makin nampak kecil dibandingkan dengan luasnya lapangan. Sebaliknya, hati yang sempit dapat diibaratkan ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit, baru berdua dengan tikus saja, pasti jadi masalah.
Thursday, December 8, 2011
Ikhlas dan Beberapa Perusaknya
Pentingnya amalan hati
Secara umum amalan hati lebih penting dan ditekankan daripada amalan lahiriyah. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah mengatakan: "Bahwasanya ia meru pakan pokok keimanan dan landasan utama agama, seperti mencintai Allah Subhannahu wa Ta'ala dan rasulNya, bertawakal kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , ikhlas dalam menjalankan agama semata-mata karena Allah Subhannahu wa Ta'ala , bersyukur kepadaNya, bersabar atas keputusan atau hukumNya, takut dan berharap kepadaNya,.." dan ini semua menurut kesepakatan para ulama adalah perkara wajib (Al fatawa 10/5, juga 20/70)
Label:
Dakwah,
Hikmah,
Ikhlas,
Islami,
Keagamaan (kerohanian),
Masyarakat,
Motivasi,
Nasihat,
Pendidikan,
Perusak Ikhlas,
Renungan,
Resensi,
Resume,
Rusaknya Keikhlasan,
Tokoh Islam,
Umat Islam
Monday, September 19, 2011
Resensi Buku Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna
Hasan Al-Banna adalah seorang mujahid dakwah yang tidak hanya mewariskan Ikhwanul Muslimin yang kini menjadi gerakan Islam terbesar di dunia. Ia juga mewariskan pemikiran-pemikiran yang sangat berharga bagi dunia Islam, tidak hanya bagi Ikhwan. Kontribusi pemikirannya telah memenuhi ruang sejarah tersendiri yang sampai kini terus dikaji dan diadopsi banyak gerakan Islam. Begitupun pemikirannya dalam bidang politik.
Label:
Buku,
Dakwah,
Hasan Al-Banna,
Hikmah,
Islami,
Jejak Tokoh,
Motivasi,
Nasihat,
Renungan,
Resensi,
Resume,
Sejarah,
Tarbiyah Politik,
Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna,
Terjemahan,
Tokoh Islam
Resensi Buku Kemunduran Umat Islam, Siapa yang bertanggung Jawab?
Buku Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab? adalah karya Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi, menantu Hasan Al-Banna. Buku ini membahas kemunduran umat Islam dalam perspektif yang berbeda.
Kemunduran umat Islam, menurut banyak sejarawan dimulai saat jatuhnya kota Baghdad di tangan Hulagu Khan pada tahun 1250 M. Ini pertanda yang awal dari berakhirnya supremasi Khilafah Abbasyiyah dan titik awal kemunduran umat Islam di bidang politik dan peradaban Islam yang selama berabad-abad lamanya menjadi kebanggaan umat.
Pada masa kekhilafahan Islam dipegang Daulah Utsmaniyah, sesungguhnya usaha memajukan peradaban Islam dimulai kembali dan memang ada masa-masa kejayaan pada rentang waktu itu. Seperti kemenangan Muhammad Al-Fatih dalam memfutuhkan Konstantinopel dan lain-lain. Namun belum sampai pertengahan masa daulah Utsmaniyah bertahan, penurunan terjadi kembali dan semakin mundur.
Sejak abad 14 H, banyak ulama, pemikir Islam dan harakah Islamiyah yang mencangkannya sebagai masa kebangkitan. Namun Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi –dengan menulis buku ini- justru mengisyaratkan bahwa sekarangpun umat Islam masih berada dalam masa kemunduran. Dan karenanya perlu dicari solusinya.
Siapakah Muhammad Said Ramadlan Al-Buthi?
Said Ramadhan Al-Buthi adalah salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin yang juga menjadi menantu Hasan Al-Banna. Beliau seorang ulama berpengaruh di Syria yang cukup produktif menulis buku. Karyanya yang paling fenomenal adalah Fiqhus Sirah. Selain Fiqhus Sirah dan buku ini, Man al-Mas-uul 'an Takhallufil Muslimiina, karya beliau antara lain :
1. Muhadharat Fil Fiqhil Muqharin Ma'a Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha' Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin (Problematika Dalam Fiqh Muqarin, Sebab Terjadinya Perbedaan Fuqaha', dan Pentingnya Mempelajari Fiqh Muqarin)
2. Al-Islam Maladz Kulli Mujtama'at Insaniyyah; Limadza Wa Kaifa? (Islam Tempat Berlindung Seluruh Masyarakat Sosial; Mengapa dan Bagaimana?)
