Welcome

Berawal dari ketiadaan, kita berpikir dan belajar untuk menciptakan. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat. "Mari berbagi manfaat" #Give thank to Allah, the Creator of all things.
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

5 Menit Bersama Bidadari [Kisah]

 
Namanya Aini. begitu saya biasa memanggilnya. Salah satu ’adik’ terbaik yang pernah saya miliki, yang pernah saya temui dan alhamdulillah Allah pertemukan saya dengannya.

Seharusnya 20 Nopember kemarin genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa saya ambil darinya. Kedewasaan sikap, kesabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa dalam meretas jalan dakwah, Seorang Penggerak dakwah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki prasangka baik yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah saya terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa gadis lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang pernikahan, maka Aini ,Allah taqdirkan harus terus meretas kesabaran. Beberapa kali saya berikhtiar membantunya menemukan pemuda shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang pemuda begitu " lemahnya " hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang pemuda mengundurkan diri , Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes " kenapa pemuda sekarang seperti ini ?”

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang pemuda shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna "Alhamdulillah..jazakillah kamu sudah membantuku...mohon doa agar diridhai Allah "

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal pemuda shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 8 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang pemuda menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan.

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai Aini mengisi sebuah kajian , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga Aini juga sang pemuda pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Ya Rabb...sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang pemuda pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Aini.

" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Agamanya ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..."

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang pemuda.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah saya melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan. :'-)

Tepat setelah ijab kabul terucap...sang pemuda pun mencium kening Aini serta membacakan doa diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala Aini. Lirih, kami pun masih mendengar Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan saya....."

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Sang Pemuda telah menjemput seorang bidadari... sebuah karunia indah dan janji yang telah Allah berikan padanya...

Dan sang pemuda pun melepas dengan penuh ketulusan dengan iringan tetes air mata yang tidak kuasa ditahannya...

" YA ALLAH.....SAYA TELAH MENIKAHI SEORANG BIDADARI.... NIKMAT MANA LAGI YANG HARUS SAYA DUSTAKAN..."

Begitulah sang pemuda shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan...

Selamat jalan adikku sayang ...engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang pemuda pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para pemuda shalih yang berkhidmat di jalan dakwah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada...."

Selamat jalan Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya....Semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya... Aamiin)

Wasiat Rasulullah Saw. kepada calon istri dan keluarganya:
“Apabila datang kepada kalian seorang peminang yang kalian senangi agamanya dan akhlaknya maka cepat-cepatlah dikawinkan. Kalau kalian tidak melakukannya maka akan timbul fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung." [HR. Bukhari dan Muslim].

"Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi." [HR. Bukhari dan Muslim].

“Sebaik-baik wanita adalah apabila engkau melihatnya, dia menggembirakan. Apabila engkau perintah dia mentaatimu, dan ia senantiasa memelihara dirinya dan hartamu di belakangmu.” [HR. at-Tabroni dari Abdullah bin Salam].

“Hendaknya tiap-tiap orang berusaha memiliki hati yang bersyukur dan lidah yang berdzikir dan memiliki istri yang membantu dan mendorong dalam masalah akhirat.” [Ar-Rokhawi dari hadits Abu Hurayrah].

"Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah." [HR. Muslim].

Ya ya ya... ternyata salah satu KUNCI SUKSES hidup di Dunia ini adalah memiliki ISTRI SHALIHAH.

