Welcome

Berawal dari ketiadaan, kita berpikir dan belajar untuk menciptakan. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat. "Mari berbagi manfaat" #Give thank to Allah, the Creator of all things.
Showing posts with label Acara. Show all posts
Showing posts with label Acara. Show all posts

Friday, August 30, 2013

Kompas Karier Fair 2013

Setelah sukses menyelenggarakan
Kompas Karier Fair pada April 2013 yang dihadiri oleh 12.401 pencari kerja, kini Kompaskarier kembali menggelar Pameran Bursa Kerja Terbesar di Indonesia 30 & 31 Agustus 2013 di Kartika Expo Balai Kartini Jakarta.

Dapatkan tiket Early Bird
1 hari Rp 15.000
2 hari Rp 25.000
di Toko Buku Gramedia* dan
Grazera.com

Periode Early Bird: 1 - 29 Agustus
2013

* Tersedia di TB. Mal Metropolitan Bekasi, TB. Matraman, TB. Semanggi, TB. Kelapa Gading Mal, TB. Pondok Indah, TB. Taman Anggrek, TB. Margonda Depok & TB. Pejaten

DIIKUTI OLEH LEBIH DARI 205
PERUSAHAAN NASIONAL,
MULTINASIONAL, BUMN
& KEMENTERIAN, diantaranya:
HM Sampoerna, Astra International, Coca-Cola Amatil Indonesia, Djabesmen Group, Group Ajinomoto Indonesia, PT. Garuda Indonesia, Tbk, PT. Intraco Penta, Tbk, PT. Jalan Tol LingkarLuar Jakarta, PT. Trakindo Utama, Tbk, PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk, PT. Jaya Real Property, Tbk, PT. Lautan
Luas, Tbk, Kompas.com, Toyota Asta Financial Services, Wings Group, Nu Green Tea, Pembangunan Jaya Ancol, PT. Bakrie Telecom, Tbk, PT. Berca
Hardayaperkasa, PT. Paragon
Technology and Innovation, Imora
Motor (Honda Jakarta Center), PT.
Honda Prospect Motor, Kompas
Gramedia, PT. Ekamant Indonesia, PT. Aventis Pharma, PT. Propan Raya, PT. Intiland Develpoment, Tbk, Veneta Indonesia, Wall Street Institute, Axa Mandiri Financial Services , Kompas TV, PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk, PT. Bank DKI, PT. Prudential Life Assurance - Bancassurance, Bank Mega, Bank OCBC NISP, Cimb Niaga, PT. Bank Bukopin, Tbk, PT. Topjaya Sarana Utama, PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg, PT. Astrindo Senayasa, PT. Bank Jatim, Circle K Indonesia, Citibank, Femina Group, Gogirl Magazine,
Greenpeace, Indocare Group,
Indomobil Nissan, Intitrans, Kia Mobil Indonesia, Anabatic Technologies, Asaba Group, Asuransi Sinarmas, Binus Online Learning & Binus Graduate, Collier International, Columbia, Graha Karya Informasi, Jatis Group, Metropolitan Kentjana,
Tbk, Monsoon Academy, Mothercare, Optik Melawai, Panorama Transportasi, PT. Alpha Salmon, PT. Asahimas Flat Glass, Tbk, PT. Guhring Indonesia, PT. Bank Pan Indonesia, Tbk, PT. Century Franchisindo Utama, PT. Selindo Alpha, PT. Siwali Swantika, Samko Timber, Sinarmas MSIG Life, STIKS Tarakanita, Sunlife Group, The Body Shop, The British Institute, Astel Group, Asuransi Raksa Pratikasa, BNI Securities, Bringin Life, Career AD,
Central Santosa Finance, Gihon Telekomunikasi Indonesia, Hiba
Group, Indovisual Group, Lembaga
Pendidikan Perkebunan (LPP)
Jogjakarta, Meratus Line, PT. Armindo Caturpratama, PT. Asuransi Purna Artanugraha, PT. Chakraprima Gitanusa, PT. Durwin, PT. Industrial Multi Fan, PT. Erakomp Infonusa, PT. Advantel Nusantara, PT. Agape Software Indonesia, PT. Asuransi Mitra, PT. Bersama Makmur Raharja, PT. BFI Finance, Tbk, PT. Bhakti Adikarya Buana Abadi, PT. Bhakti Idola Tama, PT. Buanatama Metalindo,
PT. Central Sejahtera Insurance (Grup BCA), PT. Dima Indonesia, PT. Duta Kalingga Pratama, PT. Electronic City Indonesia, Tbk, PT. Jaya Trade Indonesia, PT. Jets Indonesia, PT. Kajima Indonesia, PT. Kendali Paramita, PT. Liebra Permana, PT. Mitra Pinasthika Mustika, Tbk, PT. Nusantara Surya Sakti, PT. Parvi Indah Persada, PT. Sentra Media Pariwara, PT.Integrasi Solution, Serasi Autoraya, Springhills Group,
The Jakarta Consulting Group, Tiens Asia Pacific Region, Tripatra
Engineers & Constructors, Wirecad
Asia Pacific, Total E & P Indonesie,
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi, PT. Mass Rapid Transit Jakarta, Philips Indonesia dan perusahaan besar lainnya.