3. Al Jihad Fil Islam; Kaifa Nafhamuhu ? Wa Kaifa Numarisuhu? (Jihad dalam Islam; Bagaimana Kita Memahami dan Melaksanakannya?
4. Salafiyyah; Marhalah Zamaniyyah Mubarakah La Madzhab Islami
5. Al 'Uqhubat Islamiyyah; Wa 'Aqduhu al-Tanaqhudhu Bainaha Wa Baina Ma Yusamma Bithobi'ihal
6. Hurriyatul Insan Fi Dhilli 'Ubudiyyahatihi Lillah (Kebebasan Manusia Dalam Beribadah)
7. Difa' 'An Islam Wa Tarikh (Belaan Terhadap Islam dan sejarah)
8. Al Islam Wa 'Asru; Tahaddiyat Wa 'Afaq (Islam dan Modernisme; Sebuah Tantangan dan Harapan)
Apa Diferensiasi Buku Ini?
Banyak buku mengenai kemunduran umat Islam yang telah ditulis. Baik oleh penulis muslim maupun para orientalis. Buku-buku itu mencoba menganalisa mengapa terjadi kemunduran umat Islam dan mencoba menawarkan solusinya berupa upaya kebangkitan umat.
Buku-buku yang ditulis oleh orientalis –khususnya-, menghasilkan kesimpulan bahwa kemunduran umat Islam yang bersamaan dengan kemajuan Barat, adalah karena tradisi keagamaan yang cenderung membatasi umat Islam. Pendapat ini dipaparkan di awal buku, pada bab I, dan ditolak oleh Said Ramadhan Al-Buthi dengan menunjukkan argumentasi di mana letak kesalahannya.
Buku Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab? ini mencoba memadukan antara dalil naqli dengan argumentasi ilmiah dalam membahas kemunduran umat Islam, siapa yang bertanggungjawab, dan bagaimana solusinya. Akan kita temui dalam buku ini banyak catatan kaki yang berisi data pendukung argumentasi Said Ramadhan Al-Buthi. Dalam isi buku juga ditampilkan data-data modern seperti perkembangan pemakaian teknologi rumah tangga di Prancis (mewakili Eropa) dalam rentang 25 tahun dibandingkan dengan Arab yang tertinggal 5 tahun.
Mengapa Masa Sekarang Masih Disebut Masa Kemunduran?
Berangkat dari definisi "kemunduran" Said Ramadhan Al-Buthi berpendapat bahwa masa sekarang pun umat Islam masih mengalami kemunduran. Kemunduran dalam buku ini didefinisikan sebagai kata yang mencakup berbagai bentuk kelemahan, kebodohan atau kekurangan dalam kehidupan suatu umat. Kemunduran itu sendiri menjangkit ke dalam persatuan atau kepercayaan umat muslim sehingga kekuasaan Zionisme Yahudi, misalnya, dengan mudahnya merebut tanah Palestina. Bahkan, kemunduran bisa saka terjadi akibat adanya stagnasi ilmiah dan keengganan umat untuk mengeksploitasi kandungan bumi.
Di sisi lain, bangsa asing berupaya mencari berbagai cara untuk mencapai puncak kemajuan ilmu pengetahuan.
Sebab Kemunduran Umat Islam
Pada banyak tempat Said Ramadhan Al-Buthi menyebutkan bahwa kemunduran umat Islam bukan karena agamanya, bukan karena Islam. Kemajuan suatu bangsa terdahulu juga tidak serta merta meminggirkan agama, sejarah atau tradisinya.
Sebaliknya, Islam justru menjamin kemajuan umatnya, ketika Islam diaplikasikan dengan benar. Itu yang pernah terjadi pada Mit Ghorm Local Saving Bank, yang diambil Said Ramadhan Al-Buthi sebagai contoh. Mit Ghorm Local Saving Bank merupakan sebuah bank di Mesir yang mempraktikkan sistem Islam dengan meninggalkan bunga yang tidak lain adalah riba. Bank ini sukses dan mengalami kemajuan pesat dalam waktu singkat. Meskipun kemudian ia tidak didukung akibat kepentingan politik rezim penguasa.