Sahabat, waaaah subhanallah ya, terbukti tidak ada satu manusiapun yang sempurna fisik dan akhlaqnya di dunia ini, dan tidak ada satu manusiapun yang bisa berbuat sesuai dengan kehendak kita, pasti ada perbedaan, pasti akan ada perselisihan, pasti akan ada pertengkaran, semua itu adalah proses ujian untuk kita semua, sebagai tolok ukur sejauhmana keimanan dan kesabaran kita, ok yuk kita SEGERA MENIKAH dan MENIKAHKAN, hilangkan segala kekhawatiran karena Allahlah yang menjaminnya. ^_^

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat menginspirasi serta membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

^_^

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT, kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------------------

----------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Wednesday, October 31, 2012

Tukang Tahu [Kisah]




Suatu hari, seorang penjual tahu berpamitan kepada ibu-ibu pelanggannya. “Hari ini adalah hari terakhir saya berjualan tahu, sebab besok saya sudah pindah profesi,” katanya.
Ibu-ibu itu pun terperanjat mendengarnya. “Apa yang membuatmu pindah pekerjaan? Bukankah tahu milikmu laku terjual?” tanya Bu Laras.
Sambil cemberut, si tukang tahu menjawab, “Pekerjaan ini prospeknya tidak bagus, kadang laku, kadang tidak. Sulit mengharapkan perbaikan masa depan dari tahu-tahu ini. Badan malah jadi capek, kulit menghitam, keringatan, bau lagi!”

Nenek Binggo berkata lembut, “Sabar, Nak! Menjalankan usaha itu memang butuh kesabaran. Lambat laun usahamu pasti berkembang. Lihatlah Pak Burhan, awalnya ia juga pedagang keliling, sekarang malah sudah jadi bos besar. Lagi pula ke mana lagi kami hendak beli tahu kalau kamu berhenti jualan?” , “Memangnya kau mau bekerja apa?” tanya Bu Laras.
“Tempo hari saya bertemu teman-teman semasa sekolah dulu. Kulit mereka putih-putih dan bersih, padahal dulunya dekil. Mereka kerja kantoran makanya badan mereka terawat. Saya malah diajak masuk ke salah satu kantor tempat mereka bekerja. Wah, rasanya sejuk karena pakai AC. Pakaian mereka juga bagus-bagus. Enak sekali hidup mereka!”

Nenek Binggo menasihati, “Jangan ceroboh dalam membuat keputusan, Nak! Saya yang tua ini sudah merasakan asam garam pekerjaan. Sebelumnya bertahun tahun saya bekerja kantoran. Hasilnya, badan capek, terkungkung, dan sering stres. Akhirnya saya memilih keluar untuk berwirausaha. Awalnya memang perlu bersabar, namun di kemudian hari saya memetik hasilnya.”
“Sudahlah! Saya pun sudah patah semangat dengan tahu. Harga kedelai yang naik turun membuat kepala makin pusing, bahkan saya terpaksa mencampurkan tahu dengan singkong,” ujar si penjual tahu.
“Lho, dicampur dengan singkong rupanya?!” Ibu-ibu terperanjat.
“Iya, mana mungkin tahu terbuat dari kedelai saja, dicampur singkong pun untungnya tipis. Ibu-ibu sih, naik harga sedikit langsung menjerit!” balas penjual tahu dengan kesal.

Setelah perdebatan itu mereka pun membubarkan diri. Ibu-ibu pusing memikirkan ke mana lagi hendak membeli tahu, dan tak kalah pening setelah mengetahui tahu yang dimakan selama ini ternyata dicampur singkong. Sementara itu, si penjual tahu tersenyum lebar, bayangan enaknya bekerja kantoran terus berkibar-kibar.

Hari-hari pertama bekerja kantoran, mantan tukang tahu itu bangga bukan kepalang. Satiyem, gadis tetangga, terpesona melihatnya berbaju kemeja, bersepatu yang disemir mengkilat, dan beraroma minyak wangi yang memabukkan.

“Berangkat kerja ya, Mas? Hati-hati di jalan ya,” sapa Satiyem lembut. Dulunya gadis itu melihat pun tak sudi padanya. Mantan penjual tahu itu tak mau kalah lagak, dia pun melengos begitu lewat di depan Satiyem.
“Huh, di kantor ceweknya lebih cantik-cantik. Tidak sebanding dengan gadis penjual jamu itu,” soraknya dalam hati.

