Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat kita pungkiri bahwa
sangat banyak yang dipengaruhi oleh para ilmuwan Islam, namun kalau kita ditanya
siapakah mereka dan apakah kontribusi mereka terhadap ilmu pengetahuan
pasti banyak dari kita yang tidak tahu, buku-buku pelajaran sejarah di sekolah banyak yang telah menghapus nama-nama mereka. Mungkin kita lebih mengenal
Ilmuan barat baik itu dari segi teoritis maupun aplikasi dari rumusan-rumusannya seperti Einsten, Merry Curry, atau James Watt.
Begitu Maha Segalanya Allah SWT, hingga menurunkan
satu kalimat pertama dalam wahyu-Nya yang ternyata mempunyai arti dan
makna yang sangat berguna sekali bagi kelangsungan kehidupan manusia
Bumi dikemudian hari.
Allah SWT menurunkan wahyu kepada nabi
Muhammad melalui malaikat Jibril dengan berkata “Iqra!”,
pada ayat pertama di dalam Al-Qur’an. Iqra bukan hanya berarti
“bacalah”, namun juga
berarti “belajarlah”.
*****
Bagaimana mungkin seorang Muhammad membaca?
Beliau adalah seorang buta huruf. Beliau bukan seorang ilmuwan.
Beliau bukanlah seorang pengarang. Dan, Al-Qur’an tidak diwahyukan
secara berurutan. Namun sesuai kejadian-kejadian yang dialami oleh
beliau.
Selama diwahyukan , Al-Qur’an tidak diturunkan
berdasarkan ayat demi ayat yang berurutan, selalu acak, beda surah,
beda ayat, beda kota, beda keadaan. Kemudian dihafalkannya beserta
semua sahabatnya agar tidak saling lupa. Namun ketika tiap ayat di
Al-Qur’an yang telah diwahyukan tersebut disusun, ternyata menjadi
beraturan!
Itulah salah satu kitab Ilahi yang sempurna, mukzizat
yang tiada duanya karena tidak hanya dapat dinikmati oleh Rasul dan
kaum di zamannya, namun oleh segenap umatnya hingga akhir zaman (for
all mindkind).
Di dalam Islam, ada tiga pilar yang harus dikerjakan
untuk menjadi manusia yang selalu bertaqwa dan berbudaya dengan baik.
Yaitu, Percaya kepada Allah, Menggali ilmu, dan Mencintai sesama manusia.
SCIENCE IS FUN..!
Islam sering kali diberikan gambaran oleh orang-orang dan golongan
yang tidak pernah mengenalnya sebagai agama yang mundur dan
memundurkan.
Islam juga dikatakan tidak pernah menggalakkan umatnya untuk
menuntut dan menguasai pelbagai lapangan ilmu pengetahhuan.
Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar
tetapi justru bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.
Sejarah adalah fakta, dan fakta adalah sejarah. Sejarah telah
membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan
sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat dalam berbagai bidang keilmuwan.
Pada masa lalu dan memang sudah ajaran Islam, bahwa jika seseorang
menemukan alat atau apapun yang belum ada manusia yang
menciptakannya, maka wajiblah baginya untuk menyebarkan hasil
temuannya itu.
Menyebarkannya kepada umat manusia agar mereka semakin dapat
mempermudah pekerjaannya dan menjadikan mereka semakin bersyukur
kepada Allah.
Mereka tidak menuntut satu apapun, termasuk “hak paten” atau
“upeti” lainnya akibat temuannya tersebut.
Dan dari orang-orang baratlah ilmu-ilmu itu kemudian dicuri, lalu
dipatenkan atas nama mereka masing-masing untuk mencari keuntungan.
Banyak sekali penemuan-penemuan dari kebudayaan Islam yang tak
tercatat sejarah.
Misalkan, diantaranya adalah keilmuwan dalam bidang falsafah,
sains, politik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan,
astronomi dan sebagainya.
Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan
Islam ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada
usia yang muda, tetapi mereka juga menguasai keilmuwan tersebut dalam
masa yang singkat dan dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara
bersamaan.
Nah kali ini kita akan membahas 101 Ilmuwan Sains dan Tokoh Muslim
INILAH 101 ILMUWAN DAN TOKOH SAINS MUSLIM YANG DILUPAKAN DUNIA
Abu Bakar Muhammad bin Zakaria
ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat
merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864
– 930. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan
dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Ia lahir di
Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.
Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan
kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin
Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk
memimpin sebuah rumah sakit di Rayy.
Selanjutnya ia juga memimpin Rumah
Sakit Muqtadari di Baghdad. Sebagai seorang dokter utama di rumah
sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat
penjelasan seputar penyakit cacar. Razi diketahui sebagai seorang
ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ilmuwan
pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu
tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah
mencium bunga mawar pada musim panas.
Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai
mekanisme tubuh untuk melindungi diri. Pada bidang farmasi, ar-Razi
juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan
mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari
merkuri.
Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau
Ibnu Haitham (Basra,965 – Kairo 1039), dikenal
dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama
Alhazen,
adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak,
matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula
melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham
kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam
menciptakan mikroskop serta teleskop. Bidang lain: Physics,Optics,
Mathematics.
Abu
Musa Jabir bin Hayyan / Jabir Ibnu Hayyan
Orang-orang
Eropa menamakannya
Gebert, ia hidup antara tahun
721-815 M. Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan
mengembangkan dunia Islam yang pertama. Ilmu tersebut kemudian
berkembang dan kita mengenal sebagai ilmu kimia. Bidang keahliannya,
(dimana dia mengadakan peneltian) adalah bidang : Logika, Filosofi,
Kedokteran, Fisika, Mekanika, dan sebagainya.
Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Kindi
Dalam
dunia barat dia dikenal dengan nama Al-Kindus. Memang sudah menjadi
semacam adat kebiasaan orang barat pada masa lalu dengan melatinkan
nama-nama orang terkemuka, sehingga kadang-kadang orang tidak
mengetahui apakah orang tersebut muslim atau bukan.
Tetapi para sejarawan kita sendiri maupun barat mengetahui dari
buku-buku yang ditinggalkan bahwa mereka adalah orang Islam, karena
karya orisinil mereka dapat diketahui dalam bentuk tulisan ilmiah
mereka sendiri. Al Khindi ahli adalah ilmuwan ensiklopedi,
pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran,
farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
Al-Kindi adalah seorang filosof muslim dan ilmuwan sedang bidang
disiplin ilmunya adalah: Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu
Kedokteran.
