Welcome

Berawal dari ketiadaan, kita berpikir dan belajar untuk menciptakan. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat. "Mari berbagi manfaat" #Give thank to Allah, the Creator of all things.
Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Tuesday, October 16, 2012

Dari perlakuan orangtua kepada anak, anak akan belajar bersikap

Jika anak banyak dicela,
ia akan terbiasa menyalahkan

Jika anak banyak dimusuhi,
ia akan terbiasa menentang

Jika anak dihantui ketakutan,
ia akan terbiasa merasa cemas

Jika anak banyak dikasihani,
ia akan terbiasa meratapi nasibnya

Jika anak dikelilingi olok-olok,
ia akan terbiasa menjadi pemalu

Jika anak dikitari rasa iri,
ia akan terbiasa merasa bersalah

Jika anak serba dimengerti,
ia akan terbiasa menjadi penyabar

Jika anak banyak diberi dorongan,
ia akan terbiasa percaya diri

Jika anak banyak dipuji,
ia akan terbiasa menghargai

Jika anak diterima oleh lingkungannya,
ia akan terbiasa menyayangi

 

Jika anak tidak banyak dipersalahkan,
ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri

Jika anak mendapatkan perngakuan dari kiri kanan,
ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya

Jika anak diperlakukan dengan jujur,
ia akan terbiasa melihat kebenaran

Jika anak ditimang tanpa berat sebelah,
ia akan terbiasa melihat keadilan

Jika anak mengenyam rasa aman,
ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya

Jika anak dikerumuni keramahan,
ia akan terbiasa berpendirian: “Sungguh indah dunia ini!”

…Bagaimanakah anak anda? atau Bagaimana anak anda nanti?

(Dorothy Low Nolte, Children Learn What They Live With)

Wednesday, January 25, 2012

Nasihat Google tentang Masalah Keamanan Berinternet


Berikut beberapa masalah yang kami ketahui kerap menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Google telah melakukan kerja sama erat dengan sejumlah organisasi keselamatan anak di Indonesia dan kami telah menyertakan saran dari mitra tersebut berikut ini.

Saturday, December 31, 2011

Berikan Banyak Pujian dan Anak Akan Jadi Hebat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).

Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.
Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:

1. Berkomunikasilah secara positif
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".

2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan "Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya "Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik".

3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.

4. Hindari memotong pembicaraan.
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.

5. Fokus pada tujuan
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, "Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,". Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.

6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.

8. Membangun aturan sederhana.
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.

9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

Sumber: http://www.tribunnews.com/

Friday, December 16, 2011

Televisi Ganggu Konsentrasi Otak Anak

 

Kompas.com - Anak-anak yang terlalu banyak menonton televisi atau bermain video games lebih beresiko mengalami gangguan perilaku. Manifestasinya anak tidak mampu berkonsentrasi dan sulit menyelesaikan tugas. Gangguan perilaku ini bukan cuma berdampak di usia kanak-kanak, tapi juga bisa terbawa hingga dewasa.

Sulit berkonsentrasi adalah bila anak tidak fokus memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Untuk suatu pekerjaan, dia akan sulit menuntaskannya. Penyebab sulitnya konsentrasi pada anak bisa disebabkan karena faktor internal, seperti ada gangguan perkembangan otak, atau karena faktor eksternal, seperti terlalu banyak menonton televisi.

Dalam sebuah penelitian, Edward Swing, peneliti dari Iowa State University, membandingkan responden yang menonton televisi atau video games kurang dari 2 jam setiap hari dengan mereka yang menonton lebih banyak. Waktu menonton televisi untuk anak usia dua tahun ke atas yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics adalah maksimal 2 jam setiap hari.

"Mereka yang tidak mengikuti rekomendasi para ahli dan menonton TV lebih dari 2 jam, memiliki risiko gangguan konsentrasi 1,6 hingga 2,2 kali lebih tinggi," kata Swing. Anak-anak usia sekolah ternyata lebih banyak yang mengalami gangguan konsentrasi dibandingkan pada mahasiswa, meski mereka sama-sama kebanyakan nonton TV atau main video games.

Pada penelitian ini, Swing melibatkan 1.300 anak di kelas tiga, empat, dan lima sekolah dasar selama 13 bulan. Ia juga meneliti 210 mahasiswa mengenai kebiasaan menonton televisi dan pengaruhnya. Selain mewawancari si anak tentang durasi menonton TV, orangtua anak juga ditanya mengenai kebiasaan nonton TV anak mereka.

Setelah itu, Swing dan timnya mewawancarai para guru di sekolah tentang perilaku anak.
Para guru melaporkan, gangguan perilaku yang kerap ditemui di sekolah antara lain anak sulit memusatkan perhatian atau sulit diam saat mengerjakan tugas-tugas sekolah, bahkan sering mengganggu anak lain.

Sumber: http://health.kompas.com

Mario Teguh's Quotes

Quotes

Blogger Jogja

Traffic Exchange

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

Wibiya provides a web toolbar that enables blogs and websites to integrate the most exciting services and web applications into their blog or website.