Di kantor tingkah mantan penjual tahu itu menjadi jadi, tiap sebentar dia merapikan rambut dengan sisir, membetulkan posisi dasi, atau membetulkan kemejanya. Dia juga merasakan kesejukan AC yang membuatnya serasa menikmati musim salju di Eropa. Berhubung tidak punya ijazah sarjana, diterima menjadi pesuruh kantor pun dia amat bersyukur. Dasar rezeki, dia malah beruntung mendapat posisi di bagian administrasi. Tak percuma dulu dia menyempatkan diri kursus komputer setamat sekolah.

Lewat seminggu mantan tukang tahu itu mulai tertekan. Jadi tukang ketik ternyata seperti kerja rodi, apalagi dia mesti meladeni puluhan karyawan yang rewel.

Pagi pagi sekali dia sudah berangkat ke kantor dan harusnya pukul 17.00 sudah pulang, namun tumpukan pekerjaan membuatnya terpaksa pulang tengah malam. Dulu, sebagai tukang tahu dia mengatur diri sendiri, kini sebagai tukang ketik dia harus mau diatur. Sebelumnya ada ibu-ibu pelanggan tahu yang mau mendengar curhatnya, sekarang dia tak boleh mengeluh sedikit pun. Dan kini dia pun paham mengapa meja kerjanya tidak dihuni siapa pun sebelumnya. Rupanya posisi mejanya itu menjadi sasaran utama semburan AC. Tak heran setiap pulang kerja tubuhnya terasa meriang.

Mantan tukang tahu itu mencoba bersabar. Barangkali yang dialaminya hanya masalah adaptasi, lambat laun tentu akan terbiasa. Hingga pada akhir bulan jantungnya nyaris copot, gaji yang diterimanya hanya setengah dan penghasilannya sebagai tukang tahu. Dia tak percaya, di balik pakaian necis dan kantor mewahnya, penghasilanya malah tidak cukup untuk menutupi biaya hidup. Diam diam dia pun membawa bekal dari rumah dalam rangka penghematan. Hal yang membuatnya kuat adalah pujian dan kekaguman yang terus diterimanya dari tetangga dan teman-teman.

Sabar itu sikap yang positif. Namun, penantian si mantan tukang tahu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan kulit putih tak kunjung tiba. Kulitnya malah memucat karena jatuh sakit. Akhirnya dia memilih mengundurkan din. “Ternyata saya tidak cocok dengan kerja kantoran,

saya malah lebih suka menjadi tukang tahu. Tidak ada yang mengatur, menyenangkan, dan hasilnya lumayan,” ujarnya pada Satiyem yang datang menjenguk. Dia juga minta maaf atas lagak sombongnya selama bekerja kantoran.

Setelah pulih, si tukang tahu kembali berkeliling di perumahan. Bedanya, kali ini dia tampil lebih bersih dan wangi. “Tukang tahu tak harus bau!” ujarnya pada Satiyem saat berangkat dan rumah.
Sayangnya, ibu-ibu pelanggannya dulu tidak satu pun yang mau membell tahunya. “Maaf, kami sudah membelinya,” jawab mereka.

Ternyata begitu dia memutuskan menjadi tukang ketik, ada tukang tahu lain yang menggantikan posisinya. Tukang tahu pengganti itu datang lebih pagi hingga mendapatkan pelanggan lebih banyak, dan tahunya pun lebih enak sebab tidak dicampur singkong. Kejutan berikutnya, penjual tahu baru itu adalah temannya sendiri yang semula bekerja kantoran. Si penjual tahu yang kembali ke profesi awalnya itu pun hanya bisa tertunduk lemas.

Allah SWT juga menjamin akan memberikan nikmat yang lebih banyak lagi kalo kita mau bersyukur / berterima kasih kepada Allah SWT : “ Sungguh jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkarinya, sungguh azab-Ku sangat keras ” Surat Ibrahim 7 (QS. Ibrahim : 7)

Walau nikmat dan apa yang kita capai saat ini belum seperti apa yang kita harapkan : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat menginspirasi serta membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

^_^

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT, kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------------------
----------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Tuesday, October 30, 2012

Istri Idaman [Kisah]


 
Aku ingin istri yang cantik Ma, yang pintar dan bisa enak diajak diskusi, nyambung ketika bicara dan mudah dibawa masuk ke dalam acara keluarga, dan utamanya menerima kekurangan dan kelebihan kita Ma,” Anto memaparkan alasan kenapa sudah 32 tahun belum juga mau menikah.

