Welcome

Berawal dari ketiadaan, kita berpikir dan belajar untuk menciptakan. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih berarti dan lebih bermanfaat. "Mari berbagi manfaat" #Give thank to Allah, the Creator of all things.
Showing posts with label Analysts. Show all posts
Showing posts with label Analysts. Show all posts

Sunday, September 9, 2012

Sistem Informasi Manajemen Pelaporan dan Pengendalian Daerah

Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi atau dikenal sebagai Sistem Informasi Manajemen Pengendalian Pembangunan merupakan aplikasi perangkat lunak yang digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk proses pembuatan laporan pembangunan (dokumen monitoring) yang biasa dilaksanakan oleh Bappeda.

Dasar Hukum
  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;
  3. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan ;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
Fitur Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengendalian Pembangunan ini adalah:
  1. Mengakomodir proses Pengendalian Kegiatan APBD dengan struktur sesuai dengan Permendagri No. 13 tahun 2006 serta Permendagri No. 59 tahun 2007 dan mengimplementasikan PP No 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan serta PP No 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah serta Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
  2. Mengakomodir proses data realisasi fisik dan keuangan per rekening belanja serta menyimpan informasi data-data pekerjaan yang dikontrakkan beserta informasi rekanan pelaksananya.
  3. Menampilkan laporan-laporan realisasi belanja, kegiatan beserta rekapitulasi penyerapan anggaran serta realisasi fisik pekerjaan-pekerjaan berdasarkan belanja dan kegiatan yang ada di DPA SKPD.
  4. Dalam kaitannya dengan Tupoksi Bappeda, aplikasi SI Pengendalian merupakan aplikasi guna proses pelaporan progress pembangunan yang data-data kemajuan pembangunan tersebut dihimpun dari seluruh SKPD pada Pemda setempat.
  5. Terintergasi dengan sistem Online guna monitoring Eksekutif.
Teknologi Sistem Informasi Manajemen Pengendalian Pembangunan:

  1. Teknologi Multiuser , yaitu memungkinkan aplikasi dapat bekerja untuk banyak pengguna dengan kewenangan yang telah ditentukan oleh Administrator dan bekerja pada satu basis data yang sama ( collaboration ).
  2. Teknologi Client-Server, yaitu aplikasi dapat dijalankan dari Client dengan Sistem Basis Data berada pada komputer Server. Hal ini dimaksudkan apabila sistem dijalankan pada banyak pengguna yang bekerja bersama pada satu basis data.
  3. Sistem Aplikasi Berbasis Desktop sehingga mendukung fleksibilitas penggunaan tidak tergantung konektivitas internet maupun jaringan.
  4. Sinkronisasi Online dan Offline bila tidak ada jaringan komunikasi LAN maupun internet. Sehingga walaupun pengerjaan proses data tidak terhubung, data dari masing-masing PC dapat disatukan melalui jaringan internet.
  5. Laporan-laporan yang dihasilkan menggunakan teknologi FastReport memungkinkan konversi laporan ke bentuk .DOC, .XLS, .HTML, .PDF, .JPG dan lain-lain.
Sumber: portal.simda.net

Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah

Komputerisasi manajemen pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan efiensi kerja dan memudahkan pimpinan dalam mengontrol perkerjaan. Kontrol langsung dari atasan akan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan juga dapat meningkatkan etos kerja pegawai karena merasa diperhatikan oleh atasannya.

Dalam keterkaitannya dengan tugas Bappeda sebagai aparatur perencana pembangunan, diperlukan suatu sistem informasi yang mengimplementasikan proses perencanaan sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja, memberikan kemudahan pada perencanaan dan konsolidasi data serta memudahkan konsistensi pengelolaan data perencanaan dan anggaran. Hal ini merupakan kaitan antara penggunaan sistem informasi dengan proses manajemen perencanaan daerah.