Abul Hakam Umar bin Abdurrahman bin Ahmad bin Ali
Al-Kirmani adalah cendekiawan besar abad ke-12 dari Kordoba,
Al-Andalus. Ia adalah murid dari Maslamah Al-Majriti. Ia mempelajari
dan berkarya di bidang bidang geometri dan logika. Menurut muridnya
Al-Husain bin Muhammad Al-Husain bin Hayy Al-Tajibi, “tak ada yang
sepandai Al-Kirmani dalam memahami geometri atau jawaban atas
pertanyaan-pertanyaannya yang tersulit, dan dalam mempertunjukkan
seluruh bagian dan bentuknya.”
Ia lalu pindah ke Harran, Al-Jazirah (sekarang terletak di Turki).
Disana ia mempelajari geometri dan kedokteran. Ia lalu kembali ke
Al-Andalus dan tinggal di Sarqasta (Zaragoza). Ia diketahui
menjalankan praktik bedah seperti amputasi dan kauterisasi.
Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi adalah salah satu
pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad Pertengahan. Dia
lahir di Madinatuz Zahra’, 936 – 1013 yang dikenal di Barat
sebagai
Abulcasis. Karya terkenalnya adalah
Al-Tasrif,
kumpulan praktik kedokteran yang terdiri atas 30 jilid. Abul Qasim
lahir di Zahra, yang terletak di sekitar Kordoba, Spanyol.
Di kalangan bangsa Moor Andalusia, dia dikenal dengan nama “El
Zahrawi”. Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa Khalifah
Al-Hakam II dari kekhalifahan Umayyah.
Al-Tasrif berisi
berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya tentang
gigi dan kelahiran anak. Buku ini diterjemahkan ke bahasa Latin oleh
Gerardo dari Cremona pada abad ke-12, dan selama lima abad Eropa
Pertengahan, buku ini menjadi sumber utama dalam pengetahuan bidang
kedokteran di Eropa. Bidang lain: Surgery, Medicine.
Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Abu Mansur al-Samarqandi
al-Maturidi al-Hanafi atau
Abu Mansyur Almaturiddi
adalah seorang cendekiawan muslim dan ahli di bidang ilmu kalam.
Maturidi dilahirkan di Maturid, dekat Samarqand. Di bidang ilmu
agama, beliau berguru pada Abu Nasr al-`Ayadi and Abu Bakr Ahmad
al-Jawzajani. Ia banyak menulis tentang Mu’tazilah, Qarmati, dan
Syiah.
Ibnu Rushd atau nama lengkapnya
Abu Walid Muhammad Ibnu
Ahmad adalah ahli falsafah, perubatan, matematik, teologi, ahli
fikah mazhab Maliki, astronomi, geografi dan sains. Rushd lahir 1126
dan meninggal dunia 1198. Dilahirkan di Sepanyol dan meninggal dunia
di Maghribi, beliau adalah ahli falsafah yang paling agung pernah
dilahirkan dalam sejarah Islam.
Pengaruhnya bukan sahaja berkembang luas didunia Islam, tetapi
juga di kalangan masyarakat di Eropah. Di Barat, beliau dikenal
sebagai Averroes dan bapa kepada fahaman sekularisme.
Abu
Raihan Al-Biruni
merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana,
penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan
guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat,
obat-obatan. Abu Raihan Al-Biruni dilahirkan di Khawarazmi,
Turkmenistan atau Khiva di kawasan Danau Aral di Asia Tengah yang
pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia belajar
matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur.
Abu Raihan Al-Biruni merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan
Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, sejarawan,
filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains
yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma’mun Khawarazmshah. Dia
lahir 15 September 973 dan meninggal 13 Desember 1048.
Bidang lain: Astronomy, Mathematics, determined Earth’s
circumference
Muhammad
Ibnu Musa Al-Khawarizmi
(780 – 850) adalah seorang pakar
dalam bidang matematik, astronomi dan geografi dari Iran.
Al-Khawarizmi juga dikenali sebagai bapa algebra. Orang Eropa
menyebutnya dengan AlGorisma. Nama itu kemudian dipakai orang-orang
barat dalam arti kata Aritmatika atau ilmu hitung. Mengapa ? Karena
dia adalah seorang muslim yang pertama-tama dan ternama dalam ilmu
Matematika dan ilmu hitung. Bukunya yang terkenal berjudul
Al-jabar
Wal Muqobalah, kemudian buku tersebut disalin oleh orang-orang
barat dan sampai sekarang ilmu itu kita kenal dengan nama Al-Jabar.
Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi
Hidup antara tahun 864-930
dan namanya dilatinkan menjadi Razes. Seorang dokter klinis yang
terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satu penelitian Al-Kimi
atau sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.
Didalam penelitiannya pada waktu itu Muhammad Ibnu Zakaria
Al-Razi sudah menggunakan peralatan khusus dan secara sistimatis
hasil karyanya dibukukan, sehingga orang sekarang tidak sulit
mempelajarinya. Disamping itu Al-Razi telah mengerjakan pula proses
kimiawi seperti: Distilasi, Kalsinasi dan sebagainya dan bukunya
tersebut merupakan suatu buku pegangan Lboratorium Kimia yang pertama
di dunia. Bidang lain: Medicine, Ophthalmology, Smallpox , Chemistry,
Astronomy.
Abu Nasir Al-Farabi
Orang barat menyebutnya dengan
ALFARABIUS. Ia hidup tahun antara tahun 870-900 Masehi dan merupakan
tokoh Islam yang pertama dalam bidang Logika. Al Farabi juga
mengembangkan dan mempelajari ilmu Fisika, Matematika, Etika,
Filosofi, Politik, dan sebagainya. Bidang lain: Sociology, Logic,
Philosophy, Political Science, Music.
Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani
(Buzhgan, Nishapur, Iran, 940 – 997 / 998) adalah seorang ahli
astronomi dan matematikawan dari Persia. Pada tahun 959, Abul Wafa
pindah ke Irak, dan mempelajari matematika khususnya trigonometri di
sana. Dia juga mempelajari pergerakan bulan; salah satu kawah di
bulan dinamai Abul Wáfa sesuai dengan namanya. Salah satu
kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan fungsi tangen
dan mengembangkan metode untuk menghitung tabel trigonometri.