“ Mama, tahu kan betapa menderitanya Bang Ucok, punya istri yang kaya
ra
ya namun arogan setengah mati, Ma tahu kan Bang Ucok itu apalagi setelah di PHK makin sering dimarahin istrinya siang malam, kemarin saja aku dengar sendiri istrinya teriak - teriak di telepon nyuruh Bang Ucok cepat pulang dari sini, itu karena Maryam, anak Bang Ucok yang ke dua sakit panas. Yaa mestinya istrinya ngertilah Bang Ucok kan cuma sebentar di sini, cuma mampir nengokin anak yang baru pulang dari rumah sakit, kan sebentar. Kalau salah pilih istri malah bikin suami- suami jadi pusing, dan rumah tangga jadi gak bahagia,” Urai Anto panjang lebar dan seakan meminta pengertian sang Mama.

“ Ada lagi istri si Umar, Mama ingat kan Umar kawan kuliahku dulu yang ketua rohis (rohani islam)? yang berjenggot itu lho Ma, Da’i yang rajin banget sholat bahkan ikut - ikut berdakwah, dan sekarang sesekali berdakwah di mushola kantorku ... tapi baru saja ku dengar mereka bercerai, masing - masing bawa satu anak, karena ku dengar istrinya sangat kasar dan suka melempar - lempar barang kalau marah, kebayang gak sih punya istri marah - marah melulu, hidup jadi gak tenang kan, " gerutu Anto lagi.

***
“Lalu kamu mau punya istri yang kaya siapa To? di dunia ini kan tidak ada bidadari yang numpang lewat lalu menawarkan diri jadi istri kamu,” tanya Mamanya Anto dengan lembut. “ Tidak ada perempuan yang sempurna di dunia ini, susah nyari yang sempurna, pasti ada cacat celanya,” Mama meneruskan sambil memegang bahu Anto dengan penuh kasih sayang. “ Mama ini sudah tua To, Mama hanya ingin sepeninggal Mama nanti, kamu ada yang mengurus, merawat dan sudah punya anak - anak yang akan membuatmu menjadi dewasa dan gembira karena anak - anak itu membuat seorang suami menjadi lebih bertanggung jawab atas rumah tangga dan kehidupan ini. Tidak lama lagi mungkin Mama akan menyusul ayahmu To, Mama hanya ingin sepeninggal Mama, kamu telah memperkenalkan istrimu pada Mama,” isak ibunya Anto tertahan.

Anto hanya terdiam dan tercenung lama, gumamnya dalam hati, “ karena aku belum menemukan wanita seperti dirimu, Ma yang diam saja bila dimarahi suaminya, yang selau berkata lembut, yang selalu mengerti aku, yang selalu mengalah dan mendahulukan kepentinganku, yang pasrah dikasih uang berapa saja oleh suaminya, yang cantik seperti dirimu, yang menyayangi anak - anaknya seperti dirimu, aku susah sekali menemukan wanita yang baik seperti dirimu di zaman sekarang ini, banyak perempuan cantik namun mereka tidak memiliki sifat-sifat yang kuinginkan dari seorang wanita yang mengalah dan keibuaan seperti dirimu,” demikian renung Anto dalam hati.