Said Ramadhan Al-Buthi kemudian menjelaskan secara detail faktor-faktor kemunduran umat Islam dalam bab III. Pertama, Instabilitas mental dan rasional. Yaitu segala bentuk kekacauan dalam jiwa dan pemikiran. Kekacauan ini bermula dari pengalaman sejarah yang bertemu dengan infiltrasi pemikiran ekstern. Ketika daulah Utsmaniyah selama beberapa kurun mencapai puncak kekuasaan dan kejayaannya, lambat laun mengalami kemunduran akibat ketimpangan intern dan makar zionis. Umat yang terfragmen dalam beberapa kelompok saling bermusuhan sehingga semakin merapuhkan daulah. Sementara itu Eropa bangkit dengan pesat, sambil "membiuskan" pemikiran bahwa kemajuan mereka adalah karena meninggalkan tradisi lama, termasuk agama. Ini yang membuat umat Islam secara internal semakin kacau pola pikirnya dan kemunduran semakin tak terhindarkan.
Kedua, Tidak adanya rencana secara matang. Maksudnya adalah ketiadaan programisasi yang menjadi bagian terpenting dari sebuah metodologi yang bersifat kompleks. Ketiadaan ini menjadi sistemik, bukan saja karena kurangnya intelektual dan pemimpin umat yang memikirkan secara strategis bagaimana memajukan umat ini, tetapi juga kondisi pendidikan umat Islam yang pelulusannya bersifat despostis.
Ketiga, Hilangnya positivisme diantara sektor-sektor umat. Secara nyata kondisi ini bisa dipahami sebagai hilangnya solidaritas diantara semua level yang ada, yang seharusnya membudayakan nilai-nilai positif sebagai penopang utamanya.
Keempat, ketiadaan unsur-unsur pendidikan beserta nilai-nilai budaya demi memerangi keterbelakangan. Dan kelima, terpecahnya persatuan. Di mana fanatisme yang meracuni banyak kelompok dan melahirkan sikap merasa paling benar dan berhak eksis serta mendominasi lebih dari entitas yang lain.
Solusi yang Ditawarkan
Bab IV, bab terakhir, justru merupakan bab terpendek dalam buku ini. Sehingga solusi yang dimuat dalam buku ini pun bersifat umum dan tidak mendetail. Inilah barangkali yang menjadi kelemahan buku ini. Said Ramadhan Al-Buthi menyimpulkan bahwa solusi itu tidak lain adalah kembali kepada Islam. Bukan justru sebaliknya, mengaitkan kemunduran umat Islam dengan ajarannya. Dengan memahami Islam pula, kita bisa membedakan Islam dan sejarah umatnya. Islam yang merupakan rahmatan lil alamin, jalan yang dibentangkan Allah kepada hamba-Nya, adalah jalan pasti untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.
Judul Buku : Kemunduran Umat Islam: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Judul Asli : Man al-Mas-uul 'an Takhallufil Muslimiina
Penulis : Dr. Muhammad Sa'id Ramadlan Al-Buthi
Penerjemah : M. Burhanuddin - Muallimin
Penerbit : Mashun, Kelompok Masmedia Buana Pustaka, Sidoarjo
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Maret 2009
Tebal Buku : 151 halaman
sumber: dari sini
Label:
Buku,
Hikmah,
Islami,
Jejak Tokoh,
Kemunduran Umat Islam,
Kemunduran Umat siapa yang bertanggung Jawab?,
Motivasi,
Nasihat,
Renungan,
Resensi,
Sejarah,
Tokoh Islam,
Umat Islam
Thursday, September 15, 2011
Wanita
Rasulullah saw bersabda, ''Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan paling indah adalah wanita salehah.'' (Hadist riwayat muslim).
Hadist ini menunjukkan bahwa betapa islam memandang tinggi kedudukan wanita dalam kehidupan global.
Berdasrkan Al-Qur'an, wanita digambarkan dengan tiga fungsi.
Pertama, Wanita diangap sebagai fitnah dan musuh, andaikan tidak di didik dan diasuh serta dibentuk menurut syariat islam
Thursday, September 8, 2011
Amal Berbuah Cinta Allah
Orang yang paling bahagia adalah orang yang
menjadi kekasih Allah. Seorang hamba yang menjadi kekasih Allah pasti
akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amal saleh merupakan
fondasi utama yang akan mengantarkan kita menjadi kekasih-Nya. Lalu,
bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan bisa mengantarkan pada
cinta Allah SWT? Paling tidak ada lima kiat yang harus kita lakukan.
Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta. Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening dan jernih. Cinta sebagai media untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepadanya bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk shalat, doa, zikir, dan membaca Aquran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisiten dalam berpegang teguh pada ajaran Islam.
Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta. Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening dan jernih. Cinta sebagai media untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepadanya bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk shalat, doa, zikir, dan membaca Aquran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisiten dalam berpegang teguh pada ajaran Islam.