Abul Qasim Maslamah bin Ahmad Al-Majriti adalah
seorang astronom, alkimiawan, matematikawan, dan ulama Arab Islam
dari Al-Andalus (Spanyol yang dikuasai Islam). Abdul Qasim lahir di
Madrid dan meninggal 1008 atau 1007 M).Ia juga ikut serta dalam
penerjemahan
Planispherium karya Ptolemeus, memperbaiki
terjemahan
Almagest, memperbaiki tabel astronomi dari
Al-Khwarizmi, menyusun tabel konversi kalender Persia ke kalender
Hijriah, serta mempelopori teknik-teknik geodesi dan triangulasi. Ia
juga ditulis sebagai salah satu penulis Ensiklopedia Ikhwan As-Shafa,
tapi kecil kemungkinan bahwa ia benar-benar salah satu penulisnya.
Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina atau dikenal dengan nama
Avicenna, yang hidup antara tahun 986-1037 M. Seorang ilmuwan
muslim dan Filosof besar pada waktu itu, hingga kepadanya diberikan
julukan Syeh Al-Rais.
Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah
hafal Al-Qur`an, kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai
semua ilmu yang ada pada waktu itu, bidang keahliannya adalah ilmu
Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi. Juga dibidang Medicine,
Philosophy, Mathematics, Astronomy.
Abu Abdullah Muhammad Al-Idrisi merupakan salah seorang
pakar sains Islam yang hidup di Sicily. Sumbangan utama tokoh ini
ialah menghasilkan peta bebola perak seberat 400 paun untuk Raja
Roger II, lengkap dengan membahagikan dunia kepada 7 iklim, laluan
perdagangan, teluk, tasik, sungai, bandar-bandar besar, bukit dan
lembah serta gunung-ganang. Al Idrisi lahir 1099 Masihi di Ceuta,
Sepanyol dan meninggal pada 1166 Masihi.
Beliau juga mencatatkan jarak dan ketinggian sesuatu tempat dengan
tepat. Tokoh Geografi kurun ke-12 ini kemudiannya menghasilkan buku
Nuzhah al Musytaq fi Ishtiraq al Afaq (Kenikmatan pada Keinginan
Untuk Menjelajah Negeri-negeri) atau
Roger’s Book iaitu
sebuah ensiklopedia geografi yang mengandungi peta dan informasi
tentang negara Eropah, Afrika dan Asia. Buku ini mencatatkan perihal
masyarakat, budaya, kerajaan dan cuaca negara-negara yang terdapat di
dalam petanya.
Beliau turut menggunakan semula garisan lintang dan garisan bujur
yang diperkenalkan sebelumnya dalam peta yang dihasilkan. Beberapa
abad lamanya, Eropah menggunakan peta Al Idrisi dan turut menggunakan
hasil kerja ilmuwan ini ialah Christopher Columbus.
Piri Reis pencipta peta dunia terlengkap
dibuat pada tahun 1513. Para ahli satelit sendiri pun merasa
terkejut dengan model pemetaan yang dibuat oleh tokoh Muslimin
tersebut. peta yang dibuat diatas sepotong kulit rusa berukuran
90×65 centimeter tersebut benar-benar digambarkan lengkap dan cukup
detail.
Bahkan hasil perbandingan dengan pemotretan dari angkasa luar yang
dilakukan menggunakan satelit saat ini memiliki bentuk yang sangat
mirip.
Mulanya para sejarawan tidak percaya akan bukti keberadaan
peta tersebut. Di peta yang terlihat jelas hanyalah kawasan Laut
Timur Tengah. Sementara kawasan lainnya seperti benua Afrika dan
Amerika sama sekali tergambar sangat berbeda. Baru setelah gambar
hasil pemotretan satelit jaman modern ini dipadukan dengan peta kuno
karya muslimin bangsa Turki tersebut sangat nyata kebenarannya bahwa
gambar yang ditorehkan dalam kulit tersebut memang sangat detail dan
terperinci. (
klik
disini unuk membaca artikel: Ilmuwan Muslim Pencipta Peta Dunia
Pertama)
Omar Al-Khayyám adalah seorang pemuisi, ahli
matematik, dan ahli astronomi. Kahyyam yang lahir: 18 Mei 1048 di
Nishapur, Iran (Parsi) dan meninggal 4 Desember 1131 itu
mempunyai nama asli Ghiyatuddin Abu al-Fatah Omar ibni Ibrahim
Al-Nisaburi Khayami. Khayam adalah perkataan pinjaman bahasa
Arab yang bermakna “pembuat khemah.” Beliau paling dikenali
kerana himpunan puisinya, Rubaiyat Omar Khayyam.
Ibnu Nafis atau
Ibn Al-Nafis Damishqui,
merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran
darah dalam tubuh manusia (pada 1242). Penggambaran kontemporer
proses ini telah bertahan. Khususnya, ia merupakan orang pertama yang
diketahui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Secara
besar-besaran karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada
1924. Dia lahir di Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan
meninggal di Kairo (kini wilayah Mesir), 17 Desember 1288 pada umur
77/78 tahun)
Abu Nashr Mansur bin Ali (sekitar. 970 – 1036) merupakan
matematikawan dari Khwarazm. Ia banyak dikenal untuk penemuannya
tentang hukum sinus.
Abu Nashr Mansur dilahirkan di Khwarazm dari keluarga yang
menguasai daerah itu. Ia kemudian menjadi pangeran dalam iklim
politik. Ia merupakan guru Al-Biruni dan juga kolega penting para
matematikawan. Bersama mereka menorehkan karya penemuan besar dalam
matematika dan mendedikasikan karyanya pada orang lain. Kebanyakan
karya Abu Nashr berfokus pada matematika, namun beberapa karyanya
pada astronomi. Dalam matematika, ia memiliki banyak tulisan penting
pada trigonometri, yang dikembangkan dari tulisan Ptolomeus. Ia juga
memelihara karya Menelaus dari Alexandria dan mengerjakan kembali
banyak teorema Yunani. Ia meninggal di daerah yang kini Afganistan
dekat kota Ghazna.
Muhammad Asad atau
Leopold Weiss adalah
seorang cendekiawan muslim, mantan Duta Besar Pakistan untuk
Perserikatan Bangsa Bangsa, dan penulis beberapa buku tentang Islam
termasuk salah satu tafsir Al Qur’an modern yakni
The Message of
the Qur’an. Muhammad Asad terlahir sebagai Leopold Weiss pada
tahun 1900 di kota Lemberg, saat itu bagian dari Kekaisaran
Austria-Hongaria(sekarang bernama Lviv dan terletak di Ukraina) dalam
lingkungan keluarga Yahudi. Dia lahir di Lemberg, Austria-Hongaria
pada tahun 1900 dan meninggal di Spanyol pada tahun 1992.