Hmm, namun Anto sebenarnya tidak tahu bahwa, sudah berapa kali ibunya minta cerai pada ayahnya, sudah berapa kali ibunya membantah ucapan ayahnya, sudah berapa kali ibunya marah-marah dan membanting pintu dengan keras pada ayahnya dalam hal berbeda pendapat yang cukup banyak, dalam ucapan - ucapan yang kerap salah pemaknaannya yang sering kali memicu pertengkaran hebat di rumah tangga mereka, bahkan Mamanya pernah sekali meninggalkan rumah ayahnya sambil menggendong Anto kecil yang diikuti Bang Ucok dikala berusia 7 tahun, pergi dari rumah dengan amarah dan meninggalkan surat yang berisi permintaan cerai pada suaminya.

Dulu, di kala anak - anak masih kecil, dikala ibunya Anto masih muda, di kala rumah tangga mereka baru berusia di bawah 10 tahun, dulu ketika ekonomi keluarga belum mantap, ketika jiwa belum stabil, ketika semua masalah diselesaikan dengan emosi, Anto tak tahu bahwa untuk menjadi tenang dan berwibawa serta penuh kasih sayang seperti Mama, seorang wanita memerlukan banyak tahun untuk memberinya pengalaman agar lebih dewasa dalam mengarungi bahtera kehidupan dan diperlukan juga kesabaran dari sang suami untuk mendidik sang istri agar menjadi istri yang solihah, dan semua itu tidak dapat dilakukan dalam satu kedip mata, membutuhkan tahunan untuk memproses dari seorang wanita lugu dan tidak tahu apa - apa, serta jiwa yang sangat tidak stabil menjadikan seorang wanita dewasa yang pengertian, menyayangi dan menjadi wanita idaman.

Wanita idaman pendamping yang lembut dan sabar yang sudah matang dalam asam garam kehidupan, dan itu tidak mungkin ditemukan ketika usia pernikahan masih seumur jagung.

Hmm, paham kan ... Anto akan menemukan istri idaman yang seperti ibunya, bila Anto melalui proses seperti ayahnya juga, butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan istri idaman seperti yang diharapkan Anto.

"... dan para wanita (istri) mempunyai hak yang seimbang dengan hak laki - laki (suami) dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf, akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (Q.S Al Baqarah : 228)

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

^_^

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Saturday, June 16, 2012

Membalas Keburukan dengan Kebaikan


Suatu ketika pelayan Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan bahwa seseorang telah menjelek-jelekkan namanya. Mendengar hal tersebut, sang Imam kemudian memanggil pelayan dan memintanya untuk memberikan kurma pada orang tersebut. Pelayan berkata, “wahai imam, bukankah dia telah menjelekkanmu di hadapan orang banyak. Tapi kenapa engkau malah memberinya kurma?” Sang imam pun menjawab, “Bukankah sudah sepantasnya aku memberikan hadiah bagi orang yang telah membuat diriku di sisi Allah SWT”.

“Apa maksud semua ini wahai Jibril?” Tanya Rasul SAW pun ketika turun ayat: “Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (Al-A’raf: 199).  Jibril pun menjawab, “Wahai Rasul Allah, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang menzalimimu, memberi kepada orang yang pelit kepadamu, dan menyambung silaturahim kepada orang yang memutuskannya denganmu”.

Friday, January 20, 2012

Wanita ini Cantik





 

1. Cantik Itu... Inner Beauty
Wanita (Ukhti) yang berwajah cantik itu indah. Tapi sesungguhnya
kecantikan itu bukan sekedar cantik jasmani, tapi juga cantik
secara batiniah (hati dan pikiran). dan inilah yang disebut Inner Beauty.

Lalu bagamana caranya seorang wanita memiiki inner beauty? yaitu dengan berperilaku sebagai seorang muslimah yang

Wednesday, December 28, 2011

Potensi Manusia



Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At-Tin: 4)

Begitu luar biasanya seorang manusia yang diberikan bentuk dan potensi yang sebaik-baiknya. Lebih baik ketimbang makhluk Allah lainnya. Sudah sepatutnyalah bagi kita insan bernama manusia mensyukuri atas apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Jangan sekali-kali kita dustai dan kufuri. Karena azab Allah pedih bagi orang-orang yang tak mau bersyukur.