Informasi selengkapnya
0811 877 4576
0811 877 4577

Friday, August 23, 2013

CompFest 2013

CompFest merupakan one-stop IT
event tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang terdiri atas rangkaian kompetisi, roadshow, seminar, playground, dan entertainment .

CompFest 2013 memiliki tema "Facing National Development Towards Innovation and Collaboration - FANTASTIC" yang bertujuan untuk memacu dan meningkatkan kolaborasi antar
akademisi, lembaga pemerintahan, perusahaan, start-up ,developer, dan komunitas agar mendapatkan hasil inovasi terbaik untuk kemajuan IT di
Indonesia.

Pendaftaran Seminar GRATIS (termasuk Snack dan Sertifikat)

Venue : Anex Room Balairung, Universitas Indonesia.

Contact Person Dimas +6289652410221 Rima +6285692366377

Info lebih detail tentang rangkaian
kegiatan CompFest 2013 bisa dibaca pada tautan berikut CompFest 2013

Wednesday, August 21, 2013

Kopdar komunitas Python Indonesia (ID Python)

Komunitas Python Indonesia (ID Python) sebagai wadah bagi para pecinta teknologi bahasa pemrograman Python akan mengadakan kopi darat.

Kopdar komunitas Python Indonesia akan diisi dengan penampilan dari beberapa narasumber yang akan berbagi pengalaman mereka dalam
mengimplementasikan teknologi
Python dalam pembuatan sebuah
produk.

Berikut narasumber yang akan hadir dalam kopdar Python Indonesia:

High availability and scalability
tricks for Django website oleh
Reza Introduction to gevent oleh
Isman Firmansyah

sqliteboy oleh Noprianto PyWikipediabot oleh Gombang
Nan Cengka

Kopdar Python Indonesia sedianya
akan diadakan pada:
Waktu : Sabtu, 31 Agustus 2013
pukul 09.00 – 13.30 WIB
Tempat : di Burufly, Jl. Wijaya Timur II No. 13 RT 015 RW 002, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Tak perlu registrasi bagi peserta
yang akan mengikuti kopdar
Komunitas Python Indonesia ini.
Cukup datang dan acara bersifat
terbuka bagi umum.

Sumber

Indonesia Linux Conference (ILC 2013)

Indonesia Linux Conference (ILC) merupakan ajang bertemunya insan penggiat, pengguna, pemerhati dan vendor open source, khususnya sistem operasi GNU/Linux di Indonesia.

Memasuki penyelenggaraanya yang ke-9 di tahun 2013 ini, Indonesia Linux Conference (ILC) kembali digelar. Kali ini, Aceh akan menjadi tuan rumah diselenggarakannya Indonesia Linux Conference 2013 (ILC 2013) bersama KPLI Aceh.

Sejumlah undangan juga telah dikirimkan ke beberapa komunitas Linux di Indonesia oleh panitia penyelenggara. Event Indonesia Linux Conference 2013 mengangkat tema Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar
dengan Open Source . ILC 2013 akan diadakan pada 14-15 September 2013 bertempat di Anjong Mon Mata, Kota Banda Aceh .

Acara ini akan diisi dengan diskusi
yang diikuti oleh para penggiat dan
aktivis GNU/Linux dari seluruh Indonesia, seperti Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI),Linux User Grup (LUG), dan Kelompok Studi Linux (KSL).