Pendidikan agama yang ia enyam selama masa kecil hingga mudanya
menjadikan ia familiar dengan bahasa Aram, Kitab Perjanjian Lama
serta teks-teks maupun tafsir dari Talmud, Mishna, Gemara dan Targum.
Salman Al Farisi; pembuat strategi perang kanal, meriam
pelontar/tank.
Miqdad bin Amru; pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda
modern pertama.
Al Nadim (990), abad ke 10 adalah pelopor pembuat
katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
Ma’mun Ar Rasyid yang hidup tahun 815, abad 9
adalah pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang
dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.
Nizam Al Mulk (1067); pelopor pendiri universitas modern
pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah saat itu ditiru
sistemnya oleh Oxford Univ. Inggris.
Al Ghazali (1111); pelopor pembuat klasifikasi fungsi
sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah timbulnya
berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli
tasawuf.
Al Farabi (950); ahli musik dan filsafat Yunani, (salah
satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
Ibnu Sina (1037) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena;
ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran
modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis
buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan
penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
Ibnu Rusydi (1198) dikenal oleh barat dengan nama Averusy;
ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
Fakhruddin Razi (1290); ahli matematika, ahli fisika,
tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
Al Battani (sekitar 850 – 923) adalah seorang ahli
astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani lahir di
Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah
tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit
dan 24 detik. Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan
trigonometri.
Ibnu
Khaldun (1406) seorang sejarahwan, pendidik ulung, pendiri
filsafat sejarah dan sosiologi. Ibnu Khaldun, lahir 27 Mei
1332/732H, wafat 19 Maret 1406/808H) adalah seorang sejarawan muslim
dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu
historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah
Muqaddimah (Pendahuluan).
Ibnu Thufail (1185); dokter, filosof, penulis novel
filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak
habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
Ibnu Al Muqaffa (757); pengarang kitab Al Hayawan atau
kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
Ikhwan Ash Shafa (983); pembuat serial pertama dan
ensiklopedi pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui
sekarang).
Al Khawarizmi (850); menemukan logaritma (berasal dari nama
Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi
itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al Ardh.
Abu Wafa’ (997); mengembangan ilmu Trigonometri dan
Geometri bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu
variasi dalam gerakan bulan.
Abu’l Hasan Tsabit bin Qurra’ bin Marwan al-Sabi
al-Harrani, (826 – 18 Februari 901) adalah seorang astronom dan
matematikawan dari Arab, dan dikenal pula sebagai
Thebit dalam
bahasa Latin. Tsabit lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh
pendidikan di
Baitul Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad
ibn Musa ibn Shakir. Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul
Elements dan buku Ptolemy yang berjudul
Geograpia.
Umar Khayyam (1123); memecahkan persamaan pangkat tiga dan
empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu aljabar tertinggi
dalam matematika modern, penyair.
Al Battani (929); ahli astronom terbesar Islam, mengetahui
jarak bumi – matahari, alat ukur gata gravitasi, alat
ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai
3 desimal, menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengukur
keliling bumi. ( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit
planet-planet.
Ibnu Al Haytsam (1039) pelopor di bidang optik dengan
kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger Bacon, Leonardo
da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan pembiasan
cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang
kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
Al
Tusi
atau Nasir al-Din Tusi (1274) astronom kawakan dari
Damaskus yang melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet,
membuat model planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.
Ibnu Bajjah atau lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin
Yahya bin ash-Shayigh merupakan filsuf dan dokter Muslim Andalusia
yang dikenal di Barat dengan nama Latinnya,
Avempace. Ia lahir
di Saragossa di tempat yang kini bernama Spanyol dan meninggal di Fez
pada 1138. Pemikirannya memiliki pengaruh yang jelas pada Ibnu Rushdi
dan Yang Besar Albert. Kebanyakan buku dan tulisannya tidak lengkap
(atau teratur baik) karena kematiannya yang cepat. Ia memiliki
pengetahuan yang luas pada kedokteran, Matematika, dan Astronomi.
Sumbangan utamanya pada filsafat Islam ialah gagasannya pada
Fenomenologi Jiwa, namun sayangnya tak lengkap. Ekspresi yang
dicintainya ialah Gharib dan Motivahhed ekspresi yang diakui
dan terkenal dari Gnostik Islam.
Tsabit bin Qurrah (901); penemu teori tentang
getaran/trepidasi.
Jabir Ibnu Hayyan (813); ahli kimia dengan berbagai
eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat laboraturium modern,
system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah
asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air
raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk
cat. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia.
Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier,
di masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan
teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga
setiap eksperimen dapat direproduksi kembali.
Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi
kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis
ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya antara lain
dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi,
sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan
proses-proses tersebut.
Abu Bakar Ar Razi (935); membagi zat kimia ke dalam
kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh
sebelum Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi
kimia komplek.
Al Majriti (1007); membuktikan hukum ketetapan massa (900
tahun sebelum Lavoisier)
Al Jahiz (869) menulis penelitian tentang ilmu hewan
(zoology) pertama kali. Al-Jahiz lahir di Basra, Irak pada 781 M. Abu
Uthman Amr ibn Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri, nama aslinya. Ahli
zoologi terkemuka dari Basra, Irak ini merupakan ilmuwan Muslim
pertama yang mencetuskan teori evolusi. Pengaruhnya begitu luas di
kalangan ahli zoologi Muslim dan Barat. Jhon William Draper, ahli
biologi Barat yang sezaman dengan Charles Darwin pernah berujar,
”Teori evolusi yang dikembangkan umat Islam lebih jauh dari yang
seharusnya kita lakukan. Para ahli biologi Muslim sampai meneliti
berbagai hal tentang anorganik serta mineral.” Al-Jahiz lah ahli
biologi Muslim yang pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi.
Ilmuwan dari abad ke-9 M itu mengungkapkan dampak lingkungan
terhadap kemungkinan seekor binatang untuk tetap bertahan hidup.
Sejarah peradaban Islam mencatat, Al-Jahiz sebagai ahli biologi
pertama yang mengungkapkan teori berjuang untuk tetap hidup (struggle
for existence). Untuk dapat bertahan hidup, papar dia, makhluk hidup
harus berjuang, seperti yang pernah dialaminya semasa hidup.
Beliau dilahirkan dan dibesarkan di keluarga miskin. Meskipun
harus berjuang membantu perekonomian keluarga yang morat-marit dengan
menjual ikan, ia tidak putus sekolah dan rajin berdiskusi di masjid
tentang sains. Beliau bersekolah hingga usia 25 tahun. Di sekolah,
Al-Jahiz mempelajari banyak hal, seperti puisi Arab, filsafat Arab,
sejarah Arab dan Persia sebelum Islam, serta Al-Qur’an dan hadist.