Melalui perangkat lunak ini diharapkan tersedia Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan DAerah, atau juga disebut sebagai Sistem Informasi Rencana Kerja (SIRENJA) yang dapat dioperasikan oleh segenap aparatur di Bappeda dan SKPD lain, terkait dengan proses perencanaan pembangunan.
Fitur Aplikasi yang ada pada Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan (SIRENJA – Sistem Informasi Rencana Kerja) ini adalah:
  1. Mengakomodir proses Perencanaan Keuangan Daerah sesuai dengan Permendagri No. 13 tahun 2006 serta Permendagri No. 59 tahun 2007.
  2. Proses RKPD meliputi setting dan penyesuaian dengan prioritas pembangunan daerah, matriks RKPD, Renja Awal dan pencetakan laporan RKPD sesuai kriteria.
  3. Proses Musren Kecamatan, meliputi pemasukan daftar usulan kegiatan kecamatan, kompilasi dan pencetakan draft dan Formulir C-2.
  4. Proses Forum SKPD, meliputi pemasukan daftar usulan kegiatan tiap SKPD, kompilasi dan pencetakan draft dan Formulir B-3 serta pencetakan Renja Awal SKPD.
  5. Proses Musren Kabupaten, meliputi kompilasi data dari usulan Musren Kecamatan, Forum SKPD serta usulan-usulan kegiatan yang muncul pada waktu Musren Kabupaten ini. Output proses ini adalah Formulir C-3.
  6. Proses Pasca Musren Kabupaten, yaitu proses Finalisasi Renja SKPD, Finalisasi RKPD, Pencetakan KUA, serta penyesuaian format sesuai SE Mendagri No. 751 tahun 2009 untuk penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2010.
  7. Mengakomodir proses perencanaan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
  8. Finaliasi proses-proses tersebut menghasilkan cetakan PPAS.
 Sumber: portal.simda.net

Proses Berpikir Strategis

Ada lima kriteria berbesar yang seharusnya menjadi fokus pengembangan visi yang strategis bagi bisnis,. Lima kriteria ini akan membantu Anda mendefinisikan apa yang ideal bagi bisnis Anda ke depan. Sebagai tambahan, kelima kriteria tersebut akan men-set dan mengembangkan langkah-langkah penting untuk membuat visi bisnis Anda menjadi nyata.

Berikut ini adalah daftar lima kriteria proses berpikir strategis:

1.      Organisasi. Organisasi bisnis Anda melibatkan orang-orang yang akan bekerja untuk Anda, struktur organisasi bisnis Anda, dan sumber daya penting untuk membuat semuanya bekerja. Akan seperti apa organisasi Anda? Struktur organisasi akan bertipe apa untuk mendukung visi Anda? Bagaimana Anda akan menggabungkan orang-orang, sumber daya dan struktur bersama-sama mencapai hasil ideal?

2.     Observasi. Ketika Anda melihat ke bawah bumi dari sebuah pesawat, Anda dapat melihat lebih banyak ketimbang ketika berada di darat. Berpikir strategis banyak kesamaan dengan hal tersebut, mengijinkan Anda untuk melihat sesuatu dari yang lebih tinggi. Dengan meningkatkan kekuatan observasi, Anda akan memulai menjadi lebih sadar apa yang dapat memotivasi orang-orang, bagaimana memecahkan masalah secara lebih efektif, dan bagaimana membedakan diantara alternatif pilihan.

3.      Pandangan. Dengan arti lain merupakan jalan sederhana berpikir tentang sesuatu. Dalam berpikir strategis, terdapat empat poin untuk mengambil perhatian ketika membentuk strategi bisnis Anda, yaitu pandangan tentang lingkungan, pandangan tentang pasar, pandangan tentang proyek, dan pandangan tentang ukuran. Pandangan dapat digunakan sebagai alat untuk membantu Anda berpikir tentang hasil, alat identifikasi penting  dan menyesuaikan aksi Anda untuk mencapai posisi ideal Anda.

4. Kekuatan mengendarai. Apakah kekuatan mengendarai yang akan membuat hasil ideal Anda menjadi kenyataan? Apa visi dan misi usaha Anda? Kekuatan mengendarai biasanya meletakkan dasar untuk apa Anda ingin orang-orang fokus pada bisnis Anda (contohnya, apa yang akan Anda gunakan untuk memotivasi orang lain agar melaksanakan). Contoh kekuatan mengendarai termasuk juga di dalamnya insentif bagi individu dan organisasi, kekuasaan dan kesejajaran, faktor kualitatif seperti mendefinisikan visi, nilai, dan tujuan, faktor produktif seperti misi dan fungsi, faktor kuantitatif seperti hasil atau pengalaman, dan lainnya seperti komitmen, aksi yang sama, efektifitas, produktivitas, dan nilai.