Tak hanya sebagai ajang bertemu, ILC juga diisi dengan seminar, workshop, training, pameran dan pada akhir acara ditutup dengan diskusi. Melalui perhelatan Indonesia Linux Confeence 2013 ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan GNU/Linux di semua bidang baik di lingkungan rumah tangga, bisnis, pendidikan serta pemerintahan di Indonesia.

Kontak yang dapat dihubungi terkait perhelatan Indonesia Linux
Conference 2013 (ILC 2013) sebagai berikut:

Telp:
Boy : 081360176013
Fadhil: 081264562768

Email:
info@acehlinux.org

Web:
http//ilc2013.acehlinux.org

Twitter:
@ilc2013aceh

Sumber

Friday, December 16, 2011

Televisi Ganggu Konsentrasi Otak Anak

 

Kompas.com - Anak-anak yang terlalu banyak menonton televisi atau bermain video games lebih beresiko mengalami gangguan perilaku. Manifestasinya anak tidak mampu berkonsentrasi dan sulit menyelesaikan tugas. Gangguan perilaku ini bukan cuma berdampak di usia kanak-kanak, tapi juga bisa terbawa hingga dewasa.

Sulit berkonsentrasi adalah bila anak tidak fokus memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Untuk suatu pekerjaan, dia akan sulit menuntaskannya. Penyebab sulitnya konsentrasi pada anak bisa disebabkan karena faktor internal, seperti ada gangguan perkembangan otak, atau karena faktor eksternal, seperti terlalu banyak menonton televisi.

Dalam sebuah penelitian, Edward Swing, peneliti dari Iowa State University, membandingkan responden yang menonton televisi atau video games kurang dari 2 jam setiap hari dengan mereka yang menonton lebih banyak. Waktu menonton televisi untuk anak usia dua tahun ke atas yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics adalah maksimal 2 jam setiap hari.

"Mereka yang tidak mengikuti rekomendasi para ahli dan menonton TV lebih dari 2 jam, memiliki risiko gangguan konsentrasi 1,6 hingga 2,2 kali lebih tinggi," kata Swing. Anak-anak usia sekolah ternyata lebih banyak yang mengalami gangguan konsentrasi dibandingkan pada mahasiswa, meski mereka sama-sama kebanyakan nonton TV atau main video games.

Pada penelitian ini, Swing melibatkan 1.300 anak di kelas tiga, empat, dan lima sekolah dasar selama 13 bulan. Ia juga meneliti 210 mahasiswa mengenai kebiasaan menonton televisi dan pengaruhnya. Selain mewawancari si anak tentang durasi menonton TV, orangtua anak juga ditanya mengenai kebiasaan nonton TV anak mereka.

Setelah itu, Swing dan timnya mewawancarai para guru di sekolah tentang perilaku anak.
Para guru melaporkan, gangguan perilaku yang kerap ditemui di sekolah antara lain anak sulit memusatkan perhatian atau sulit diam saat mengerjakan tugas-tugas sekolah, bahkan sering mengganggu anak lain.

Sumber: http://health.kompas.com

Saturday, September 24, 2011

Islamisasi Pendidikan Kampus, Sebuah Keharusan

ilustrasi kampus


Beberapa bulan lalu ada peristiwa penting yang tidak boleh dilewatkan para
pelaku dan peminat Pendidikan Islam.  Setelah  menggelar  Seminar
Internasional pada 18-19 Mei 2011, lalu Seminar Nasional  pada 29 Juni 2011,
tentang Tema yang sama, maka pada Hari Rabu, 20 Juli 2011, Universitas Ibn
Khaldun (UIKA) Bogor  menyelenggarakan Lokakarya “Islamisasi Ilmu dan
Kampus” untuk para pejabat Struktural kampus UIKA Bogor.

Lokakarya diikuti oleh seluruh pejabat struktural,  mulai Rektor , wakil
Rektor, sampai semua dekan dan para wakil dekan di UIKA. Lokakarya dibuka
oleh Rektor UIKA, Prof. Dr. Ramly Hutabarat.  Bertindak sebagai Keynote
speaker adalah Prof Dr Ir AM Saefuddin, dengan pemateri Dr. Adian Husaini
dan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Bagi UIKA, wacana Islamisasi Ilmu dan Kampus bukanlah hal yang baru.
Gerakan itu sudah diserukan oleh Prof AM Saefuddin saat dia menjadi rektor
UIKA tahun 1983.    Dalam paparannya, AM Saefuddin menekankan perlunya
konsep Islamisasi Ilmu dan Kampus diaplikasi kan dengan sungguh-sungguh
dalam kehidupan kampus. Bukan hanya dalam kurikulum, tetapi juga dalam
perilaku sivitas akademika dalam kehidupan kampus.