Al-Jahiz juga merupakan penganut awal determinisme lingkungan.
Menurutnya, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni
sebuah komunitas tertentu. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia
terjadi akibat hasil dari lingkungan tempat mereka tinggal.
Berkat teori-teori yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal
sebagai ahli biologi terbesar yang pernah lahir di dunia Islam.
Ilmuwan yang amat tersohor di kota Basra, Irak itu berhasil
menuliskan kitab Ritab Al-Haywan (Buku tentang Binatang). Dalam kitab
itu dia menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi
binatang. Al-Jahiz pun tercatat sebagai ahli biologi pertama yang
mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi.
Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu menjelaskan
metode memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan.
Sosok dan pemikiran Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap ilmuwan
Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan Mesir, Al-Damiri. Karirnya sebagai
penulis ia awali dengan menulis artikel. Ketika itu Al-Jahiz masih di
Basra. Sejak itu, ia terus menulis hingga menulis dua ratus buku
semasa hidupnya.
Pada abad ke-11, Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz memplagiat
sebagian pekerjaannya dari Kitab al-Hayawan of Aristotle. Selain
al-Hayawan, beliau juga menulis kitab al-Bukhala (Book of Misers or
Avarice & the Avaricious), Kitab al-Bayan wa al-Tabyin (The
Book of eloquence and demonstration), Kitab Moufakharat al Jawari wal
Ghilman (The book of dithyramb of concubines and ephebes), dan
Risalat mufakharat al-sudan ‘ala al-bidan (Superiority Of The
Blacks To The Whites).
Suatu ketika, pada tahun 816 M ia pindah ke Baghdad. Al-Jahiz
meninggal setelah lima puluh tahun menetap di Baghdad pada tahun 869,
ketika ia berusia 93 tahun.
Kamaluddin Ad Damiri (1450); mengembangkan system
taksonomi/ klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan
hewan.
Abu Bakar Al Baytar (1340); pengarang buku tentang
kedokteran hewan yang pertama.
Al Khazini (1121); ahli kontruksi, pengarang buku tentang
teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah
mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat
pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
Al Farghani (870); pengarang buku tentang pergerakkan
benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh Dante jauh
kemudian.
Al Razi (abad ke8); pengarang kitab Sirr Al Asrar
(rahasianya rahasia) tentang penyulingan minyak mentah,Â
pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang
terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun,
kaca warna-warni, keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak
dan lemak, zat warna, bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan
penelitian tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit keturunan,
penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
Banu Musa bersaudara (abad ke 9); pengarang buku Al Hiyal
(buku alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti
pengisi tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah
(sekarang yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang,
lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
Abul Hasan Ali Al-Masu’di merupakan salah seorang pakar
sains Islam yang meninggal pada tahun 957. Dilahirkan di Baghdad, dia
juga merupakan seorang ahli sejarah, geografi dan falsafah. Dia
pernah mengembara ke Sepanyol, Rusia, India, Sri Lanka dan China
serta menghabiskan umurnya di Syiria dan Mesir.
Dia berasal dari keturunan sahabat Nabi Muhammad, Abdullah bin
Mas’ud. Bukunya
Muruj adh-Dhahab wa Ma’adin al-Jawahir
(Padang Emas dan Lombong Manikam) yang ditulis pada 943, merupakan
himpunan kisah perjalanan dan pembelajarannya. Ia menyentuh aspek
sosial dan kesusasteraan sejarah, perbincangan mengenai agama dan
penerangan geografi. Dia juga menulis buku
Al-Tanbih wa al-Ashraf,
yang merupakan buku terakhirnya
Nasir Al-Din Al-Tusi (1201–1274) adalah ahli sains Islam
Syiah berkebangsaan Iran yang dikenali sebagai ahli falsafah,
matematik, astronomi, teologi, serta pakar perubatan dan penulis,
iaitu beliau adalah seorang pakar dalam pelbagai bidang. Bidang
lainnya: Astronomy, Non-Euclidean Geometry.
Al Farazi (790); perintis alat astrolab planisferis yaitu
mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu astronomi menghitung
waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang
serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.
Taqiuddin (1565); merintis jam mekanis pertama dan alarmnya
yang digerakkan dengan pegas.
Ibnu Nafis (1288); menulis dan menggambarkan tentang
sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey 1628 dianggap
pertama yang menemukannya).
Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din
al-Malaqi merupakan salah seorang pakar sains Islam yang hidup
antara tahun meninggal pada tahun 1248. Lebih dikenali sebagai Ibn
al-Baitar, beliau dilahirkan di Malaga, Spanyol.
Az Zahra (939); pembuat alat bedah/pembedahan , teknik dan
jenis pengoperasian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi
gigi serta peralatan bedah gigi.
Al Ibadi (873); pengarang buku tentang anatomi mata, otak
dan syaraf optik, permasalahan pada mata.
Ibnu Fadlan (abad 10); membuat daftar koordinat daerah
Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah tersebut.
Ali Ibn Rabban Al-Tabari merupakan salah seorang pakar
sains Islam yang hidup antara tahun 838 – 870.
Ibnu Batutah (1369); membuat daftar koordinat dan sosiologi
wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia Selatan.
Ibnu Majid (abad 15); pemandu Vasco de Gamma dan
menerbitkan buku panduan navigasi bagi pilot dan pelaut.
Ibnu Khuradadhbih (abad 9); karya geografi tentang
kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China,
Korea dan Jepang.
Imam Hanafi, nama lengkapnya adalah An Nukman bin Tsabit.
Lahir tahun 700 M di Kufah, Irak. Ajarannya dalam ilmu fiqih adalah
selalu berpegang pada Al-Qur’an dan hadis. Beliau tidak menghendaki
adanya taklid dan bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an
dan hadis. Dalam menetapkan hukum fiqih beliau bersumber pada Al
Qur’an, hadis, qiyas dan ihtisan.
Imam Maliki, nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Malik bin
Annas. Beliau lahir di Madinah tahun 716 M. Beliau merupakan ulama
besar di kawasan Arab. Dalam menetapkan ilmu fiqih, beliau berpedoman
pada Al Qur’an, hadis, ijma sahabat, dan kemaslahatan urf (adat)
penduduk Madinah. Buku karangannya diantaranya adalah Al Muwaththa.