Generally, manusia itu memiliki 3 potensi dasar dalam dirinya dan tiap-tiap manusia memiliki akan hal itu. Dan potensi ini merupakan potensi penting bagi keberlangsungan hidupnya.

Sunday, December 25, 2011

Manusia tidak ada apa-apanya di mata Allah


Sahabatku taukah engkau seberapa kecil diri kita di hadapan Allah Illahi Rabbi?

Seberapa kecilkah diri kita jika dibandingkan dengan alam semesta ini?
Simaklah perjalanan ini
 
Mari kita mengadakan perjalanan dengan kecepatan tinggi, bergerak ke jarak kelipatan 10 ke arah makro “kosmos” (“alam semesta” besar).  Kita akan mulai dari jarak 1 meter, lalu meningkat ke jarak 10 meter (10 x 1), 100 meter (10 x 10), 1.000 meter (10 x 10 x 10), 10.000 meter (10 x 10 x 10 x 10), dan seterusnya, sampai kita mencapai batas pengetahuan manusia saat ini.

kemudian kita bergerak kembali lagi ke jarak semula 1 meter, lalu meneruskan perjalanan yang berlawanan arah yaitu mengurangi jarak dengan kelipatan 10 menuju mikro “kosmos” (“alam semesta” kecil). Kita akhirnya akan menemukan (menyaksikan) ketetapan hukum alam semesta.

Start pertama. Jarak 1 meter dari serumpun daun di suatu hutan (perhatikan gambar dalam tanda kotak dan juga untuk selanjutnya!).

-
perjalanan dimulai dengan bergerak naik ke atas berjarak 10 meter. Kita bisa melihat banyak daun-daunan.
-
jarak 100 meter. Kita bisa melihat batas hutan.
-
jarak 1 km (km = kilometer). Dari jarak meter ke kilometer. Dari jarak ini kita bisa terjun memakai parasut.
-
jarak 10 km. Kita bisa melihat kota tetapi tak bisa melihat rumah-rumahnya.
-
jarak 100 km. Dari jarak ketinggian ini, negara bagian florida, as, tampak samar-samar.
-
jarak 1.000 km. Pemandangan negara bagian florida dilihat dari satelit.
-
jarak 10.000 km. Belahan bumi bagian utara dan sebagian dari amerika selatan.
-
jarak 100.000 km. Bumi mulai tampak kecil.
-
jarak 1 juta km. Bumi (dalam kotak) dan orbit bulan (lingkaran warna putih).
-
jarak 10 juta km. Bagian dari orbit bumi (warna biru).
-
jarak 100 juta km. Orbit planet venus (hijau) dan orbit bumi (biru).
-
jarak 1 miliar km. Dari lingkaran dalam ke lingkaran luar: Orbit-orbit mercury (putih), venus (hijau), bumi (biru), mars (merah), dan jupiter (kuning).
-
jarak 10 miliar km. Dari jarak ini kita dapat menyaksikan sistim tata surya dan orbit planet-planet.
-
jarak 100 miliar km. Sistim tata surya mulai tampak kecil.
-
jarak 1 triliun km. Matahari sekarang tampak sebagai bintang kecil di tengah-tengah ribuan bintang.
-
jarak 1 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9,46 triliun km lebih). Matahari tampak semakin kecil.
-
jarak 10 tahun cahaya. Disini (dalam kotak) kita tak melihat apa-apa.
-
jarak 100 tahun cahaya. Yang terlihat hanya bintang-bintang dan nebula.
-
jarak 1.000 tahun cahaya. Dalam jarak ini kita melihat galaksi bima sakti (milky way), galaksi kita.
-
jarak 10.000 tahun cahaya. Kita lanjutkan perjalanan masuk ke bima sakti (milky way).
-
jarak 100.000 tahun cahaya. Kita mulai mencapai pinggiran bima sakti.
-
jarak 1 juta tahun cahaya. Dalam jarak yang jauhnya luar biasa ini, kita bisa melihat keseluruhan galaksi bima sakti dan galaksi yang lain.
-
jarak 10 juta tahun cahaya. Dalam jarak ini seluruh galaksi kelihatan kecil dengan ruang-ruang kosong di antara satu dan yang lainnya. Hukum yang sama berlaku juga untuk seluruh benda-benda yang ada di alam semesta.
Quote:
Mari sekarang kita balik pulang ke jarak semula (jarak 1 meter dari rumpunan daun).
-
kita sekarang telah kembali ke start pertama. Dari jarak 1 meter ini, kita bisa menyentuh daun-daun.
-
mendekat ke jarak 10 cm (cm = centimeter), kita bisa menggambarkan daun tersebut.
-
jarak 1 cm. Pada jarak ini kita bisa melihat struktur daun.
-
jarak 1 mm (mm = milimeter). Struktur sel daun mulai nampak.
-
jarak 100 mikron (1 mikron = seperseribu milimeter). Sel daun dapat dilukiskan dengan jelas. Kita dapat melihat perpaduan antara sel.
-
jarak 10 mikron. Kita mulai perjalanan masuk ke dalam sel daun.
-
jarak 1 mikron. Inti sel (nucleus) daun terlihat.
-
jarak 100 nanometer (1 nanometer = seperjuta milimeter). Kita dapat melihat kromosom daun.
-
jarak 10 nanometer. Dalam “alam semesta” yang kecil ini, rantai dna dapat terlihat.
-
jarak 1 nanometer. Blok-blok kromosom dapat dilihat.
-
jarak 1 angstrom (1 angstrom = sepersepuluh-juta milimeter). Tampak seperti awan elektron. Ini adalah atom-atom karbon yang membentuk dunia kita. Disini kita melihat kemiripan antara mikro kosmos (alam semesta kecil) dan makro kosmos (alam smesta besar).
-
jarak 10 picometer (1 picometer = seperseratus juta milimeter). Dalam miniatur dunia ini, kita dapat melihat elektron mengorbit (mengelilingi) atom.
-
jarak 1 picometer. Terlihat ruang kosong antara inti sel (nucleus) dan orbit electron.
jarak 100 femtometer (1 femtometer = sepertriliun milimeter). Dalam jarak yang luar biasa dekatnya ini, kita bisa melihat inti atom.