Dalam Lokakarya tersebut,  saya menyampaikan paparan tentang  perlunya UIKA
mengambil peluang melaksanakan Islamisasi Ilmu, sebab tuntutan umat Islam
sangat besar, akan terwujudnya satu kampus Islam yang benar-benar Islami dan
bermutu.  Banyak orang tua kini bertanya, setelah anaknya tamat di satu SMA
atau Madrasah Aliyah yang baik, ke mana anaknya harus melanjutkan kuliah.
Mereka ingin agar anaknya benar-benar menjadi sarjana yang baik, yakni
memiliki pemahaman Islam yang benar, bebas dari pengaruh liberal, dan
memiliki keahlian tertentu yang diperlukan untuk mengarungi kehidupan di
dunia.

Ada contoh kasus. Seorang anak lulusan satu Pesantren unggulan yang bermutu
tinggi, hafal al-Quran 30 juz dan juga menguasai ilmu-ilmu Ilmu Pengetahuan
Alam dengan baik. Setelah diterima di satu perguruan tinggi terkenal di
Yogyakarta, si anak kesulitan megembangkan ilmu-ilmu keislaman yang sudah
dikuasainya saat belajar di pesantrennya.

Islamisasi Ilmu bukan sesuatu yang utopis, sebagaimana dibayangkan oleh
sebagian kalangan, sehingga ada yang ketakutan dengan istilah “Islamisasi”.
Ketika suatu institusi Pendidikan melabeli dirinya dengan kata “Islam”,
atau menyatakan dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam, maka  saat itulah
ia berkewajiban meloakukan proses Islamisasi yang terus-menerus, sehingga
lembaganya menjadi semakin Islami.


*Apanya yang harus Islami?*

Tentu saja, yang harus Islami adalah pemikiran dan perilaku pimpinan dan
dosen-dosennya terlebih dahulu. Sebab, mereka adalah guru, yang – dalam
bahasa Jawa – artinya wajib “digugu” dan “ditiru”. Dosen harus menjadi
teladan bagi mahasiswa, dalam hal keilmuan, ibadah,  dan akhlak. Jika hal
itu belum tercapai, maka perlu dilakukan proses Islamisasi!

Selain itu, tentu saja, Islamisasi harus mencakup kurikulum pendidikannya.
Jika masih ada diantara kurikulum yang diajarkan mengandung muatan-muatan
pemikiran secular atau liberal – misalnya – maka hal itu wajib diluruskan
dan di-Islamkan. Jika tidak bisa dilakukan proses Islamisasi, maka kurikulum
sekular itu harus dibuang, atau minimal dibahas untuk dikritisi dengan
perspektif Islam.

Misalnya, kurikulum tentang sains kealaman (*natural sciences*), seharusnya
dikaitkan dengan konsep tauhid dan sejarah sains Islam.  Sebab, objek studi
kajian ilmu ini adalah “ayat-ayat Allah”.  Jika metode belajar sains itu
Islami, maka pengajaran sains harusnya mengarahkan mahasiswa untuk semakin
mengenal sang-Pencipta (ma’rifatullah) dan mendorong mereka semakin taat
kepada Allah.  Jika pelajaran sains semakin menjauhkan mahasiswa dari
Allah,  – misalnya hanya diarahkan untuk eksploitasi alam semata-mata --
itu sama saja menjerumuskan manusia ke derajat binatang, bahkan lebih rendah
lagi. (QS 7:179).

Disamping itu, pelajaran sains perlu dikaitkan dengan sejarah sains itu
sendiri, yang selama ini tidak memperkenalkan prestasi para ilmuwan Muslim.
Sejarah sains itu perlu disampaikan dengan jujur, sehingga diharapkan dapat
menanamkan sikap “izzah”   (pride) pada diri mahasiswa Muslim. Mereka perlu
paham, bahwa Islam adalah sebuah peradaban yang pernah memimpin dunia dalam
bidang sains, beratus tahun sebelum dunia Barat kemudian mengambil alih
prestasi kaum Muslim tersebut. Islam bukan hanya mimpi dan utopia, tetapi
sebuah konsep yang dapat diterapkan dalam kehidupan: pribadi, keluarga,
masyarakat, dan kenegaraan.