Imam Maliki ini adalah guru Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya adalah Muhammad Ibnu Idris
bin Abbas bin Usman Asy Syafi’i. Beliau dilahirkan di Palestina
tahun 767 M. Menurut riwayat, beliau telah mahir membaca dan menulis
Arab pada usia 5 tahun. Pada usia 9 tahun, beliau telah hafal Al
Quran 30 juz. Pada usia 10 tahun, beliau sudah menghafal hadis yang
terdapat dalam kitab Al Muwaththa karya Imam Malik.
Di usianya yang 15 tahun, beliau lulus dalam spesialisasi hadis
dari gurunya Imam Sufyan bin Uyaina, sehingga beliau diberi
kepercayaan untuk mengajar dan memberi fatwa kepada masyarakat dan
menjadi guru besar di Masjidil Haram, Mekah. Dalam menetapkan ilmu
fiqih, Imam Syafi’i berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma’ dan
qiyas. Buku karangan Imam Syafi’i adalah Ar Risalah dan Al ‘Um.
Ajaran Imam Syafi’i terkenal dengan Mazhab Syafi’i yang banyak
dianut oleh umat Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Mesir, Baghdad,
dan negara lainnya.
Imam Hambali, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal Asy
Syaibani. Beliau lahir di Baghdad tahun 855 M. Ajarannya terkenal
dengan nama Mazhab Hambali. Dalam menetapkan hukum fiqih, Imam
Hambali berpedoman pada Al Qur’an, hadis, dan fatwa para sahabat.
Imam Ghazali, nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin
Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir di Iran tahun 1058 M. Beliau tokoh
yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu filsafat,
dan ilmu akhlak. Karena keluasan ilmunya, beliau mendapat gelar
Hujjatul Islam. Karya beliau diantaranya adalah Tahafut Al Falasifah,
Huluqul Muslim, dan yang terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin.
Al Mas’udi ; menerbitkan ensiklopedi geografi yang
membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi
geologi (jauh sebelum Maghelan dan Weber).
Al Idris (1154); ahli peta bumi, membuat peta bumi dan
globe dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.
Yaqut Hawami (1229); membuat kamus geografi pertama
berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal dan
berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan
sifatnya, geografi matematika dan politik.
Abu Al-Nasr Al-Farabi atau dikenali sebagai
Al-Pharabius
di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains dan ahli falsafah
Islam yang hebat di dalam dunia Islam pada ketika itu,beliau hidup
antara tahun 870 – 950. Dia berasal dari Farab, Kazakhstan.
Ibnu Abdus Salam (abad 13); merumuskan pertama kali tentang
hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
Safiuddin (1294); memperkenalkan teori musik.
Al Mawsili (850); ahli musik klasik dan oleh muridnya
musisi ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822, pengembangan
notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan rumpun
alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik
gesek, musik keroncong dan morisko
.
Abu Hasan Al Asy’ari adalah tokoh ilmuwan
muslim di bidang ilmu tauhid. Beliau lahir di Baghdad tahun 873 M.
Ajaran Abu Hasan Al Asy’ari dikenal dengan paham Asy’ariah.
Adapun ajaran Asy’ariah yang berkembang sampai saat ini adalah
sifat wajib Allah swt. ada
13(wujud, qidam, baqa, mukhalafatul
lilhawadis, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, qudrat, iradat, ilmu,
hayat. sama’, bashar dan kalam) ditambah dengan 7 sifat maknawiyah
(qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, basiran,
mutakalliman), sehingga menjadi 20 sifat wajib bagi Allah swt.
Nur Al-Din Ibn Ishaq Al-Bitruji (1204) dikenali
sebagai
Alpetragius) di dunia barat merupakan salah seorang
ahli sains Islam.
Muhammad Abduh (Delta Nil, 1849 – Alexandria, 11 Juli
1905 ) adalah seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu
penggagas gerakan modernisme Islam. Beliau belajar tentang filsafat
dan logika di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan juga murid dari Jamal
al-Din al-Afghani, seorang filsuf dan pembaharu yang mengusung
gerakan Pan-Islamisme untuk menentang penjajahan Eropa di
negara-negara Asia dan Afrika. Muhammad Abduh diasingkan dari Mesir
selama enam tahun pada 1882, karena keterlibatannya dalam
Pemberontakan Urabi.
Di Libanon, Abduh sempat giat dalam mengembangkan sistem
pendidikan Islam. Pada tahun 1884, ia pindah ke Paris, dan bersalam
al-Afghani menerbitkan jurnal Islam
The Firmest Bond. Salah
satu karya Abduh yang terkenal adalah buku berjudul
Risalah
at-Tawhid yang diterbitkan pada tahun 1897.
al-Allamah al-Muhaddits al-Faqih az-Zahid al-Wara’ asy-Syaikh
Abdul Muhsin bin Hammad al-’Abbad al-Badr lahir di Zulfa (300
km dari utara Riyadh) pada 3 Ramadan tahun 1353H (10 Desember 1934.
Ia adalah salah seorang pengajar di Masjid Nabawi yang mengajarkan
kitab-kitab hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu
Dawud dan saat ini beliau masih memberikan pelajaran Sunan Turmudzi.
Ia adalah seorang ‘Alim Robbaniy dan pernah menjabat sebagai wakil
mudir (rektor) Universitas Islam Madinah yang waktu itu rektornya
adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.
Ahmad ibnu Yusuf al-Misri (835 – 912) adalah seorang
matematikawan, putra dari Yusuf ibnu Ibrahim yang juga seorang
matematikawan. Ahmad ibnu Yusuf lahir di Baghdad, Irak dan kemudian
pindah bersama bapaknya ke Damaskus pada tahun 839. Kemudian ia
pindah lagi ke Kairo, dan dari sini lah namanya mendapat tambahan
al-Misri (dari Mesir).
Abu-L ‘Abbas Ahmad ibn Khallikan adalah sarjana Muslim
Kurdi pada abad ke-13. Karyanya yang paling terkenal adalah
Wafayat
al-Ayan (Berita Kematian Laki-laki Ulung) atau lebih dikenal
sebagai Kamus Biografis. Dia lahir Irbil, 22 September 1211
-Damaskus, Suriah dan meninggal 30 Oktober 1282.
Menurut Encyclopedia Britannica, ibn Khallikan memilih “bahan
faktual untuk biografinya dengan sangat baik dari sisi pengetahuan
akademis” dan buku ini juga menyebutkan “… ia adalah seorang
yang menyumbangkan sumber berharga untuk karya kontemporer dan berisi
petikan dari biografi yang lebih awal yang sudah tidak lagi ada.”
Ia mulai mengerjakan karya ini dari tahun 1256 sampai dengan tahun
1274.