-
jarak 10 femtometer. Sekarang kita bisa melihat inti dari atom karbon.


-
jarak 1 femtometer. Sekarang kita masuk ke wilayah imaginasi ilmiah, berhadap-hadapan dengan proton.


-
jarak 100 attometer (1 attometer = seperseribu triliun milimeter). Kita menyaksikan partikel yang paling kecil. Tidak ada ruang lagi lebih lanjut kita tuju. Kita telah sampai pada batas ilmu pengetahuan ilmiah yang ada saat ini.


Subhanallah... Betapa kerdilnya kita dibanding Alam Semesta Jagad alam ini…

Janganlah engkau merasa sombong dan angkuh hidup di Dunia..
Tubuhmu pun terdiri atas bermiliar-miliar atom yang elektronnya bergerak sesuai keseimbangan..
Bayangkan jika Tuhan memberhentikan sejumlah atom dalam tubuh kita apa yg akan terjadi?
Bayangkan jika Tuhan menghentikan peredaran galaksi, planet, dan bintang2nya apa yg akan terjadi?

Masihkah engkau SOMBONG wahai manusia?

Engkau tidak ada apa-apanya di mata Allah 

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12094468

Malulah jika kita membuat Allah Menunggu



Apa yang sahabat bayangkan dari kata "menunggu", ya benar sekali.. menunggu adalah suatu hal yang membosankan tentunya.

Menunggu…
Bagaimanakah rasanya menunggu?
Tentu menunggu mengakibatkan  banyak sekali hal yang bakal terjadi.