Itu memang masa lalu.  Ini bukan soal romantisisme. Tetapi, masa lalu memang
teramat penting untuk memberikan perspektif tentang masa depan.  Semua
bangsa menengok masa lalu untuk merumuskan masa depannya. Inilah yang
disebut sejarah. Bangsa Barat mengenalkan masyarakat mereka dengan masa
lalu, agar mereka bangga dengan peradaban mereka di masa Yunani dan Romawi.
Bangsa China, hingga kini, terus menggalakkan masyarakatnya agar tidak
melupakan nilai-nilai masa lampau mereka. Begitu juga bangsa India, Jepang,
dan sebagainya.

Kita, kaum Muslim di Indonesia, juga diarahkan untuk membangga-banggakan
masa lalu kita. Hanya saja, sebagai Muslim, kita dipaksa untuk membanggakan
zaman Majapahit di masa Gajah Mada. Mitos kebesaran Majapahit di zaman Gajah
Mada itulah yang harus kita banggakan.  Lalu, dimana letaknya kejayaan Islam
di Indonesia?  Kita – secara halus – diajari bahwa tidak ada yang bisa
dibanggakan dari Islam! Islam tidak menghasilkan Borobudur dan Prambanan
yang menjadi kebanggaan dunia. Maka, dampaknya, bangsa kita dilarang
menonjolkan Islam di mana-mana.

Begitu keluar dari pintu bandara internasional Soekarno-Hatta kita tidak
disambut oleh tulisan ayat-ayat al-Quran  atau foto-foto Masjid dan
Pesantren. Tapi, kita disambut oleh berbagai jenis patung!  Itulah
Indonesia!?  Memang, 87% penduduk Indonesia Muslim, tetapi diajarkan bahwa
Islam tidak pernah membawa kemajuan bagi bangsa ini.  Bahkan, Islamlah yang
menghancurkan kebesaran Majapahit!  Itulah yang diajarkan kepada kita,
kepada anak-anak kita sekarang di sekolah-sekolah, bahkan di madrasah dan
pondok pesantren!

Ironis sekali!  Sebuah bangsa Muslim terbesar berhasil dibelokkan dari
sejarahnya sendiri, sehingga bangsa Muslim ini tidak merasa sebagai bagian
dari umat Islam, dan merasa tidak perlu untuk melanjutkan proses Islamisasi
di Kepulauan Nusantara. Akibatnya,  kaum Muslim dijauhkan dari rasa memiliki
bangsa ini. Lihatlah, hingga kini, mungkin jarang sekali ada masjid atau
Majlis Ta’lim yang secara sengaja merayakan Peringatan Kemerdekaan RI setiap
tanggal 17 Agustus. Sebab, sudah dijejalkan di kepala kita, sejak sekolah di
SD,  yang namanya memperingati kemerdekaan itu hanya dilakukan dengan
Upacara Bendera. Padahal, kemerdekaan RI adalah buah dari perjuangan fi
sabilillah yang dilakukan para pejuang kemerdekaan.

Sebenarnya, banyak sejarawan yang sudah mencoba meluruskan pengajaran
sejarah di sekolah-sekolah.  Sebab, faktanya tidaklah seperti itu. Di
kawasan Nusantara ini, Islam telah menorehkan goresan tinta emas dalam upaya
kebangkitan intelektual.  Sebagai contoh, apa yang pernah ditulis oleh
seorang wartawan senior Rosihan Anwar.

Nama Rosihan Anwar (1922-2011), tidaklah terlalu identik dengan sosok
seorang tokoh Islam, seperti Moh. Natsir, Prof. Hamka, KH Ahmad Dahlan, KH
Hasyim Asy’ari, dan sebagainya. Rosihan Anwar lebih dikenal sebagai wartawan
senior yang hidup di beberapa  zaman: kolonial Belanda, pendudukan Jepang,
Kemerdekaan Indonesia, dan pasca Kemerdekaan. Ia pun sempat menyaksikan naik
turunnya rezim-rezim penguasa di Indonesia, dari Soekarno sampai Soesilo
Bambang Yudhoyono.