Ibnu Rusyd (
Ibnu Rushdi,
Ibnu Rusyid,
dalam bahasa Latin
Averroes, adalah seorang filsuf dari
Spanyol (Andalusia). Dia lahir tahun 1126 – Marrakesh, Maroko, dan
meninggal 10 Desember 1198). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang
filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai
dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke
dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar
karya-karya aslinya sudah tidak ada.
Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti
yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat
Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya. Ibnu Rusyd
adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan
ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi
sebagai “Kadi” (hakim) dan fisikawan.
Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator
terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen
di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas.
Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah
kedokteran dan masalah hukum.
Said Al-Andalusí (Almería, 1029 – Toledo, 1070)
“
Al-Tulaytuli” (dari Toledo) adalah seorang qadi, ilmuwan
dan sejarawan Al-Andalus. Karyanya yang terkenal adalah
Tabaqat
Al-Umam (Klasifikasi Bangsa-Bangsa), yang banyak dipelajari oleh
para sejarawan. Karyanya yang lain adalah
Kumpulan Sejarah Bangsa
Arab dan Non-Arab, dan
Koreksi Pergerakan Bintang-Bintang.
Jafar Muhammad bin Musa bin Shakir Banu Musa, (800 –
873), adalah seorang astronom dan matematikawan dari Baghdad. Ia
bersama kedua saudaranya (Ahmad Banu Musa dan Hasan Banu Musa) sangat
aktif menerjemahkan berbagai buku sains dari manuskrip Yunani dan
Pahlavi ke dalam bahasa Arab pada masa kekhalifahan Al-Ma’mun.
Mālik ibn Anas bin Malik bin ‘Āmr al-Asbahi atau
Malik
bin Anas lahir di (Madinah pada tahun 714 (93 H), dan meninggal
pada tahun 800 (179 H)). Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadits, serta
pendiri Mazhab Maliki.
Yusuf al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab, Kairo, Mesir, 9
September 1926; umur 84 tahun) adalah seorang cendekiawan Muslim yang
berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era
modern ini. Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai
seorang ketua majelis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan
digunakan sebagai bahan rujukan atas permasalahan yang terjadi. Namun
banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya.
Jalaluddin as-Suyuthi lahir 1445 (849H) – wafat 1505
(911H). Dia adalah ulama dan cendekiawan muslim yang hidup pada
abad ke-15 di Kairo, Mesir. Beliau pernah berguru pada al Bulqini
sampai wafatnya Al Bulqini, Beliau juga belajar hadits pada Syaikhul
Islam Taqiyyudin al Manaawi. Dalam Kitab beliau yang berjudul Khusnul
Muhadlarah beliau menyebutkan bahwa dari setiap guru yang aku datangi
aku mendapatkan lisensi dan aku menghitungnya sampai sejumlah 150
ijazah dari 150 guru.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Dilahirkan di Damaskus,
Suriah pada tanggal 4 Februari 1292, dan meninggal pada 23 September
1350) adalah seorang Imam Sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh yang
hidup pada abad ke-13. Ia adalah ahli fiqih bermazhab Hambali.
Disamping itu juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal
Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus
seorang mujtahid.
Muhammad Marmaduke William Pickthall (1875-1936) adalah
seorang intelektual Muslim Barat, yang terkenal dengan terjemahan Al
Qur’an yang puitis dan akurat dalam bahasa Inggris. Ia merupakan
pemeluk agama Kristen yang kemudian berpindah agama memeluk Islam.
Pickthall adalah juga seorang novelis, yang diakui oleh D.H Lawrence,
H.G Wells dan E.M Forster, juga seorang jurnalis, kepala sekolah
serta pemimpin politik dan agama. Dididik di Harrow, ia terlahir pada
keluarga Inggris kelas menengah, yang akar keluarganya mencapai
ksatria terkenal William sang penakluk. Pickthall berkelana ke banyak
negara-negara Timur, mendapat reputasi sebagai ahli masalah Timur
Tengah. Ia menerbitkan terjemahannya atas Al Qur’an (The meaning of
the Holy Qur’an), ketika menjadi pejabat di bawah pemerintahan
Nizam dari Hyderabad.
Terjemahannya ini menjadi terjemahan dalam bahasa Inggris pertama
yang dilakukan oleh seorang Muslim dan diakui oleh Universitas Al
Azhar (Mesir); terjemahan ini oleh Times Literary Supplement disebut
sebagai sebuah pencapaian penulisan yang besar. Pickthall dimakamkan
di pemakaman Muslim di Brookwood.
Ahmad bin Muhammad Miskawaih,
Ibnu Miskawaih
(932-1030) merupakan filsuf Iran yang menonjol dari Ray, Iran. Ia
merupakan tokoh politik yang aktif selama masa Al-Booye. Pengaruhnya
pada filsafat Islam terutama berkaitan dengan isu etik.
Al-Jāḥiẓ (781 – Desember 868/Januari 869) adalah
seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dari Afrika Timur. Ia
merupakan sastrawan Arab dan memiliki karya-karya dalam bidang
literatur Arab, biologi, zoologi, sejarah, filsafat, psikologi,
Teologi Mu’taziliyah, dan polemik-polemik politik religi.
Ibnu Ismail Al Jazari Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika
Modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan
mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu
penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk
mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill).
Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik
asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya
ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazari.
Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan
industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak
dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat.
Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama
lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia
tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Ibnu Ismail
Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern
Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi
rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine,
crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.
Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah
yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia
mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174
sampai 1200 sebagai ahli teknik. Donald Routledge dalam bukunya
Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman
modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi
lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun
berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia
merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan
dunia teknik.
Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap
dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm
Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge
of Ingenious Mechanical Devices). Bukunya ini berisi tentang teori
dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan
lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail
hal yang terkait dengan mekanika.
Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah
teknik. Keunggulan buku tersebut mengundang decak kagum dari ahli
teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald berkomentar bahwa
dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari tersebut. Pasalnya,
kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi untuk merancang,
merakit, dan membuat mesin.
Di tahun yang sama juga 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang
bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara
otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan
suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah
yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang.
Kini replika
jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum,
sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya. Pada acara World of
Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak
orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya,
Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam
air.
Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya
terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam
abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan
karyanya.Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan
gambaran yang begitu detail dan jelas. Sebab ahli teknik lainnya
lebih banyak mengetahui teori saja atau mereka menyembunyikan
pengetahuannya dari orang lain.
Bahkan ia pun menggambarkan
metode rekonstruksi peralatan yang ia temukan.