5.      Posisi ideal. Setelah bekerja melalui empat fase pertama proses berpikir di atas, Anda seharusnya mampu mendefinisikan posisi ideal Anda. Outline posisi ideal seharusnya melingkupi; kondisi di mana Anda telah menemukan  menjadi penting jika bisnis menjadi produktif, ceruk pasar yang akan diisi bisnis Anda, berbagai peluang yang ada lainnya saat ini atau ke depan bagi bisnis Anda, kompetensi inti atau keahlian yang dibutuhkan bisnis, dan strategi serta taktik yang akan membanti mendorong semuanya bersama-sama.
Dengan bekerja melalui lima wilayah tersebut, Anda akan mulai mendapatkan gambaran yang clear dari bagaimana visi bisnis dapat di kerjakan secara nyata. Sebagaimana visi Anda menjadi lebih fokus, ide Anda akan menunjukkan lebih kuat dan dapat dipercaya. Tak hanya akan lebih mudah untuk meyakinkan yang lain bahwa ide Anda adalah sesuatu yang bagus, tetapi juga akan lebih mudah menjaga keyakinan dan motivasi ketika Anda meraih perangkap dan rintangan di jalan

Secara keseluruhan Anda dapat mengaplikasikan keahlian berpikir strategis dalam kehidupan. Tetapi dengan membuat sebuah rencana usaha untuk menerapkan mereka secara khusus pada usaha, Anda akan memiliki kesempatan banyak lebih baik yang membawa visi hidup Anda. Dan ini kan yang Anda inginkan?

Sumber:

Berpikir Strategis dalam Meramalkan Pertumbuhan Bisnis, wirausaha.netThe U.S. Small Business Administration (SBA), http://www.sba.gov

Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA)

SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Daerah)
Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan otonomi daerah, pengelolaan keuangan daerah perlu diselenggarakan secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam undang-undang.
Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara mewajibkan pemerintah daerah dan satuan kerja perangkat daerah selaku pengguna anggaran untuk menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.

Laporan keuangan yang harus disajikan oleh pemerintah daerah menurut undang-undang dan Draft Standar Akuntansi Pemerintahan adalah neraca, laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Untuk itu pemerintah daerah memerlukan sistem informasi akuntansi keuangan yang dapat memberikan informasi keuangan secara lebih komprehensif .

Kegiatan:
* Survei dan koordinasï Analisa Data
* Proses Disain Sistem
* Pengembangan Sistem(pemrograman dan testing)
* Pengadaan Peralatan.

Implementasi sistem:
* Penyerahan aplikasi dan
* Pengadaan peralatan
* Mengadakan pelatihan
* Mengadakan evaluasi pemakaian aplikasi SIMDA

Beberapa Modul SIMDA adalah:
* SIMDUK (Sistem Informasi Manajemen Kependudukan)
* SIMPOTDA (Sistem Informasi Manajemen Potensi Daerah)
* SIMARSIP (Sistem Informasi Kearsipan Daerah)
* SIMONJAR (Sistem Informasi Monitoring Jaringan)
* SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian)
* SIMNAKER (Sistem Informasi Ketenaga Kerjaan)
* SIMBADA (Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah)
* SIMSAT ONLINE (Sistem Informasi Manajemen Manunggal Satu Atap)
* SIMYANDU (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu)
* SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan)
* SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit)
* SIMKES (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan)
* SISFOHUKUM (Sistem Informasi Produk Hukum)
* SISFOLITBANG (Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan)
* Sistem Informasi Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (SISFO-APBD)
* SISTADIK (Sistem Informasi Statistika Pendidikan)
* SISTER (Sistem Informasi Sekolah Terpadu)
* SISFODIKJAR (Sistem Informasi Pendidikan & Pengajaran)
* SINERAL (Sistem Informasi Energi & Mineral)
* SIPPER (Sistem Informasi Pertanian dan Peternakan)
* SISINDAGKOP (Sistem Informasi Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi)
* SIPMD (Sistem Informasi Penanaman Modal Daerah)
* SIBUDPAR (Sistem Informasi Kebudayaan dan Pariwisata)
* SITENLIH (Sistem Informasi Potensi Lingkungan Hidup)
* SIGUNAHAN (Sistem Informasi Geografis Penggunaan Lahan)
* SIMNAHAN (Sistem Informasi Manajemen Penggunaan Lahan)
* SIKIMPRASWIL (Sistem Informasi Pemukiman dan Prasarana Wilayah)
* SIPU (Sistem Informasi Pekerjaan Umum)
* SIPEDAL (Sistem Informasi Pengendalian Dampak Lingkungan)
* SIKUMDANG (Sistem Informasi Hukum & Perundang-undangan)
* SIMADA (Sistem Informasi Asset Daerah/ GIS/ Spatial)
* SIMBADA (Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah)
* SIMPATDA (Sistem Informasi Pendapatan Daerah)
* SIKASDA (Sistem Informasi Kas Daerah)
* SISTAPOTWIL (Sistem Informasi Statistik Potensi Wilayah)
* SISDIKLAT (Sistem Informasi Pendidikan & Latihan Pegawai)
* SIMPEL (Sistem Informasi Manajemen Pelaporan Pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan Pemerintah Daerah)
* SIMONEVPRO (Sistem Informasi Monitoring & Evaluasi Proyek)
* SIHUB (Sistem Informasi Perhubungan)
* SAMSAT Online (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Online)