Meskipun begitu,  membaca sebuah bukunya yang berjudul Jatuh Bangun
Pergerakan Islam di Indonesia (1971), tidak dapat dipungkiri, ada sejumlah
gagasan “Islamisasi” pemahaman sejarah Indonesia, yang menarik untuk
disimak. Kamis (4/8/2011), saya diminta menjadi salah satu pembahas buku
yang kembali diterbitkan oleh Fadli Zon Library. Pembahas lain, Prof. Dr.
Taufik Abdullah, sejarawan senior LIPI.

Buku ini sejatinya merupakan kumpulan surat/nasehat Rosihan Anwar kepada
putrinya, Aida Fathya. Simaklah sebagian kutipan nasehat Rosihan kepada
putrinya tersebut:

“J.M. Pluvier menamakan Islam sebagai suatu pra-nasionalisme di Nusantara.
W.F. Wertheim pun melihat peran Islam sebagai gerakan pra-nasionalisme.
Bahkan Rupert Emerson dan Fred von der Mahden melihat adanya interrelasi
antara hubungan agama dengan nasionalisme di Burma dan Indonesia. Gerakan
kebangsaan di Burma dipelopori oleh Young Men’s Buddhist Association, begitu
juga gerakan nasionalisme Indonesia yang dipelopori oleh orang-orang Islam.
Budi Utomo memang merupakan sebuah gerakan nasionalis, sama seperti
Nationale Indische Partij yang dipimin Douwes Dekker alias Dr. Setia Budi,
tetapi gerakan-gerakan itu kecil. Dan, SI-lah gerakan kebangsaan-keagamaan
yang pertama dengan anggota-anggotanya yang mencapai 2 juta orang ada saat
itu, dan mempunyai organisasi massa yang berakar di kaum petani atau apa
yang dinamakan George Kahin “the first peasant-based mass organisastion.
Inilah yang harus kau ingat selalu, Aida Fathya, bahwa pelopor gerakan
nasionalisme yang menentang kolonialisme dan imperialisme Belanda ialah
Islam.”

Meskipun buku ini tidak terlalu mendalam dan terperinci membahas tentang
sejarah perkembangan Islam di Indonesia, tetapi buku ini mengungkap
percikan-percikan fakta sejarah pergerakan nasional Indonesia yang
dipelopori oleh para tokoh dan organisasi Islam. Rosihan membawakan pesan
penting bagi bangsa Indonesia, bahwa Islam adalah pelopor kebangkitan
nasional dan pelopor dalam pembebasan Indonesia dari belenggu penjajahan.

Itu pesan penting dari Rosihan Anwar. Dan pesan itu memiliki nilai yang
sangat berarti, sebab – tidak dapat disangkal – para sejarawan dan
tokoh-tokoh Islam Indonesia telah banyak mengungkapkan kejanggalan penulisan
dan pengajaran sejarah di Indonesia, khususnya yang terkait dengan Islam. Di
sana-sini, secara sistematis, ditemukan upaya untuk mengecilkan peran Islam
dalam sejarah kebangkitan dan kemerdekaan Indonesia.

Pada catatan yang lalu, kita pernah mengutip tulisan Buya Hamka  dalam
Tafsir al-Azhar: “Diajarkan secara halus apa yang dinamai Nasionalisme, dan
hendaklah Nasionalisme diputuskan dengan Islam. Sebab itu bangsa Indonesia
hendaklah lebih mencintai Gajah Mada daripada Raden Patah. (Lihat, Hamka,
Tafsir al-Azhar -- Juzu’ VI, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984), hal. 300.)

Cobalah tanyakan kepada anak-anak kita sekarang, apakah mereka mengenal
Raden Patah, Raja Muslim Pertama di Tanah Jawa? Raden Patah adalah putra
Raja Majapahit, yang sekaligus santri dari Sunan Ampel.  Tanyakan kepada
para siswa di sekolah-sekolah Islam, apakah mereka mengenal dan mengagumi
Sultan Agung yang mengirimkan para tentaranya dari Yogyakarta ke Jakarta
untuk mengusir penjajah Portugis?