Karyanya juga
dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap
sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isinya
diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini
kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat.
Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah
membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan
bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana
Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din
Mahmoud.
Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia
ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan
dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama
bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat.
Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah
tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di
negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah
adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber
airnya.
Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan
sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun
Saqiya. Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria.
Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar
dengan balok kayu horizontal.
Sementara Saqiya merupakan
mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi.
Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya
terkenal pada zaman Roma.
Para ilmuwan Muslim melakukan eksplorasi peralatan tersebut untuk
mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Al-Jazari merintis jalan ke
sana dengan menguraikan mesin yang mampu menghasilkan air dalam
jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mesin yang pernah ada
sebelumnya.
Al-Jazari, kala itu, memikul tanggung jawab untuk merancang lima
mesin pada abad ketiga belas. Dua mesin pertamanya merupakan
modifikasi terhadap Shaduf, mesin ketiganya adalah pengembangan dari
Saqiya di mana tenaga air menggantikan tenaga binatang.
Satu mesin yang sejenis dengan Saqiya diletakkan di Sungai Yazid
di Damaskus dan diperkirakan mampu memasok kebutuhan air di rumah
sakit yang berada di dekat sungai tersebut.
Mesin keempat adalah mesin yang menggunakan balok dan tenaga
binatang. Balok digerakkan secara naik turun oleh sebuah mekanisme
yang melibatkan gigi gerigi dan sebuah engkol.
Mesin itu diketahui
merupakan mesin pertama kalinya yang menggunakan engkol sebagai
bagian dari sebuah mesin. Di Eropa hal ini baru terjadi pada abad 15.
Dan hal itu dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa.
Pasalnya, engkol mesin merupakan peralatan mekanis yang penting
setelah roda. Ia menghasilkan gerakan berputar yang terus menerus.
Pada masa sebelumnya memang telah ditemukan engkol mesin, namun
digerakkan dengan tangan. Tetapi, engkol yang terhubung dengan sistem
rod di sebuah mesin yang berputar ceritanya lain.
Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi
dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi
orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand
Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan
sangat terbatas penggunaannya.
Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya
dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-jazari. Ini
dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini
melakukannya.
Sedangkan mesin kelima, adalah mesin pompa yang digerakkan oleh
air yang merupakan peralatan yang memperlihatkan kemajuan lebih
radikal. Gerakan roda air yang ada dalam mesin itu menggerakan piston
yang saling berhubungan.
Kemudian, silinder piston tersebut terhubung dengan pipa penyedot.
Dan pipa penyedot selanjutnya menyedot air dari sumber air dan
membagikannya ke sistem pasokan air. Pompa ini merupakan contoh awal
dari double-acting principle. Taqi al-Din kemudian menjabarkannya
kembali mesin kelima dalam bukunya pada abad keenam belas.
Abu Al Zahrawi / ALBUCASIS
Sang Penemu Gips Era Islam.
Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan
yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik
pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang
dilakukan pada era modern ini.
Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam
mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini.Al
Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang
terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan
negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada
tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang
berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi
merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia
yang bernama Abbas.
Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari
Madinah yang pindah ke Andalusia.Al Zahrawi selain termasyhur sebagai
dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang
taat. Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari
perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup
bagaikan seorang sufi.
Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara
cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para
pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para
pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan
orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya.
Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai
dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di
Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III
(An-Nasir). Khalifah Al Hakam II sendiri berkuasa dari tahun 961
sampai tahun 976. Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan
Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk
mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia
juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan
pembangunan pasar.Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak
dapat diragukan lagi.
Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi
kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips
bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang
patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser bisa
kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau
dibalut semacam semen.
Dalam sebuah risalahnya, dia menuliskan, jika terdapat tulang yang
bergeser maka tulang tersebut harus ditarik supaya kembali tempatnya
semula. Sedangkan untuk kasus masalah tulang yang lebih gawat,
seperti patah maka harus digips.Untuk menarik tulang lengan yang
bergeser, Al Zahrawi menganjurkan seorang dokter meminta bantuan dari
dua orang asisten. Kedua asisten tersebut bertugas memegangi pasien
dari tarikan.
Kemudian lengan harus diputar ke segala arah setelah lengan yang
koyak dibalut dengan balutan kain panjang atau pembalut yang lebih
besar. Sebelum dokter memutar tulang sendi sang pasian, dokter
tersebut harus mengoleskan salep berminyak ke tangannya. Hal ini juga
harus dilakukan oleh para asisten yang ikut membantunya dalam proses
penarikan. Setelah itu dokter menggerakan tulang sendi pasien dan
mendorong tulang tersebut hingga tulang tersebut kembali ke tempatnya
semula.
Setelah tulang lengan yang bergeser tersebut kembali ke tempat
semula, dokter harus melekatkan gips pada bagian tubuh yang tulangnya
tadi sudah dikembalikan. Gips tersebut mengandung obat penahan darah
dan memiliki kemampuan menyerap. Kemudian gips tersebut diolesi
dengan putih telur dan dibalut dengan perban secara ketat. Setelah
itu, dengan menggunakan perban yang diikatkan ke lengan, lengan
pasien digantungkan ke leher selama beberapa hari. Sebab jika lengan
tidak digantungkan, maka lengan terasa sakit karena masih lemah
kondisinya. Sesudah kondisi lengan semakin kuat dan membaik, maka
gantungan lengan ke leher dilepaskan. Jika tulang yang bergeser itu
sudah benar-benar kembali dalam posisi semula dengan baik dan sudah
tidak terasa begitu sakit lagi maka buka semua balutan termasuk gips
yang membalut tangan pasien.
Tetapi jika tulang yang bergeser tersebut belum sepenuhnya pulih
atau kembali ke tempat semula secara tepat, maka perban maupun gips
yang membalut lengan pasien harus dibuka. Lalu lengan pasien dibalut
lagi dengan gips dan perban yang baru setelah itu dibiarkan selama
beberapa hari hingga lengan pasien benar-benar sembuh total.Salah
satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif. Kitab
tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk
penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi.
Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik
sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah
diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan
Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber
Theoricae nec non Practicae Alsaharavii.
Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa
Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad
ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada
tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al
Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona
di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia.
Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh
Eropa.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut
bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi
alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa
kedokteran di berbagai kampus-kampus. Al Zahrawi menjadi pakar
kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad
setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para
dokter di berbagai belahan dunia.
Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam
kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.
Sumber: http://forum.kompas.com/sains/40717-%3D-101-ilmuwan-yang-terlupakan-%3D.html