Sumber: javawebmaster.com

Pentingnya Perencanaan Strategik

Wirausaha.com - Untuk mencapai sukses, maka pertama kali yang harus dilakukan pebisnis adalah merencanakan kesuksesan tersebut. Begitu tulis Debbie Allen, seorang pembicara bisnis kelas internasional pada sebuah website, www.sideroad.com. Pasalnya, perencanaan strategi bisnis dapat menjadi blue print untuk meraih tujuan dan merencanakan pengembangan bisnis ke depan. Tambahan lagi, perencanaan strategik dapat memfokuskan pebisnis pada pendekatan pemasaran dan juga membantu sebuah tim yang dapat menunjang yang terdiri dari karyawan.

Perencanaan strategik, dimana sebuah kombinasi dari berpikir strategik dan perencanaan dalam jangka panjang, seharusnya tidak dijalankan secara enteng. Membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya dan berkonsentrasi dengan dari tim-tim perencanaan. Perencanaan strategik harus diorganisir, dikomunikasikan dan diimplementasikan secara sistematik. Mempersiapkan untuk invest waktu dan usaha dibutuhkan, kemudian mendahului dengan percaya diri bahwa perencanaan strategik akan membantu membentuk kesuksesan organisasi ke depan.

Terdapat beberapa alasan yang melandasi pentingnya perencanaan strategik pada bisnis menurut tulisan tersebut. Dengan pertumbuhan persaingan, rendahnya kisaran pengangguran, dan perubahan dalam abad baru, pebisnis membutuhkan perencanaan untuk sukses dewasa ini. Sukses tidak hanya terjadi ketika pebisnis berkutat tengang bisnis dari hari ke hari, meskipun pebisnis secara ekstrim beruntung. Tetapi ketika orang yang beruntung dapat berlari ke dalam masalah sepanjang jalan tanpa perencanaan untuk pertumbuhan ke depan.

Perencanaan strategik merupakan kendaraan komunikasi yang besar untuk melibatkan semua anggota tim dan menginformasikan kepada mereka apa yang terjadi dengan organisasi, sebaik pimpinan menyediakan arahan kepada tujuan personal dan tujuan bisnis setiap individu.

Disamping itu para karyawan secara alami akan menjadi lebih efektif ketika mereka mengetahui rencana sukses pebisnis. Untuk mengetahui mereka sebagai sesuatu yang penting dari pengembangan tim adalah memotivasi mereka, para karyawan. Perencanaan strategik akan membantu mereka merencanakan pribadi mereka sendiri dan tujuan bisnis untuk mendukung langkah pebisnis..

Apakah pebisnis ingin meningkatkan penjualan hingga 20% tahun ini? Tujuan tersebut menurut Debbi dapat diimplementasikan ke dalam rencana yang terstruktur dan menghadirkan kepada karyawan dengan dukungan dalam bentuk bonus untuk usaha mereka, dalam rangka mencapai tujuan pebisnis.

Sebuah perencanaan strategik yang solid dibuat dengan mempertimbangkan pemahaman kedinamisan industri dan bagaimana menghubungkannya pada bisnis yang dijalankan pebisnis. Faktor lainnya termasuk lingkungan persaingan, basis pelanggan, kekuatan, kelemahan, dan peluang perusahaan.

Mario Teguh's Quotes

Quotes

Blogger Jogja

Traffic Exchange

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

Wibiya provides a web toolbar that enables blogs and websites to integrate the most exciting services and web applications into their blog or website.