Tapi, kita dan anak-anak kita terus dicekoki sebuah cerita bahwa Nusantara
pernah disatukan oleh Gajah Mada. Bahwa Kerajaan Hindu itulah yang berhasil
menyatukan Nusantara. Lalu, setelah itu, datanglah Kerajaan Islam dengan
Raja-nya Raden Patah dan didukung para Wali Songo, untuk meruntuhkan
Kerajaan Majapahit.  Opini yang ingin disampaikan kepada anak-anak kita
tampaknya:  “Islam datang untuk menghancurkan kejayaan Indonesia yang sudah
berhasil dibangun oleh Majapahit!” Sebab, setelah itu -- sebagaimana
digambarkan dalam buku pelajaran Sejarah --  muncul Kerajaan-kerajaan Islam
yang tidak pernah berhasil menjelma menjadi Kerajaan Nasional, sebagaimana
Sriwijaya dan Majapahit. Jadi, Islam digambarkan sebagai faktor yang tidak
kondusif sebagai ”pemersatu Indonesia”. Dengan kata lain, Indonesia hanya
bisa disatukan bukan dengan Islam, tetapi dengan ideologi lain, apakah
ateisme, animisme, atau sekularisme.

Padahal, coba tanyakan kepada mereka, kapan Majapahit benar-benar berhasil
menyatukan Nusantara; wilayahnya sampai dimana; dengan cara apa Majapahit
menyatukan Nusantara.  Katanya, Gajah Mada pernah bersumpah, namanya Sumpah
Palapa! Apakah sumpah seseorang bisa dijadikan bukti bahwa dia berhasil
mewujudkan sumpahnya? Prof. C.C. Berg, termasuk sejarawan yang mengkritik
upaya pengkultusan dan pemitosan kebesaran Majapahit. Ia menulis sebuah
artikel di Jurnal Indonesiė, Maret 1952, No. 5, berjudul ”*De Sadeng-oorlog*
* en de mythe van Groot-Majapahit” *(Perang Sadeng dan Mitos Kebesaran
Majapahit).

Mitos kebesaran dan keruntuhan Majapahit banyak dikisahkan dalam Kitab
anonim Darmagandul yang isinya meratapi keruntuhan Majaphit dan mencerca
para penyebar Islam di Tanah Jawa (Wali Songo).   Serat ini begitu
menggebu-gebu menyerang Islam dan mengharapkan orang Jawa berganti agama,
dengan meninggalkan Islam. Ditulis, misalnya: "*Wong Djawa ganti agama, akeh
tinggal agama Islam bendjing, aganti agama kaweruh, *....(Artinya: Orang
Jawa ganti agama, besok banyak yang meninggalkan Islam, berganti (menganut)
agama kaweruh ...).  Juga ditulis: "*Kitab Arab djaman wektu niki, sampun
mboten kanggo, resah sija adil lan kukume, ingkang kangge mutusi prakawis,
kitabe Djeng Nabi, Isa Rahullahu." *(Artinya: Kitab Arab jaman waktu ini,
sudah tidak terpakai, hukumnya meresahkan dan tidak adil, yang digunakan
untuk memutusi perkara adalah kitab Kanjeng Nabi Isa Rahullah). (Lihat,
Anonim. Darmagandul. Cetakan IV. (Kediri: Penerbit Tan Khoen Swie, 1955).

Fakta pengajaran sains dan sejarah di sekolah-sekolah semacam itu,
seharusnya menjadi perhatian serius dari Perguruan Tinggi Islam (PTI).
Sebab, tugas utama PTI memang melahirkan sarjana-sarjana yang memahami ilmu
agama dan kondisi kontemporer sekaligus. Itulah yang disebut program
Islamisasi. Karena itu, lokakarya “Islamisasi Ilmu” yang dilakukan untuk
para pejabat struktural Kampus UIKA Bogor dapat dijadikan salah satu contoh
yang baik.

Lokakarya di UIKA itu sangat istimewa. Sebab,  “peniup peluit” pertama
Islamisasi Ilmu di UIKA, yaitu Prof Dr Ir AM Saefuddin dengan setia
menunggui acara itu, dari pagi hari sampai berakhirnya acara di sore
harinya. Pak AM – begitu dia biasa dipanggil – berharap agar UIKA Bogor bisa
menjadi salah satu kampus tempat bersemainya gagasan Islamisasi Ilmu yang
sudah dia gulirkan 28 tahun sebelumnya.  Amin.**/Depok, 23 Ramadhan 1432
H/23 Agustus 2011.*


Lokakarya Islamisasi Ilmu di UIKA
Wednesday, 24 August 2011 04:38
Oleh: Adian Husaini