Menunggu dengan harapan
Menunggu dengan lamunan
Menunggu dengan kesabaran
Menunggu dengan kekesalan

Sahabat... Bagaimanakah perasaanmu jika kau sudah memiliki janji atau jadwal rutin seperti kuliah, atau jadwal bimbingan skripsi dengan dosen, atau jadwal pertemuan mentoring/rapat penting dengan pengusaha besar, apakah kau akan membuat mereka menunggu lama? Tentunya tidak!

kita pasti akan berusaha datang tepat waktu bukan? bahkan sebelum waktu yang telah dijanjikan. sebelum pertemuan, tentunya banyak hal yang telah kita persiapkan.

Lalu yang menjadi pertanyaan besar serta yang harus dievaluasi adalah,

apa yang telah kita persiapkan untuk menghadap Allah Sang Pencipta Alam Semesta Ini.. Sudahkah kita Mempersiapkan segalanya??

Jangan membuat Allah Menunggu,
"Menunggumu" menghadap-Nya. Kita yang butuh Allah kan?
Yuk,biasakan diri utk TIDAK MENUNDA SHALAT.

Ah, sungguh memalukan...
dimana kita saat adzan berkumandang? dimana kita saat panggilan menghadapnya telah bertalu?... dengarkah? ya, kita mendengar... atau terkadang malah pura-pura tidak mendengar? dan, kita pun asyik terus saja mengobrol... asyik melanjutkan aktivitas tanpa berhenti sejenak.



 Inget ya sahabat, menunda akan membuat efek yang luar biasa dalam jamaah ini..
coba bayangin klo semua orang pada shalat jamaah di masjid serta meninggalkan kesibukannya masing-masing.. MESJID bakalan rame oleh kita-kita pastinya, ya gak? iya kan?

Bukankah kita pengikut Rasulullah? maka, mengapa kita tidak ingat bahwa ia pernah memerintahkan kita untuk diam sejenak mendengarkan adzan serta segera bergegas 'menemui-Nya' beribadah kepadanya, Mendirikan shalat yang katanya tiang agama?

Pernah terfikir dalam benakku kenapa ya kita sulit meninggalkan bangku kuliah sejenak untuk idzin shalat tepat waktu? padahal di Universitas Islam, Negeri lagi? huh
meninggalkan bangku seminar sejenak untuk idzin shalat tepat waktu? dan kadang sangat sayang meninggalkan ruang rapat/pertemuan meski adzan telah lama berlalu lama berkumandang... enggan sejenak mengalihkan aktifitas yang 'tanggung' untuk sejenak diletakkan dan berpindah menuju oase kehidupan...

Adakah yang bisa menjamin hidup kita, walau sedetik telah berlalu?? Apakah atasan kita, panitia seminar, pemimpin rapat, dosen perkuliahan?? Tidak, mereka tidak bisa menjamin hidup kalian wahai sahabat, Tak ada yang tahu, tak ada yang bisa menjamin hidup kita kecuali Allah, Dia yang menghidupkan dan Yang Mematikan.

Sahabat… mungkin sebagian dari kita sering menunda-nunda suatu kebaikan. saya juga terkadang demikian. namun perlu disadari, ternyata sang waktu tak akan pernah menunda. ia terus berjalan tak perduli seberapa lama kita sudah siap atau belum, tak perduli seberapa lama lagi siap untuk bergegas. Ingatlah kematian akan datang tak memandang waktu,  tak memandang usia, tak memandang profesi, tak memandang jabatan, dan tak memandang harta kekayaan wahai sahabat-sahabatku.

Yang belum shalat dan masih bergaya-gaya dengan Internet dan Kehidupan dunianya, jangan anggap waktu adalah hal yang sepele, janganlah engkau buat Allah menunggu, suatu saat ketika waktu telah meninggalkan semuannya, termasuk kehidupan kita. sampai akhirnya ketika kita bangun dan tersadar, saat itu kita tidak menyesal bahwa segalanya telah terlambat.. Semoga..

Mario Teguh's Quotes

Quotes

Blogger Jogja

Traffic Exchange

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

Wibiya provides a web toolbar that enables blogs and websites to integrate the most exciting services and web applications into their blog or website.