Monday, August 29, 2011
Jangan Menunggu !
Jangan menunggu bahagia baru tersenyum
tapi tersenyumlah, maka akan bahagia
Jangan menunggu kaya baru bersedekah
tapi bersedekahlah, maka semakin kaya
Jangan menunggu cinta baru berta’aruf
tapi berta’aruflah, insya Allah cinta hadir dalam ridho-Nya
Jangan menunggu pasangan yang sempurna baru menikah
tapi menikahlah, maka insya Allah kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu
Jangan menunggu terinspirasi baru menulis
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam jiwamu
Jangan menunggu termotivasi baru bergerak
tapi bergeraklah, maka motivasimu akan meningkat
Jangan menunggu proyek baru mau bekerja
tapi berkerjalah maka proyek kan berdatangan kepadamu
Jangan menunggu dicintai baru mencintai
tapi belajar mencintai, maka engkau kan dicintai
Jangan menuggu kuantitas, baru membangun kualitas
Tapi binalah kualitas, maka kuantitas akan bersama orang2 yang berkualitas
Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang
tapi hiduplah dengan tenang, insya Allah bukan sekedar uang yang datang
Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti
Tapi bergeraklah, maka engkau akan menjadi contoh yang diikuti
Jangan menunggu sukses baru bersyukur
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
Jangan menunggu menang, baru bertaqwa total
tapi bertaqwalah dengan total, maka kemenangan pasti kan datang
Para Pecundang selalu menunggu bukti
dan para pemenang selalu menghadirkan bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan oleh satu aksi nyata
Wallahu a'lam
http://kitaro-super-camp.blogspot.com/
Sunday, August 28, 2011
Hening
Dalam sebuah keheningan malam, seekor anak kelinci tampak gelisah dalam lubang nyaman keluarganya. Entah kenapa, matanya sulit untuk dipejamkan. Pikirannya selalu menerawang ke arah gelap yang membuat suasana kian hening.
“Ayah, kenapa di sebagian hidup kita selalu ada malam yang membuat hening?” tanya sang anak kelinci kepada ayahnya yang tiba-tiba terbangun.
Setelah berpikir sebentar, sang ayah kelinci menjawab, “Begitulah Yang Maha Kuasa menciptakan keseimbangan dalam hidup kita. Ada saatnya kita bergerak, berlari, mencari makan, dan ada saatnya kita beristirahat.”
“Ayah, bukankah kita bisa istirahat dalam suasana terang?” sergah sang anak kelinci di luar dugaan ayahnya.
“Anakku, dalam diri kita ada ego, nafsu yang selalu memaksa kita untuk memenuhi kemanjaan-kemanjaannya. Kepuasannya tidak akan pernah berakhir hingga kita mati. Karena itulah, Yang Maha Bijaksana menciptakan malam untuk memaksa kita tidak lagi menuruti ego atau nafsu,” ucap sang ayah kelinci panjang.
“Tapi ayah, aku tidak bisa terlalu lama mengisi malam hanya dengan istirahat. Seperti yang kualami malam ini,” ungkap si anak kelinci lagi.
“Anakku, malam hanya bentuk dari sebuah keadaan. Isi yang utamanya adalah keheningan. Saat itulah, makhluk hidup seperti kita terpenjara alam ketidakberdayaannya. Dan saat itulah, kita tersadarkan dengan kesalahan, kekhilafan, kelengahan atas apa yang telah kita lakukan di siang tadi agar tidak lagi terulang esoknya. Itulah istirahat yang sebenarnya,” jelas sang ayah kelinci.
Hiruk pikuk kehidupan selama sebelas bulan dalam putaran satu tahun, seperti memenjara kita dalam ruang sempit yang dikuasai nafsu dan syahwat. Seluruh raga terus ingin bergerak memenuhi perintah syahwat untuk mendapatkan kepuasan sesuatu: harta, seks, kekuasaan, kepemilikan, dan sejenisnya.
Allah swt. memaksa hamba-hambaNya yang Ia cintai untuk sejenak berada dalam keheningan. Keheningan malam yang memberikan ruang bagi ruhani bergerak mengalahkan syahwat, untuk terbang ke langit meninggalkan hinanya tarikan dunia.
Dan, keheningan beberapa hari terakhir di bulan suci ini untuk melihat wajah dunia sebelas bulan kita apa adanya. Untuk sesaat, memenjarakan syahwat yang selama ini telah menjadi tuan dalam diri kita.
Sumber: http://www.eramuslim.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Mario Teguh's Quotes
Quotes
Traffic Exchange
EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!