Tuesday, September 20, 2011

Poject Karang Taruna di BSM Care

  Tentang BSM Care
Anda ingin beramal dan perlu dana? Realisasikan niat baik Anda bersama BSM.
Sahabat BSM, segera usulkan niat baik Anda untuk membuat proyek amal. BSM siap menghibahkan dana maksimal Rp50 juta untuk aksi amal Anda. Aksi amal ini haruslah salah satu dari tiga jenis kategori, yaitu: Pendidikan, Lingkungan, dan Sosial. Bila usulan Anda memenuhi syarat dan ketentuan yang kami tetapkan serta mendapatkan dukungan tertinggi dari masyarakat, kami akan penuhi usulan Anda. Dukungan masyarakat tertinggi kami tunjukkan di halaman “Top 10”. Dukungan masyarakat dapat Anda dapatkan dengan Empat Cara yaitu mengajak orang lain untuk masuk ke halaman usulan Anda dan minta mereka untuk:
  1. Cara 1, menautkan usulan ke twitter;
  2. Cara 2, mengklik tombol Facebook Like;
  3. Cara 3, meng-klik tombil bertanda jempol;
  4. Cara 4, memberikan komentar positif, bila perlu.
Masing-masing cara tersebut memiliki bobot berbeda. Cara 1 memiliki bobot tertinggi, diikuti Cara 2, Cara 3, dan Cara 4. Sebagai informasi, Cara 4 memiliki bobot yang sangat kecil. Nilai akhir adalah kombinasi dari ke-empat cara tersebut.

BSM Care periode September – Oktober 2011
Jadilah pemberi usulan terbaik untuk periode ini. Usulan terbaik yang akan jadi pemenang adalah usulan yang:
  1. memenuhi syarat dan ketentuan.
  2. memiliki dukungan masyarakat tertinggi.
Usulan dengan dukungan tertinggi dari masyarakat akan kami verifikasi. Bila usulan tersebut memenuhi syarat dan ketentuan, akan jadi pemenang. Bila tidak, kami akan lihat usulan berikutnya. Begitu seterusnya.
Pemenang akan kami umumkan pada minggu pertama November 2011 melalui: www.syariahmandiri.co.id

Tips
Untuk bisa menduduki usulan dengan nilai akhir tertinggi, para Sahabat BSM dapat mencoba tips berikut ini:
  1. Usulkan kegiatan amal (pendidikan, sosial, atau lingkungan) yang betul-betul dibutuhkan di lingkungan Anda dan berdampak besar bagi masyarakat sekitar.
  2. Hindari diskualifikasi dengan menjunjung tinggi validitas data kebenaran usulan, usulan itu benar-benar kegiatan amal, secara teknis dapat dilakukan, dll. Sekali lagi, lihat syarat dan ketentuan kami.
  3. Ajak kenalan Anda untuk:
    • Masuk ke halaman usulan Anda. Disarankan Anda meng-copy web address yang ada di bagian atas peramban (browser) yang Anda gunakan.
    • Bagikan web-address usulan Anda melalui berbagai cara, bisa melalui SMS, Instant Messaging, milis, berbagai media sosial, dan lain-lain. Bahkan bila Anda punya website, Anda dapat menempatkan banner yang ditautkan ke usulan Anda tersebut.
    • Ajak kenalan Anda tersebut untuk mendukung usulan Anda dengan mengikuti Empat Cara di atas.
  4. Pantau terus perkembangannya dengan membandingkan profil usulan Anda dengan usulan yang telah masuk Top 10.
  5. Terus berusaha agar usulan Anda masuk Top 1.
Selamat berjuang!
 
Mohon partisipasi dan dukungannya ya sahabat, dengan membuka link dibawah ini dan di like (facebook) dan di tweet ya.

Pembinaan kegiatan di bidang Keagamaan (kerohanian), Ekonomi, Olahraga, Keorganisasian, Ketrampilan, Kesenian, Teknologi, dan Sistem Informasi bagi masyarakat dan khususnya bagi para pemuda sangatlah dibutuhkan. untuk dapat membentuk pola pembangunan masyarakat dan sikap mental para pemuda dalam membangun, mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakatnya.
http://www.syariahmandiri.co.id/bsm-care/usulan-anda/sosial/poject-karang-taruna/
 Terimakasih kami ucapkan kepada sahabat-sahabat sekalian yang sekiranya telah membantu dan mensupport project kami.

Mario Teguh's Quotes

Quotes

Blogger Jogja

Traffic Exchange

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

Wibiya provides a web toolbar that enables blogs and websites to integrate the most exciting services and web applications into their blog or website.